Terbiasa membaca buku cerita pewayangan di saat usianya masih anak-anak, menginspirasi dosen Akuntansi Universitas Surabaya (Ubaya) jika suatu nanti dapat menciptakan animasi dalam bentuk apapun bertema kearifan budaya lokal. Yaitu salah satunya dunia pewayangan.

“Saat kecil sering membaca buku cerita pewayangan milik ayah saya, mendadak dapat inspirasi mengapa saya tidak menggambarkannya. Lalu sejak itu saya terus menumbuhkan hobi menggambar hingga menjadi serial pewayangan,” kenang Adhicipta Raharja Wirawan, pada tim Eastjavatraveler.com, Jum’at (21/03/2014) di Surabaya.

Beranjak dewasa hobi menggambar pria yang akrab disapa Adhi pun makin terasah. Apalagi didukung dengan kemajuan teknologi komputer yang serba maju. “Kalau dulu gambarnya di kertas, sekarang bisa mengkombinasikan ide dan teknologi hingga terbentuk animasi-animasi sesuai dengan tema yang diangkat,” ujar pria kelahiran Surabaya, 5 Januari 1979 ini.

Selain itu ia, juga aktif menulis buku. Diawali dengan menerbitkan buku pertamanya berjudul Membangun Web Store dengan Joomla! pada tahun 2007 yang berisi tentang bagaimana membangun web yang dinamis dengan Content Management System dengan Joomla.

Dan beberapa buku lainnya hingga sebanyak 7 buku yang sudah ditulisnya. Terakhir paling fantastis adalah novel fiksi fantasi The Adventures of Wanara “Garuda Riders”. Novel ini becerita tentang petualangan bocah kera keturunan tiga ras (Mannusa, Wanara, dan Asura) dengan latar belakang ceritanya di 1000 tahun kisah sesudah Ramayana dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.

IMG_3175Tidak berhenti di situ inovasi yang dilakukan Wisudawan Terbaik S2 Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Airlangga 2011 ini. Karya novelnya Garuda Riders, ia buat ulang menjadi digital komik interaktif dengan judul sama di berbagai aplikasi online sedunia. Salah satunya adalah melalui google play store.

“Dari apa yang saya lakukan ini, saya termotivasi untuk mengenalkan karakter dan kearifan budaya lokal, yaitu pewayangan dan lainnya pada dunia. Kalau kita dapat dengan mudahnya menyerap budaya asing, mengapa kita tidak menonjolkan kemampuan yang ada kepada dunia,” tegas Juara Kategori Digital Comic & Animation: ANIMO (Animasi Motivasi) TELKOM Indigo Fellowship 2010 dan Juara 1 Kategori Digital Comic & Animation: Adventures of Anoman TELKOM Indigo Fellowship 2011 ini.

Dari kesemuanya, bagi Adhi terpenting lagi adalah apa yang kita lahirkan harus dapat mengedukasi generasi muda tanah air. Seperti halnya dari berbagai games online yang ia ciptakan bersama perusahaannya yaitu Mechanimotion Entertainment. “Kalau tidak ada nilai edukasinya ngapain juga dibikin. Pokoknya harus memotivasi generasi muda jadi lebih baik, seperti yang ada di balik games tiga dimensi D’Jamal Detektif Cilik, yang mendapatkan penghargaan juara 2 ACFEST 2013 dari KPK,” pungkasnya.

naskah | foto : m.ridlo’i