<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>eastjavatraveler.com</title>
	<atom:link href="http://www.eastjavatraveler.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.eastjavatraveler.com</link>
	<description>stunning east java</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 May 2013 04:02:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Terpana Merah Strawberry</title>
		<link>http://www.eastjavatraveler.com/terpana-merah-strawberry/</link>
		<comments>http://www.eastjavatraveler.com/terpana-merah-strawberry/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 May 2013 04:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi EastJava Traveler</dc:creator>
				<category><![CDATA[TRAVELING]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.eastjavatraveler.com/?p=5515</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tidak tergoda dengan warna buah yang satu ini. Merah memikat, begitulah yang ditawarkan buah strawberry. Apalagi memandangnya di hamparan lahan yang luas didukung udara segar yang dapat kita rasakan di kawasan Selecta, Kota Batu, Jawa Timur. Kota Wisata Batu (KWB) tidak hanya berkembang akan potensi buah apel dan bunganya saja. Bahkan belakangan ini petani-petani di kota ini, mulai mengembangkan hasil buminya berupa buah strawberry. Akan keberhasilan masyarakat setempat dalam mengembangkan budidaya buah strawberry, membuat pemerintah setempat mulai merangsang untuk menjadikannya sebagai Wisata Petik Strawberry, yang dapat dikunjungi wisatawan saat datang ke Kota Batu. Selain sensasi berwisata jalan-jalan ke kebun strawberry, wisatawan juga dapat menikmati aneka sajian kuliner strawberry yang ditawarkan masyarakat setempat. Olahan sajiannya pun cukup bervariasi, ada yang dibuat puding, nasi goreng, yogurt, hingga berbagai olahan minuman dari strawberry. Jika Anda berniat untuk menghabiskan akhir pekan di kawasan ini, wisata petik strawberry dapat Anda kunjungi di lahan-lahan perkebunan warga yang ada di kawasan Selecta, Jalan Abdul Gani Atas, Desa Tulungrejo, Kusuma Agrowisata, Kampung Wisata Kungkuk, dan masih banyak lagi. naskah &#38; foto : budi irawan (indonesiaimages.net)]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa yang tidak tergoda dengan warna buah yang satu ini. Merah memikat, begitulah yang ditawarkan buah strawberry. Apalagi memandangnya di hamparan lahan yang luas didukung udara segar yang dapat kita rasakan di kawasan Selecta, Kota Batu, Jawa Timur.</p>
<p>Kota Wisata Batu (KWB) tidak hanya berkembang akan potensi buah apel dan bunganya saja. Bahkan belakangan ini petani-petani di kota ini, mulai mengembangkan hasil buminya berupa buah strawberry. Akan keberhasilan masyarakat setempat dalam mengembangkan budidaya buah strawberry, membuat pemerintah setempat mulai merangsang untuk menjadikannya sebagai Wisata Petik Strawberry, yang dapat dikunjungi wisatawan saat datang ke Kota Batu.</p>
<p>Selain sensasi berwisata jalan-jalan ke kebun strawberry, wisatawan juga dapat menikmati aneka sajian kuliner strawberry yang ditawarkan masyarakat setempat. Olahan sajiannya pun cukup bervariasi, ada yang dibuat puding, nasi goreng, yogurt, hingga berbagai olahan minuman dari strawberry.</p>
<p>Jika Anda berniat untuk menghabiskan akhir pekan di kawasan ini, wisata petik strawberry dapat Anda kunjungi di lahan-lahan perkebunan warga yang ada di kawasan Selecta, Jalan Abdul Gani Atas, Desa Tulungrejo, Kusuma Agrowisata, Kampung Wisata Kungkuk, dan masih banyak lagi.</p>
<p><strong>naskah &amp; foto : budi irawan (indonesiaimages.net)</strong></p>
<p><a href='http://www.eastjavatraveler.com/terpana-merah-strawberry/strawbeery-1/' title='strawbeery - 1'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/05/strawbeery-1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="strawbeery - 1" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/terpana-merah-strawberry/strawbeery-2/' title='strawbeery - 2'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/05/strawbeery-2-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="strawbeery - 2" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/terpana-merah-strawberry/strawbeery-4/' title='strawbeery - 4'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/05/strawbeery-4-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="strawbeery - 4" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/terpana-merah-strawberry/strawbeery-3/' title='strawbeery - 3'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/05/strawbeery-3-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="strawbeery - 3" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.eastjavatraveler.com/terpana-merah-strawberry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbagai Kesenian Sambut Pembukaan Pasar Seni Lukis Indonesia 2013</title>
		<link>http://www.eastjavatraveler.com/berbagai-kesenian-sambut-pembukaan-pasar-seni-2013/</link>
		<comments>http://www.eastjavatraveler.com/berbagai-kesenian-sambut-pembukaan-pasar-seni-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 May 2013 15:49:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi EastJava Traveler</dc:creator>
				<category><![CDATA[ART AND CULTURE]]></category>
		<category><![CDATA[NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[pasar seni lukis 2013 surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[pasar seni lukis jx international]]></category>
		<category><![CDATA[pembukaan pasar seni 2013]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.eastjavatraveler.com/?p=5502</guid>
		<description><![CDATA[Pembukaan  Pasar Seni Lukis Indonesia 2013 yang digelar di JX International Surabaya, dimeriahkan oleh beberapa pertunjukan seni seperti iringan musik patrol. Penampilan ini juga disuguhkan sebagai sambutan Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, Jumat (03/05) sore, saat membuka acara tersebut. Muhammad Anis, Ketua PSLI menuturkan, Kegiatan ini bukan hanya ajang transaksi bagi para kolektor, tetapi juga waktu yang tepat untuk reuni dan pembelajaran bagi para seniman. Hal serupa juga diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Timur yang akrab dipanggil Gus Ipul, ia menyampaikan bahwa dengan perpindahan lokasi sekarang ini, diharapkan dapat memicu semangat para seniman yang ada di seluruh Indonesia untuk terus berkarya. Menurut Anis, dia yakin target yang ditentukan dari penjualan lukisan tahun ini akan terpenuhi, hal ini juga dikarenakan semakin banyak pelukis muda berbakat dari penjuru negeri yang tergabung dalam pameran ini. naskah/foto : farid rusly]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Pembukaan  Pasar Seni Lukis Indonesia 2013 yang digelar di JX International Surabaya,<br />
dimeriahkan oleh beberapa pertunjukan seni seperti iringan musik patrol.<br />
