STUNNING EAST JAVA|Saturday, August 2, 2014
  • GO STUNNING

Berburu Kerajinan Rotan di Pusat Kota 

ejtcom-rotan

Dari tangan-tangan kreatif perajin, rotan bisa disulap menjadi produk furniture dan asesoris yang berguna dan menarik.

Jika kita sedang melintas di daerah Ngagel Jaya Selatan, Surabaya, kita akan melihat sederat toko yang menjual berbagai bentuk furniture yang terbuat dari rotan. Ada yang bergaya klasik, ada juga yang model kontemporer.

Jenis produknya terbilang beragam. Selain furniture, ada produk tempat parsel, penutup saji, sketsel, bingkai cermin, keranjang bayi, dan masih banyak lagi. “Kalau furniture, ada kursi, meja makan, dan lain-lain. Sebagian tergantung pesanan,” kata Dian, salah satu perajin di showroom milik Multi Jaya Rotan.

Selain terbuat dari rotan, furniture yang ada di kawasan ini ada juga yang ditambah dengan unsur-unsur lain. Misalnya enceng gondok dan daun pandan. Penggunaan unsur ini lebih banyak untuk memberi motif pada anyaman rotan. Daun pandan yang digunakan berwarna hijau, sehingga tidak perlu memakai pewarna lagi.

“Tetapi jika ingin warna lain seperti merah, maka bisa menggunakan zat pewarna,” jelas Dian yang sudah bekerja sebagai perajin rotan sejak sepuluh tahun lalu.

Lama pembuatan kerajinan rotan ini tergantung dari model pesanan. Dan jika memakai anyaman, akan butuh waktu lebih lama daripada yang tidak memakai anyaman.

Sedangkan untuk harganya, produk-produk rotan di kawasan ini paling murah Rp 75 ribu. Budget ini, misalnya, bisa digunakan untuk membeli kursi anak-anak.

Atau produk lain, misalnya pintu pembatas atau sketsel. Satu set, harganya dibandrol Rp 275 ribu atau Rp 90 ribu per unit pintu. Kemudian satu set kursi rotan berukuran kecil, harganya bisa mencapai Rp 950 ribu. Bisa juga di beli per biji dengan harga berkisar Rp 125 ribu sampai Rp 200 ribu, tergantung model dan bentuknya.

Sementara produk lain, harganya bisa mencapai jutaan rupiah. “Misalnya kursi sudut, harganya bisa sampai Rp 4 juta,” kata Dian lagi.

“Yang paling laku di sini adalah kursi dan pintu pembatas ruangan,” tambahnya. Apalagi pada bulan Agustus sampai Desember, jumlah penjualan bisa sangat besar. Sementara bulan Januari sampai April, penjualan biasanya sangat sepi.

Pembeli, lanjut Dian, ada yang dari luar kota seperti dari Tumpang bahkan Timor Leste. Biasanya untuk pemesanan dari tempat yang jauh seperti ini, produk akan dikirim melalui ekspedisi.

Selain di Jalan Ngagel, industri rotan di Surabaya juga berkembang pesat di kawasan lain. Misalnya di Jalan Kusuma Bangsa dan Jl Ahmad Yani. Uniknya, sentra-sentra kerajinan dan penjualan produk furniture ini berpusat di Gresik. Karena, kata Dian, bahan baku rotan memang diambil dari sana. Sementara bahan baku enceng gondok dan daun pandan, diambil dari Malang.

naskah dan foto : arista ika


ARTIKEL PILIHAN LAINNYA

2 Responses to Berburu Kerajinan Rotan di Pusat Kota

  1. beni

    wah, saya tertarik buat lihat2 kesana nih..
    detail lokasi nya dimana.?

  2. choiril

    apakah bisa di kirimkan dulu model gambar sketsel rotannya?saya tertarik dengan sketselnya..mksh

Add a Comment