Bicara kuliner seolah tidak ada habisnya, mulai dari beragam bentuk dan citarasanya. Untuk memanjakan lidah pecinta kuliner Kota Surabaya, pada 26-30 Oktober 2011 digelar Surabaya Food Festival (SFF) 2011 di area parkir selatan Ciputra World Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemprov Jawa Timur, Pemkot Surabaya, Surabaya Resto Guide, East Java Shopping & Cultural Carnival, Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI).

Festival makanan ini dapat dibilang sebagai ajang unjuk gigi café & resto yang ada di Jawa Timur. Sebanyak 52 kafe dan restoran di Surabaya dilibatkan dalam kegiatan ini. Terdiri dari makanan Western, Japanese, Korean, Malay dan tidak ketinggalan Indonesia. Sebut saja Boncafe, De Boliva, Coffee Toffee, Excelso, Nikimura, Sushi Tei, Malay Village, Kim Kim, RM Ria, Kedai Simbok, Resto Goela Katjang, Nasi Goreng Kraton dan Bakso Pak Djo.

Pada Press Conference even ini, Ketua Apkrindo Jatim Tjahjono Haryono menjelaskan animo masyarakat Jawa Timur khususnya Surabaya terhadap makanan memang sangat tinggi. Banyaknya mall mendukung perkembangan bisnis makanan termasuk tumbuhnya kafe dan restoran secara kuantitas. Meski demikian, diakui Tjahjono, kafe dan restoran seringkali hanya bisa dinikmati kalangan terbatas. “Lewat SFF ini bisa jadi ajang icip-icip masakan kafe dan restoran. Masakan kafe dan restoran bisa dinikmati semua kalangan,” tukasnya.

Selain pameran makanan, terdapat pula lomba, hiburan sulap, musik dan demo masak dari beberapa restoran. Pada 30 Oktober bersamaan dengan penutupan SFF sekaligus East Java Shopping & Cultural Carnival, akan ada pertunjukan kembang api yang diluncurkan dari lantai tertinggi Gedung Ciputra World Surabaya. Konon, karena ketinggiannya, kembang api tersebut bisa dilihat dari Jembatan Suramadu. (rid)