Penampilan ini juga disuguhkan sebagai sambutan Wakil Gubernur Jawa Timur<br />
Syaifullah Yusuf, Jumat (03/05) sore, saat membuka acara tersebut.</p>
<p>Muhammad Anis, Ketua PSLI menuturkan, Kegiatan ini bukan hanya ajang transaksi<br />
bagi para kolektor, tetapi juga waktu yang tepat untuk reuni dan pembelajaran<br />
bagi para seniman.</p>
<p>Hal serupa juga diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Timur yang akrab dipanggil Gus<br />
Ipul, ia menyampaikan bahwa dengan perpindahan lokasi sekarang ini, diharapkan<br />
dapat memicu semangat para seniman yang ada di seluruh Indonesia untuk terus<br />
berkarya.</p>
<p>Menurut Anis, dia yakin target yang ditentukan dari penjualan lukisan tahun ini akan terpenuhi, hal ini juga dikarenakan semakin banyak pelukis muda berbakat dari penjuru negeri yang tergabung dalam pameran ini.</p>
<p>naskah/foto : farid rusly<br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/berbagai-kesenian-sambut-pembukaan-pasar-seni-2013/pasar-seni_ejt6/' title='pasar-seni_ejt6'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/05/pasar-seni_ejt6-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="pasar-seni_ejt6" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/berbagai-kesenian-sambut-pembukaan-pasar-seni-2013/pasar-seni_ejt7/' title='pasar-seni_ejt7'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/05/pasar-seni_ejt7-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="pasar-seni_ejt7" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/berbagai-kesenian-sambut-pembukaan-pasar-seni-2013/pasar-seni_ejt5/' title='pasar-seni_ejt5'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/05/pasar-seni_ejt5-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="pasar-seni_ejt5" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/berbagai-kesenian-sambut-pembukaan-pasar-seni-2013/pasar-seni_ejt1/' title='pasar-seni_ejt1'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/05/pasar-seni_ejt1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="pasar-seni_ejt1" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/berbagai-kesenian-sambut-pembukaan-pasar-seni-2013/pasar-seni_ejt2/' title='pasar-seni_ejt2'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/05/pasar-seni_ejt2-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="pasar-seni_ejt2" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/berbagai-kesenian-sambut-pembukaan-pasar-seni-2013/pasar-seni_ejt3/' title='pasar-seni_ejt3'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/05/pasar-seni_ejt3-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="pasar-seni_ejt3" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/berbagai-kesenian-sambut-pembukaan-pasar-seni-2013/pasar-seni_ejt4/' title='pasar-seni_ejt4'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/05/pasar-seni_ejt4-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="pasar-seni_ejt4" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.eastjavatraveler.com/berbagai-kesenian-sambut-pembukaan-pasar-seni-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tantangan Mengenalkan Wisata Jawa Timur</title>
		<link>http://www.eastjavatraveler.com/tantangan-mengenalkan-wisata-jawa-timur/</link>
		<comments>http://www.eastjavatraveler.com/tantangan-mengenalkan-wisata-jawa-timur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 May 2013 06:11:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi EastJava Traveler</dc:creator>
				<category><![CDATA[PROFILE]]></category>
		<category><![CDATA[amanda dianova marketing communication]]></category>
		<category><![CDATA[hotel sheraton surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[sheraton hotel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.eastjavatraveler.com/?p=5490</guid>
		<description><![CDATA[Jalan-jalan ke berbagai tempat wisata yang ada di Indonesia selalu meberikan kesan yang tak pernah habis. Kesan tentang tempat wisata tersebut selalu berbeda, hal ini dikarenakan semua lokasi wisata tersebut memiliki karakter tersendiri, seperti yang diungkapkan Amanda Dianova Kusuma, Marketing Communication Executive at Sheraton Surabaya Hotel &#38; Towers. Pengalaman berbeda pada setiap tempat wisata yang dikunjungi adalah suatu tantangan bagi setiap pengunjungnya. &#8220;Hampir semua tempat wisata mempunyai ciri khas masing-masing yang membuat negeri kita seolah menjadi surga bagi para wisatawan, seperti hutan, pantai, gunung. Begitu pula dengan Jawa Timur, bagi Amanda, di Provinsi ini kita patut bangga dengan destinasi wisata yang dimiliki. Bagi pribadinya, saat akhir pekan adalah waktu yang tepat untuk kembali mengunjungi wisata Jatim salah satunya adalah Gunung Bromo. Menurut gadis kelahiran Surabaya, 4 November 1989 ini, berkunjung ke Bromo adalah hal yang paling menantang sekaligus untuk mengasah kemampuanya akan kegemarannya pada dunia fotografi,&#8221; imbuhnya. Sebagai orang perhotelan, gadis penggemar kuliner semanggi ini juga tertantang untuk ikut serta menyampaikan informasi tentang kekayaan wisata Jawa Timur, misalanya kepada para tamu APEC 2013. Pada kesempatan itu, perlunya akan informasi dan wawasan tentang wisata sangat dibutuhkan. Eksotisme yang disuguhkan wisata Jatim memang sedikit banyak sudah mencuri perhatian beberapa wisatawan negara lain. Dia juga menilai masih banyak berbagai wawasan tentang wisata Jawa Timur seperti wisata kuliner dan wisata sejarah yang ada di Kota Pahlawan ini. Berbagai jenis kuliner pun coba disuguhkan, seperti kue lapis legit, lontong balap, rawon dan masakan tradisional lain. Upaya ini juga mendapat respon positif dari para peserta APEC 2013 khususnya wisata sejarah yang ada di Surabaya. naskah/foto : farid rusly &#160;]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Jalan-jalan ke berbagai tempat wisata yang ada di Indonesia selalu meberikan kesan yang tak pernah habis. Kesan tentang tempat wisata tersebut selalu berbeda, hal ini dikarenakan semua lokasi wisata tersebut memiliki karakter tersendiri, seperti yang diungkapkan Amanda Dianova Kusuma, Marketing Communication Executive at Sheraton Surabaya Hotel &amp; Towers. Pengalaman berbeda pada setiap tempat wisata yang dikunjungi adalah suatu tantangan bagi setiap pengunjungnya.</p>
<p>&#8220;Hampir semua tempat wisata mempunyai ciri khas masing-masing yang membuat negeri kita seolah menjadi surga bagi para wisatawan, seperti hutan, pantai, gunung.</p>
