rumah-kayu2

Menikmati indahnya alam bebas yang jauh dari kebisingan bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya, berwisata di Omah Kayu di Batu, Malang.

Sebagai sarana akomodasi, Omah Kayu atau Wisata Rumah Pohon menjanjikan sensasi menginap di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut.

Tak sulit untuk menemukan lokasi wisata ini. Wisata Rumah Pohon berdekatan dengan lokasi paralayang, tepatnya di Gunung Banyak, Kota Wisata Batu, Malang. Meskipun jauh dari kota, tempat ini sebelumnya memang sudah cukup populer di kalangan pecinta olahraga paralayang.

Suasana yang sejuk dengan pemandangan Kota Batu dari atas bukit, membuat Rumah Kayu layak dijadikan alternatif liburan yang seru.
“Kalau menginap di hotel sudah biasa. Namun ini tempat menginap yang cukup menantang sekaligus indah pemandanganya,”ungkap Antonius, wisatawan dari Jakarta, pengunjung Rumah Kayu.

Bapak satu anak ini mengatakan, selain akses yang cukup mudah, hanya berjarak sekitar 25 km dari Kota Malang, para pengunjung juga cukup merogoh kantong Rp 5 ribu untuk tarif masuk area wisata Rumah Pohon.

Jika ingin mencoba menginap di penginapan ini, cukup menyiapkan uang Rp 300 ribu untuk weekday dan Rp 450 ribu untuk weekend. Selain bermalam di rumah pohon, wisatawan juga mendapat breakfast dan fasilitas mandi air hangat. Setiap tamu yang menginap berhak mendapat dua bibit pohon yang wajib ditanam untuk menjaga kelestarian alam.

“Saat checkout, pengunjung tidak boleh langsung pulang tetapi harus menanam bibit pohon tersebut,” jelas Hadi, karyawan Omah Kayu. “Pengunjung boleh memberi nama pohon itu dan akan abadi hingga 5 atau 10 tahun ke depan,” imbuhnya. Untuk menjaga kenyaman wisatawan yang ingin menginap, lanjut dia, waktu yang disediakan untuk menginap hanya sampai pukul 19.00 WIB saja.

Hotel yang didirikan pada bulan Februari 2014 lalu ini memiliki jumlah kamar 6 unit saja. Setiap kamar per unit hanya berkapasitas 2 orang atau maksimal 3 orang saja. Ruangan Omah Kayu berukuran sekitar 3×2 meter, dan seluruhnya terbuat dari kayu yang menempel di atas pohon dan dilengkapi dengan balkon.

Tak perlu khawatir dengan suhu udara yang dingin di atas. Karena bahan papan kayu yang menjadi dinding disusun sedemikan rapat, sehingga penghuninya tetap hangat terutama saat malam hari dan menjelang pagi. Di dalam kamar juga disediakan satu kasur kecil, 2 bantal, sebuah selimut dan beberapa peralatan makan.

naskah dan foto : farid rusly 
foto-foto lain klik indonesiadiscovery