<p>Begitu pula dengan Jawa Timur, bagi Amanda, di Provinsi ini kita patut bangga dengan destinasi wisata yang dimiliki. Bagi pribadinya, saat akhir pekan adalah waktu yang tepat untuk kembali mengunjungi wisata Jatim salah satunya adalah Gunung Bromo. Menurut gadis kelahiran Surabaya, 4 November 1989 ini, berkunjung ke Bromo adalah hal yang paling menantang sekaligus untuk mengasah kemampuanya akan kegemarannya pada dunia fotografi,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Sebagai orang perhotelan, gadis penggemar kuliner semanggi ini juga tertantang untuk ikut serta menyampaikan informasi tentang kekayaan wisata Jawa Timur, misalanya kepada para tamu APEC 2013. Pada kesempatan itu, perlunya akan informasi dan wawasan tentang wisata sangat dibutuhkan.</p>
<p>Eksotisme yang disuguhkan wisata Jatim memang sedikit banyak sudah mencuri perhatian beberapa wisatawan negara lain. Dia juga menilai masih banyak berbagai wawasan tentang wisata Jawa Timur seperti wisata kuliner dan wisata sejarah yang ada di Kota Pahlawan ini. Berbagai jenis kuliner pun coba disuguhkan, seperti kue lapis legit, lontong balap, rawon dan masakan tradisional lain. Upaya ini juga mendapat respon positif dari para peserta APEC 2013 khususnya wisata sejarah yang ada di Surabaya.</p>
<p>naskah/foto : farid rusly</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href='http://www.eastjavatraveler.com/tantangan-mengenalkan-wisata-jawa-timur/amanda_sheraton__ejt2/' title='amanda_sheraton__ejt2'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/05/amanda_sheraton__ejt2-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="amanda_sheraton__ejt2" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/tantangan-mengenalkan-wisata-jawa-timur/amanda_sheraton__ejt1/' title='amanda_sheraton__ejt1'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/05/amanda_sheraton__ejt1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="amanda_sheraton__ejt1" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.eastjavatraveler.com/tantangan-mengenalkan-wisata-jawa-timur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasar Seni Lukis Indonesia Perkuat Ekonomi Kreatif</title>
		<link>http://www.eastjavatraveler.com/psli-2013-perkuat-ekonomi-kreatif/</link>
		<comments>http://www.eastjavatraveler.com/psli-2013-perkuat-ekonomi-kreatif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 May 2013 04:50:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi EastJava Traveler</dc:creator>
				<category><![CDATA[ART AND CULTURE]]></category>
		<category><![CDATA[NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[pasar seni lukis 2013]]></category>
		<category><![CDATA[pasar seni lukis jx international]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.eastjavatraveler.com/?p=5484</guid>
		<description><![CDATA[Setelah lima kali perhelatan, tahun ini Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) kembali digelar. Jika lokasi event yang diadakan sejak tahun 2008 ini sebelumnya di Balai Pemuda, tahun ini PSLI akan hadir di JX International Surabaya. Rencananya even yang akan dibuka oleh Gubernur Jatim Soekarwo pada 3 Mei 2013 pukul 16.00 ini akan menghadirkan 240 pelukis dari seluruh indonesia. Total tempat yang disediakan sebanyak 190 stand untuk memamerkan karya-karya terbaik mereka. &#8220;Tingginya animo pelukis tahun ini dikarenakan Jatim khususnya Surabaya telah dianggap sebagai pasar potensial bagi kemajuan industri properti seperti ini,&#8221; ujar M Anis, Ketua Panitia PSLI 2013. Menurut Direktur Sanggar Merah Putih itu, PSLI 2013 akan memantabkan peluang ekonomi kreatif yang berhasil diciptakan selama lima tahun ini. &#8220;Tahun lalu saja total omzet penjualan lukisan mencapai Rp 1,9 miliar. Tahun ini kami coba targetkan akan tembus sampai Rp 2,5 miliar,&#8221; ujar Pimpinan Redaksi situs Kemenpora itu. Rencananya tahun ini rangkaian PSLI akan dimarakkan dengan berbagai acara. Mulai dari berbagai macam suguhan pertunjukan seni gratis, hingga yang paling menarik akan digelar Pameran Tunggal Berdua karya dua pelukis senior Jatim, Dwijo Sukamto dan Makhfoed yang dibuka Menteri BUMN Dahlan Iskan pada Minggu, 5 Mei 2013. Bekerjasama dengan Percasi Jatim pimpinan Henky Kurniadi dan Wartawan Berpikir Olahraga, Menpora Roy Suryo juga akan turut hadir dalam acara sillaturahmi Seni Berpikir. Ia juga dijadwalkan akan menyerahkan hadiah pemenang lomba lukis catur yang berhadiah total Rp 12,5 juta, pada Senin, 6 Mei 2013. Yang membuat perbedaan pada even tahun lalu, selain lokasi yaitu pada kualitas lukisan dari para pelukis yang akan hadir semakin meningkat tahun ini. Dari segi peraturan juga akan memberi kebebasan dan tidak ada batasan apapun untuk karya yang akan dipamerkan. naskah/foto : farid rusly]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah lima kali perhelatan, tahun ini Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) kembali digelar. Jika lokasi event yang diadakan sejak tahun 2008 ini sebelumnya di Balai Pemuda, tahun ini PSLI akan hadir di JX International Surabaya.</p>
<p>Rencananya even yang akan dibuka oleh Gubernur Jatim Soekarwo pada 3 Mei 2013 pukul 16.00 ini akan menghadirkan 240 pelukis dari seluruh indonesia. Total tempat yang disediakan sebanyak 190 stand untuk memamerkan karya-karya terbaik mereka. &#8220;Tingginya animo pelukis tahun ini dikarenakan Jatim khususnya Surabaya telah dianggap sebagai pasar potensial bagi kemajuan industri properti seperti ini,&#8221; ujar M Anis, Ketua Panitia PSLI 2013.</p>
<p>Menurut Direktur Sanggar Merah Putih itu, PSLI 2013 akan memantabkan peluang ekonomi kreatif yang berhasil diciptakan selama lima tahun ini. &#8220;Tahun lalu saja total omzet penjualan lukisan mencapai Rp 1,9 miliar. Tahun ini kami coba targetkan akan tembus sampai Rp 2,5 miliar,&#8221; ujar Pimpinan Redaksi situs Kemenpora itu.</p>
<p>Rencananya tahun ini rangkaian PSLI akan dimarakkan dengan berbagai acara. Mulai dari berbagai macam suguhan pertunjukan seni gratis, hingga yang paling menarik akan digelar Pameran Tunggal Berdua karya dua pelukis senior Jatim, Dwijo Sukamto dan Makhfoed yang dibuka Menteri BUMN Dahlan Iskan pada Minggu, 5 Mei 2013.</p>
<p>Bekerjasama dengan Percasi Jatim pimpinan Henky Kurniadi dan Wartawan Berpikir Olahraga, Menpora Roy Suryo juga akan turut hadir dalam acara sillaturahmi Seni Berpikir. Ia juga dijadwalkan akan menyerahkan hadiah pemenang lomba lukis catur yang berhadiah total Rp 12,5 juta, pada Senin, 6 Mei 2013. Yang membuat perbedaan pada even tahun lalu, selain lokasi yaitu pada kualitas lukisan dari para pelukis yang akan hadir semakin meningkat tahun ini. Dari segi peraturan juga akan memberi kebebasan dan tidak ada batasan apapun untuk karya yang akan dipamerkan.</p>
<p>naskah/foto : farid rusly<br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/psli-2013-perkuat-ekonomi-kreatif/pasar-seni-lukis_ejt2/' title='pasar-seni-lukis_ejt2'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/05/pasar-seni-lukis_ejt2-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="pasar-seni-lukis_ejt2" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/psli-2013-perkuat-ekonomi-kreatif/pasar-seni-lukis_ejt1/' title='pasar-seni-lukis_ejt1'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/05/pasar-seni-lukis_ejt1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="pasar-seni-lukis_ejt1" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.eastjavatraveler.com/psli-2013-perkuat-ekonomi-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bantengan Sambut Hari Jadi Mojokerto ke-720 Tahun</title>
		<link>http://www.eastjavatraveler.com/bantengan-sambut-ulang-tahun-mojokerto-ke-720-tahun/</link>
		<comments>http://www.eastjavatraveler.com/bantengan-sambut-ulang-tahun-mojokerto-ke-720-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Apr 2013 09:32:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi EastJava Traveler</dc:creator>
				<category><![CDATA[ART AND CULTURE]]></category>
		<category><![CDATA[NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[bantengan mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[bantengan trawas]]></category>
		<category><![CDATA[hari jadi kabupaten mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[seni bantengan]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi bantengan jawa timur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.eastjavatraveler.com/?p=5468</guid>
		<description><![CDATA[Seni Bantengan merupakan budaya tradisi yang dikembangkan secara turun menurun oleh masyarakat, kesenian ini juga dihadirkan bagi masyarakat yang sedang berlatih pencak silat pada zaman penjajahan. Pada awalnya, seni bantengan sendiri menurut cerita masyarakat tumbuh di wilayah pegunungan Pacet dan Trawas, hingga berkembang  hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Sampai sekarang tradisi bantengan terus menunjukkan potensinya bagi pariwisata khususnya di Jawa Timur. Setiap pertunjukanya, seni bantengan memiliki berbagai cerita mengenai penjajahan yang digambarkan sebagai lambang dari rakyat jelata yang hidup berkelompok seperti halnya hewan banteng. Antusias masyarakat terhadap pertunjukan seni bantengan juga terus berkembang hingga saat ini. Hal inilah yang menjadikan Pemerintah Kabupaten Mojokerto optimis bahwa tradisi budaya seperti ini mampu memberikan peran positif untuk daya tarik bagi para wisatawan. Dalam rangka Festival Bulan Purnama Majapahit 2013 dan memperingati Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-720 Tahun, Dewan Kesenian Kabupaten Mojokerto kembali menggelar pertunjukan seni bantengan. Festival yang diselenggarakan di lapangan Desa Trawas, Kabupaten Mojokerto ini menghadirkan beberapa kesenian bantengan yang ada di sejumlah wilayah Jawa Timur. Sebanyak 17grup bantengan berlomba memberikan karya seni bantengan terbaik, acara yang dilaksanakan selama dua hari berturut-turut 27-28 April 2013 ini dimanfaatkan bagi masyarakat sekitar sebagai hiburan di akhir pekan. Tidak sedikit pula warga dari luar daerah mojokerto juga turut hadir untuk menyaksikan festival seni bantengan ini. Pada perkembanganya, era bantengan kini memiliki sedikit perubahan untuk penyesuaian di era modern ini. Beberapa kerangka kepala banteng yang dulu menggunakan kepala banteng asli, kini hanya menggunakan kayu untuk melindungi banteng dari perburuan liar. Diharapkan, dengan semakin maraknya pertunjukan seni bantengan mampu menjadikan seni tradisi ini sebagai ikon dan kebangaan Mojokerto yang cukup diminati. naskah/foto : farid rusly]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Seni Bantengan merupakan budaya tradisi yang dikembangkan secara turun menurun oleh masyarakat, kesenian ini juga dihadirkan bagi masyarakat yang sedang berlatih pencak silat pada zaman penjajahan. Pada awalnya, seni bantengan sendiri menurut cerita masyarakat tumbuh di wilayah pegunungan Pacet dan Trawas, hingga berkembang  hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Sampai sekarang tradisi bantengan terus menunjukkan potensinya bagi pariwisata khususnya di Jawa Timur.</p>
<p>Setiap pertunjukanya, seni bantengan memiliki berbagai cerita mengenai penjajahan yang digambarkan sebagai lambang dari rakyat jelata yang hidup berkelompok seperti halnya hewan banteng. Antusias masyarakat terhadap pertunjukan seni bantengan juga terus berkembang hingga saat ini. Hal inilah yang menjadikan Pemerintah Kabupaten Mojokerto optimis bahwa tradisi budaya seperti ini mampu memberikan peran positif untuk daya tarik bagi para wisatawan.</p>
<p>Dalam rangka Festival Bulan Purnama Majapahit 2013 dan memperingati Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-720 Tahun, Dewan Kesenian Kabupaten Mojokerto kembali menggelar pertunjukan seni bantengan. Festival yang diselenggarakan di lapangan Desa Trawas, Kabupaten Mojokerto ini menghadirkan beberapa kesenian bantengan yang ada di sejumlah wilayah Jawa Timur. Sebanyak 17grup bantengan berlomba memberikan karya seni bantengan terbaik, acara yang dilaksanakan selama dua hari berturut-turut 27-28 April 2013 ini dimanfaatkan bagi masyarakat sekitar sebagai hiburan di akhir pekan. Tidak sedikit pula warga dari luar daerah mojokerto juga turut hadir untuk menyaksikan festival seni bantengan ini.</p>
<p>Pada perkembanganya, era bantengan kini memiliki sedikit perubahan untuk penyesuaian di era modern ini. Beberapa kerangka kepala banteng yang dulu menggunakan kepala banteng asli, kini hanya menggunakan kayu untuk melindungi banteng dari perburuan liar. Diharapkan, dengan semakin maraknya pertunjukan seni bantengan mampu menjadikan seni tradisi ini sebagai ikon dan kebangaan Mojokerto yang cukup diminati.</p>
<p><a href="http://www.eastjavatraveler.com/">n</a>askah/foto : farid rusly<br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/bantengan-sambut-ulang-tahun-mojokerto-ke-720-tahun/bantengan_ejt1/' title='bantengan_ejt1'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/bantengan_ejt1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="bantengan_ejt1" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/bantengan-sambut-ulang-tahun-mojokerto-ke-720-tahun/bantengan_ejt2/' title='bantengan_ejt2'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/bantengan_ejt2-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="bantengan_ejt2" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/bantengan-sambut-ulang-tahun-mojokerto-ke-720-tahun/bantengan_ejt3/' title='bantengan_ejt3'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/bantengan_ejt3-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="bantengan_ejt3" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/bantengan-sambut-ulang-tahun-mojokerto-ke-720-tahun/bantengan_ejt4/' title='bantengan_ejt4'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/bantengan_ejt4-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="bantengan_ejt4" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/bantengan-sambut-ulang-tahun-mojokerto-ke-720-tahun/bantengan_ejt6/' title='bantengan_ejt6'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/bantengan_ejt6-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="bantengan_ejt6" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/bantengan-sambut-ulang-tahun-mojokerto-ke-720-tahun/bantengan_ejt7/' title='bantengan_ejt7'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/bantengan_ejt7-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="bantengan_ejt7" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.eastjavatraveler.com/bantengan-sambut-ulang-tahun-mojokerto-ke-720-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sensasi Hari Kartini di Jalan Tunjungan</title>
		<link>http://www.eastjavatraveler.com/sensasi-hari-kartini-di-jalan-tunjungan/</link>
		<comments>http://www.eastjavatraveler.com/sensasi-hari-kartini-di-jalan-tunjungan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Apr 2013 07:40:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi EastJava Traveler</dc:creator>
				<category><![CDATA[ART AND CULTURE]]></category>
		<category><![CDATA[NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[hari kartini]]></category>
		<category><![CDATA[hari kartini surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[jalan tunjungan kartinian]]></category>
		<category><![CDATA[kartini di tunjungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.eastjavatraveler.com/?p=5451</guid>
		<description><![CDATA[Tak seperti biasanya, rutinitas setiap minggu pagi di Jalan Tunjungan yang sering dimanfaatkan warga Surabaya untuk kegiatan Car Free Day, kini sedikit berbeda. Sejumlah wanita menggunakan baju tradisional kebaya memadati area Jalan Tunjungan. Kawasan yang sudah menjadi ikon Kota Sejarah sejak dulu, dimanfaatkan untuk mengingat kembali kenangan warga Kota Pahlawan  akan perjuangan dengan beragam acara. Bertepatan dengan hari Kartini tanggal 21 April, Komunitas Bonek dan Komunitas RMT ( Rekayorek Mlaku-mlaku nang Tunjungan) mengadakan acara yang bertema pemainan tradisonal. Beberapa perwakilan seperti komunitas sepeda, bunda PAUD se-Surabaya, ibu-ibu PKK dan ibu-ibu perwakilan anggota dewan kota surabaya turut memeriahkan peringatan hari Kartini. Aksi joget bareng hingga lomba permainan dakon dan klompen menjadi daya tarik warga Surabaya yang datang menyaksikan acara tersebut. Disela-sela acara turut hadir pula Lisa Face Off, pasien ganti wajah yang ikut berbaur beradu canda dengan sejumlah pengajar PAUD memainkan permainan tradisional yang sudah disediakan oleh panitia. Tak banyak masyarakat yang masih mengenal baik permainan tradisional kita, khususnya remaja saat ini. Kemajuan teknologi seolah memaksa mereka untuk menyita waktu lebih hingga perlahan melupakan budaya asli surabaya menurut ketua panitia Siti Nasyi&#8217;ah. Melalui acara ini, beberapa permainan tradisional coba dihidupkan kembali antara lain, klompen bersama, ular tangga, engrang, dakon, gobak sodor dan yang lain. Diharapkan acara seperti ini mampu mendongkrak kembali rasa kecintaan warga terhadap Jalan Tunjungan dan semua kenangan yang ada. naskah/foto : farid rusly &#160;]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Tak seperti biasanya, rutinitas setiap minggu pagi di Jalan Tunjungan yang sering dimanfaatkan warga Surabaya untuk kegiatan Car Free Day, kini sedikit berbeda. Sejumlah wanita menggunakan baju tradisional kebaya memadati area Jalan Tunjungan. Kawasan yang sudah menjadi ikon Kota Sejarah sejak dulu, dimanfaatkan untuk mengingat kembali kenangan warga Kota Pahlawan  akan perjuangan dengan beragam acara. Bertepatan dengan hari Kartini tanggal 21 April, Komunitas Bonek dan Komunitas RMT ( Rekayorek Mlaku-mlaku nang Tunjungan) mengadakan acara yang bertema pemainan tradisonal.</p>
<p>Beberapa perwakilan seperti komunitas sepeda, bunda PAUD se-Surabaya, ibu-ibu PKK dan ibu-ibu perwakilan anggota dewan kota surabaya turut memeriahkan peringatan hari Kartini. Aksi joget bareng hingga lomba permainan dakon dan klompen menjadi daya tarik warga Surabaya yang datang menyaksikan acara tersebut.</p>
<p>Disela-sela acara turut hadir pula Lisa Face Off, pasien ganti wajah yang ikut berbaur beradu canda dengan sejumlah pengajar PAUD memainkan permainan tradisional yang sudah disediakan oleh panitia. Tak banyak masyarakat yang masih mengenal baik permainan tradisional kita, khususnya remaja saat ini. Kemajuan teknologi seolah memaksa mereka untuk menyita waktu lebih hingga perlahan melupakan budaya asli surabaya menurut ketua panitia Siti Nasyi&#8217;ah.</p>
<p>Melalui acara ini, beberapa permainan tradisional coba dihidupkan kembali antara lain, klompen bersama, ular tangga, engrang, dakon, gobak sodor dan yang lain. Diharapkan acara seperti ini mampu mendongkrak kembali rasa kecintaan warga terhadap Jalan Tunjungan dan semua kenangan yang ada.</p>
<p>naskah/foto : farid rusly</p>
<p><a href='http://www.eastjavatraveler.com/sensasi-hari-kartini-di-jalan-tunjungan/ejt_kartini7/' title='ejt_kartini7'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/ejt_kartini7-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="ejt_kartini7" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/sensasi-hari-kartini-di-jalan-tunjungan/ejt_kartini1/' title='ejt_kartini1'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/ejt_kartini1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="ejt_kartini1" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/sensasi-hari-kartini-di-jalan-tunjungan/ejt_kartini2/' title='ejt_kartini2'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/ejt_kartini2-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="ejt_kartini2" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/sensasi-hari-kartini-di-jalan-tunjungan/ejt_kartini3/' title='ejt_kartini3'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/ejt_kartini3-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="ejt_kartini3" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/sensasi-hari-kartini-di-jalan-tunjungan/ejt_kartini4/' title='ejt_kartini4'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/ejt_kartini4-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="ejt_kartini4" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/sensasi-hari-kartini-di-jalan-tunjungan/ejt_kartini6/' title='ejt_kartini6'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/ejt_kartini6-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="ejt_kartini6" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/sensasi-hari-kartini-di-jalan-tunjungan/ejt_kartini5/' title='ejt_kartini5'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/ejt_kartini5-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="ejt_kartini5" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.eastjavatraveler.com/sensasi-hari-kartini-di-jalan-tunjungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Exotica Kebaya Ala Royal Plaza</title>
		<link>http://www.eastjavatraveler.com/exotica-kebaya/</link>
		<comments>http://www.eastjavatraveler.com/exotica-kebaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Apr 2013 04:52:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi EastJava Traveler</dc:creator>
				<category><![CDATA[LIFESTYLE]]></category>
		<category><![CDATA[NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[exotica kebaya surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[fashion kebaya surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[kebaya royal plaza]]></category>
		<category><![CDATA[kebaya surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.eastjavatraveler.com/?p=5432</guid>
		<description><![CDATA[Kebaya sebagai busana tradisional Indonesia semakin dikenal dengan kesan anggun dan klasiknya. Desain busana kebaya juga kini semakin banyak mengalami perubahan untuk dimodifikasi dengan bahan-bahan kain lainya. Dalam hal ini, untuk pertama kalinya Royal Plaza Surabaya menggelar event bertema kebaya. Beragam rancangan kebaya dari berbagai desainer dipertontonkan kepada pengunjung Royal Plaza, Jumat (19/04/2013). Pagelaran bertema Exotica Kebaya ini mempunyai beberapa rangkaian acara, selain diisi dengan berbagai lomba yang bertemakan kebaya, even ini juga menghadirkan fashion show dari sejumlah desainer kenamaan seperti, Ayok Dwipancara, Marga Alam, Elok Regge, Monica Weber, Djoko Sasongko, Ferry Daud, Vera Suraiya, Rumah Kebaya, IK Fashion House dan Broken White. Promotion Manager Royal Plaza, Vicky Ratih, mengatakan, Exotica Kebaya digelar mulai 19 April 2013 hingga Minggu 21 April 2013. Rangkaian acara dibuka dengan Audisi Putri Kebaya Model dan dilanjutkan dengan beberapa acara lain, Di antaranya lomba ibu luwes Berkebaya hingga show kebaya. Pada hari berikutnya adalah lomba rancang kebaya. Dengan berbagai motif kebaya tradisional dan modern nampak anggun dibawakan beberapa model. Kemudian dilanjutkan dengan lomba Ilustrasi dan show kebaya. Hingga pada hari terakhir 21 April 2013 juga akan diisi dengan kebaya kids competition, putri kebaya competition dan show kebaya. Setiap harinya pengunjung Exotica Kebaya juga dapat melihat rancangan para desainer ternama, sekaligus membeli busana yang tampil di stand pameran Exotica Kebaya. Selain itu Vicky juga mengungkapkan, pagelaran ini dapat disaksikan secara gratis untuk para pengunjung Royal Plaza Surabaya. naskah/foto : farid rusly]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Kebaya sebagai busana tradisional Indonesia semakin dikenal dengan kesan anggun dan klasiknya. Desain busana kebaya juga kini semakin banyak mengalami perubahan untuk dimodifikasi dengan bahan-bahan kain lainya. Dalam hal ini, untuk pertama kalinya Royal Plaza Surabaya menggelar event bertema kebaya. Beragam rancangan kebaya dari berbagai desainer dipertontonkan kepada pengunjung Royal Plaza, Jumat (19/04/2013).</p>
<p>Pagelaran bertema Exotica Kebaya ini mempunyai beberapa rangkaian acara, selain diisi dengan berbagai lomba yang bertemakan kebaya, even ini juga menghadirkan fashion show dari sejumlah desainer kenamaan seperti, Ayok Dwipancara, Marga Alam, Elok Regge, Monica Weber, Djoko Sasongko, Ferry Daud, Vera Suraiya, Rumah Kebaya, IK Fashion House dan Broken White.</p>
<p>Promotion Manager Royal Plaza, Vicky Ratih, mengatakan, Exotica Kebaya digelar mulai 19 April 2013 hingga Minggu 21 April 2013. Rangkaian acara dibuka dengan Audisi Putri Kebaya Model dan dilanjutkan dengan beberapa acara lain,<br />
Di antaranya lomba ibu luwes Berkebaya hingga show kebaya.</p>
<p>Pada hari berikutnya adalah lomba rancang kebaya. Dengan berbagai motif kebaya tradisional dan modern nampak anggun dibawakan beberapa model. Kemudian dilanjutkan dengan lomba Ilustrasi dan show kebaya. Hingga pada hari terakhir 21 April 2013 juga akan diisi dengan kebaya kids competition, putri kebaya competition dan show kebaya.</p>
<p>Setiap harinya pengunjung Exotica Kebaya juga dapat melihat rancangan para desainer ternama, sekaligus membeli busana yang tampil di stand pameran Exotica Kebaya. Selain itu Vicky juga mengungkapkan, pagelaran ini dapat disaksikan secara gratis untuk para pengunjung Royal Plaza Surabaya.</p>
<p>naskah/foto : farid rusly</p>
<p><a href='http://www.eastjavatraveler.com/exotica-kebaya/kebaya_web-ejt8/' title='kebaya_web-ejt8'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/kebaya_web-ejt8-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="kebaya_web-ejt8" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/exotica-kebaya/kebaya_web-ejt3/' title='kebaya_web-ejt3'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/kebaya_web-ejt3-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="kebaya_web-ejt3" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/exotica-kebaya/kebaya_web-ejt2/' title='kebaya_web-ejt2'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/kebaya_web-ejt2-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="kebaya_web-ejt2" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/exotica-kebaya/kebaya_web-ejt1/' title='kebaya_web-ejt1'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/kebaya_web-ejt1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="kebaya_web-ejt1" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/exotica-kebaya/kebaya_web-ejt4/' title='kebaya_web-ejt4'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/kebaya_web-ejt4-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="kebaya_web-ejt4" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/exotica-kebaya/kebaya_web-ejt5/' title='kebaya_web-ejt5'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/kebaya_web-ejt5-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="kebaya_web-ejt5" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/exotica-kebaya/kebaya_web-ejt6/' title='kebaya_web-ejt6'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/kebaya_web-ejt6-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="kebaya_web-ejt6" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/exotica-kebaya/kebaya_web-ejt7/' title='kebaya_web-ejt7'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/kebaya_web-ejt7-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="kebaya_web-ejt7" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.eastjavatraveler.com/exotica-kebaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Air Terjun Toroan, Mutiara Terpendam Kabupaten Sampang</title>
		<link>http://www.eastjavatraveler.com/air-terjun-toroan-mutiara-terpendam-kabupaten-sampang/</link>
		<comments>http://www.eastjavatraveler.com/air-terjun-toroan-mutiara-terpendam-kabupaten-sampang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Apr 2013 05:59:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi EastJava Traveler</dc:creator>
				<category><![CDATA[TRAVELING]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.eastjavatraveler.com/?p=5417</guid>
		<description><![CDATA[Air terjun ini terletak di di Desa Ketapang Daja, Ketapang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Berdiri anggun, berjajar dengan etalase alam yang asri. Pepohonan rindang, bebatuan yang alami, dan tentu saja, udara yang segar. Tinggi Air Terjun Toroan hanya 20 meter. Bandingkan dengan Air Terjun Sedudo di Nganjuk yang tingginya mencapai lebih dari 100 meter. Namun demikian, banyak yang menyebut air terjun ini sebagai salah satu yang terindah di Jawa Timur. Apalagi saat matahari terbenam. Keunikan yang dimiliki, selain kondisi alamnya yang masih sangat terjaga, adalah aliran airnya yang mengalir langsung ke Laut Jawa. Untuk mencapai Air Terjun Toroan, kita tinggal berkendara dari Surabaya ke arah Madura. Jarak tempuh kurang lebih 110 kilometer. Jika Anda tidak menggunakan kendaraan pribadi, Anda bisa menggunakan angkutan umum dan turun di Desa Ketapang. Kebetulan, objek wisata ini cukup dekat dengan jalan raya. Sehingga dari tempat parkir di Desa Ketapang Daja, kita bisa berjalan kaki langsung menuju pantai. Jarak perjalanan tak sampai 100 meter. foto : edwin novianto &#124; eastjava traveler photo contest 1]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/ejtcom-AirTerjunToroan.jpg" alt="ejtcom-AirTerjunToroan" width="100%" class="alignnone size-full wp-image-5418" /><br />
Air terjun ini terletak di di Desa Ketapang Daja, Ketapang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Berdiri anggun, berjajar dengan etalase alam yang asri. Pepohonan rindang, bebatuan yang alami, dan tentu saja, udara yang segar. </p>
<p>Tinggi Air Terjun Toroan hanya 20 meter. Bandingkan dengan Air Terjun Sedudo di Nganjuk yang tingginya mencapai lebih dari 100 meter. Namun demikian, banyak yang menyebut air terjun ini sebagai salah satu yang terindah di Jawa Timur. Apalagi saat matahari terbenam. </p>
<p>Keunikan yang dimiliki, selain kondisi alamnya yang masih sangat terjaga, adalah aliran airnya yang mengalir langsung ke Laut Jawa. </p>
<p>Untuk mencapai Air Terjun Toroan, kita tinggal berkendara dari Surabaya ke arah Madura. Jarak tempuh kurang lebih 110 kilometer. Jika Anda tidak menggunakan kendaraan pribadi, Anda bisa menggunakan angkutan umum dan turun di Desa Ketapang. Kebetulan, objek wisata ini cukup dekat dengan jalan raya. </p>
<p>Sehingga dari tempat parkir di Desa Ketapang Daja, kita bisa berjalan kaki langsung menuju pantai. Jarak perjalanan tak sampai 100 meter.</p>
<p><strong>foto : edwin novianto | eastjava traveler photo contest 1</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.eastjavatraveler.com/air-terjun-toroan-mutiara-terpendam-kabupaten-sampang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menikmati Avocado Spa di Ibis Surabaya Rajawali Hotel</title>
		<link>http://www.eastjavatraveler.com/menikmati-avocado-spa-di-ibis-surabaya-rajawali-hotel/</link>
		<comments>http://www.eastjavatraveler.com/menikmati-avocado-spa-di-ibis-surabaya-rajawali-hotel/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Apr 2013 06:38:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi EastJava Traveler</dc:creator>
				<category><![CDATA[LIFESTYLE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.eastjavatraveler.com/?p=5424</guid>
		<description><![CDATA[Hotel ibis Surabaya Rajawali mempersembahkan varian spa baru kepada tamu maupun masyarakat umum yang ingin mencoba khasiatnya. Tepatnya di Club Arena Spa and Fitness Centre yang berada didalam Hotel ibis Surabaya Rajawali, Anda dapat mencoba kenikmatan dan khasiat dari spa alpukat. Avocado atau buah Alpukat kaya akan vitamin E, dan mengandung omega 3, sehingga dapat menjadi antioksidan yang baik, mencegah penuaan dini, dan sebagai pelembab kulit alami. Buah alpukat juga bersifat anti inflamasi sehingga dapat mendinginkan kulit. Cocok untuk kulit kering atau yang sering berada di dalam ruangan berpendingin ruangan (AC). Selain itu, Kandungan Vitamin B, E, C, dan K, serta potassium yang ada dalam alpukat mampu mengurangi tanda penuaan, melembutkan, serta mencegah kulit kering. Scrub Alpukat merupakan cara tepat untuk membersihkan kulit sekaligus melembabkan. Gosokkan scrub dengan lembut selama 2 hingga 4 menit untuk membantu regenerasi sel kulit mati. Jika memiliki waktu luang, lakukan perawatan spa menggunakan alpukat. Pijatan menggunakan minyak alpukat untuk mengencangkan dan memberi kelembaban pada kulit. Waktu yang dibutuhkan untuk sekali treatment Avocado Spa yaitu 90 menit. Waktu tersebut dinilai cukup untuk membuat zat bermanfaat yang terkandung meresap pada kulit. Khusus untuk bulan April 2013, anda dapat menikmati spa ini dengan harga promo Rp 250.000, dari harga normal Rp. 450,000. Harga tersebut termasuk, welcome drink Avocado Juice, accue massage, avocado body scrub, dan avocado body masker. naskah dan foto : dok ibis hotel surabaya]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Hotel ibis Surabaya Rajawali mempersembahkan varian spa baru kepada tamu maupun masyarakat umum yang ingin mencoba khasiatnya. Tepatnya di Club Arena Spa and Fitness Centre yang berada didalam Hotel ibis Surabaya Rajawali, Anda dapat mencoba kenikmatan dan khasiat dari spa alpukat.</p>
<p>Avocado atau buah Alpukat kaya akan vitamin E, dan mengandung omega 3, sehingga dapat menjadi antioksidan yang baik, mencegah penuaan dini, dan sebagai pelembab kulit alami. Buah alpukat juga bersifat anti inflamasi sehingga dapat mendinginkan kulit. Cocok untuk kulit kering atau yang sering berada di dalam ruangan berpendingin ruangan (AC).</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-5426" alt="ejtcom-ibis" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/ejtcom-ibis1-300x252.jpg" width="300" height="252" />Selain itu, Kandungan Vitamin B, E, C, dan K, serta potassium yang ada dalam alpukat mampu mengurangi tanda penuaan, melembutkan, serta mencegah kulit kering. Scrub Alpukat merupakan cara tepat untuk membersihkan kulit sekaligus melembabkan. Gosokkan scrub dengan lembut selama 2 hingga 4 menit untuk membantu regenerasi sel kulit mati. Jika memiliki waktu luang, lakukan perawatan spa menggunakan alpukat. Pijatan menggunakan minyak alpukat untuk mengencangkan dan memberi kelembaban pada kulit.</p>
<p>Waktu yang dibutuhkan untuk sekali treatment Avocado Spa yaitu 90 menit. Waktu tersebut dinilai cukup untuk membuat zat bermanfaat yang terkandung meresap pada kulit. Khusus untuk bulan April 2013, anda dapat menikmati spa ini dengan harga promo Rp 250.000, dari harga normal Rp. 450,000. Harga tersebut termasuk, welcome drink Avocado Juice, accue massage, avocado body scrub, dan avocado body masker.</p>
<p><strong>naskah dan foto : dok ibis hotel surabaya</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.eastjavatraveler.com/menikmati-avocado-spa-di-ibis-surabaya-rajawali-hotel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terbang Melayang bersama Wisata Paralayang</title>
		<link>http://www.eastjavatraveler.com/wisata-paralayang-bikin-jantung-melayang/</link>
		<comments>http://www.eastjavatraveler.com/wisata-paralayang-bikin-jantung-melayang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Apr 2013 05:34:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi EastJava Traveler</dc:creator>
				<category><![CDATA[TRAVELING]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.eastjavatraveler.com/?p=5410</guid>
		<description><![CDATA[Tidak hanya menjanjikan keindahan panorama alam saja, Kota Wisata Batu (KWB) juga makin dilengkapi dengan pilihan destinasi wisata minat khusus. Salah satunya adalah Wana Wisata Paralayang. Lokasi wisatawan untuk menikmati serta merasakan adu adrenalin di kota ini adalah dari Gunung Banyak (atas tempat wisata Songgoriti). Paralayang atau Paradigling, merupakan jenis olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain (parasut) yang lepas landas dengan kaki untuk tujuan rekreasi atau kompetisi. Untuk penerbangannya harus dilakukan di area ketinggian, karena parasut dapat melayang dengan memanfaatkan hembusan angin kencang. Terbang melayang dari ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut tentu membuat jantung wisatawan siap berdetak kencang. Akan tetapi saat berada di tengah ketinggian, ketegangan kita terbayar sudah dengan pemandangan Kota Batu yang dikelilingi gunung. Aset-aset perkotaan terlihat jelas saat mata melihat ke bawah. Belum lagi hembusan angin yang cukup kencang dan udara dingin yang kita rasakan saat terbang, membuat siapa saja yang berada di sini serasa enggan meninggalkan lokasi begitu cepat. Jika anda berkunjung di tempat ini pada akhir pekan atau hari-hari libur, selain kita disuguhi indahnya Kota Batu dari ketinggian, juga dapat menikmati atau mengamati para pilot paralayang yang terbang melayang bersama angin dan mendarat di Landing Area Songgomaruto di desa Songgokerto, Kota Batu. Atau jika anda ingin merasakan sensasi terbang dengan paralayang, anda bisa mencoba untuk terbang secara tandem bersama pilot yang sudah berpengalaman. Wisata Paralayang Gunung Banyak disebut juga dengan Wana Wisata Dirgantara Gunung Banyak. Obyek wisata ini diresmikan oleh Marsekal TNI Bapak Hanafie Asnan yang pada waktu itu menjabat sebagai Ketua Umum Federasi Aero Sport Indonesia, pada tanggal 20 Juni 2000 bertepatan dengan PON XV Jawa Timur. Tahun 2011 dapat dibilang sebagai tonggak keterkenalan Wisata Paralayang Gunung Banyak. Karena saat itu, digelar kejuaraan Paralayang berskala internasional “Batu Open Paralayang 2011” yang tidak hanya diikuti oleh peserta lokal dan nasional dari tuan rumah Indonesia, namun sedikitnya sekitar 15 negara turut serta mengikuti kejuaraan ini. Beberapa negara yang berpartisipasi di antaranya, Filipina, Malaysia, Singapura, Vietnam, Swiss, dan lainnya. naskah : m.ridlo&#8217;i &#124; foto : budi irawan (indonesiaimages.net)]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak hanya menjanjikan keindahan panorama alam saja, Kota Wisata Batu (KWB) juga makin dilengkapi dengan pilihan destinasi wisata minat khusus. Salah satunya adalah Wana Wisata Paralayang. Lokasi wisatawan untuk menikmati serta merasakan adu adrenalin di kota ini adalah dari Gunung Banyak (atas tempat wisata Songgoriti).</p>
<p>Paralayang atau Paradigling, merupakan jenis olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain (parasut) yang lepas landas dengan kaki untuk tujuan rekreasi atau kompetisi. Untuk penerbangannya harus dilakukan di area ketinggian, karena parasut dapat melayang dengan memanfaatkan hembusan angin kencang.</p>
<p>Terbang melayang dari ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut tentu membuat jantung wisatawan siap berdetak kencang. Akan tetapi saat berada di tengah ketinggian, ketegangan kita terbayar sudah dengan pemandangan Kota Batu yang dikelilingi gunung. Aset-aset perkotaan terlihat jelas saat mata melihat ke bawah.</p>
<p>Belum lagi hembusan angin yang cukup kencang dan udara dingin yang kita rasakan saat terbang, membuat siapa saja yang berada di sini serasa enggan meninggalkan lokasi begitu cepat. Jika anda berkunjung di tempat ini pada akhir pekan atau hari-hari libur, selain kita disuguhi indahnya Kota Batu dari ketinggian, juga dapat menikmati atau mengamati para pilot paralayang yang terbang melayang bersama angin dan mendarat di Landing Area Songgomaruto di desa Songgokerto, Kota Batu. Atau jika anda ingin merasakan sensasi terbang dengan paralayang, anda bisa mencoba untuk terbang secara tandem bersama pilot yang sudah berpengalaman.</p>
<p>Wisata Paralayang Gunung Banyak disebut juga dengan Wana Wisata Dirgantara Gunung Banyak. Obyek wisata ini diresmikan oleh Marsekal TNI Bapak Hanafie Asnan yang pada waktu itu menjabat sebagai Ketua Umum Federasi Aero Sport Indonesia, pada tanggal 20 Juni 2000 bertepatan dengan PON XV Jawa Timur.</p>
<p>Tahun 2011 dapat dibilang sebagai tonggak keterkenalan Wisata Paralayang Gunung Banyak. Karena saat itu, digelar kejuaraan Paralayang berskala internasional “Batu Open Paralayang 2011” yang tidak hanya diikuti oleh peserta lokal dan nasional dari tuan rumah Indonesia, namun sedikitnya sekitar 15 negara turut serta mengikuti kejuaraan ini. Beberapa negara yang berpartisipasi di antaranya, Filipina, Malaysia, Singapura, Vietnam, Swiss, dan lainnya.</p>
<p><strong>naskah : m.ridlo&#8217;i | foto : budi irawan (indonesiaimages.net)</strong></p>
<p><a href='http://www.eastjavatraveler.com/wisata-paralayang-bikin-jantung-melayang/paralayang-4/' title='paralayang-4'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/paralayang-4-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="paralayang-4" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/wisata-paralayang-bikin-jantung-melayang/paralayang-3/' title='paralayang-3'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/paralayang-3-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="paralayang-3" /></a><br />
<a href='http://www.eastjavatraveler.com/wisata-paralayang-bikin-jantung-melayang/paralayang-2/' title='paralayang-2'><img width="150" height="150" src="http://www.eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/2013/04/paralayang-2-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="paralayang-2" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.eastjavatraveler.com/wisata-paralayang-bikin-jantung-melayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
