Harmoni Kecil Pasar Pabean Surabaya


Siang mulai terik di Pasar Pabean, Surabaya. Heri, 40 tahun, sibuk menata barang dagangannya. Bersama beberapa karyawannya, ia mulai menyusun ikan-ikan yang baru dikirim oleh pemasok langganannya.

Heri adalah salah satu pedagang ikan di Pasar Pabean. Sudah 10 tahun ia mengais rejeki dari hasil menjual ikan laut. “Setiap hari kami menyediakan kurang lebih 1 ton ikan laut,” aku pria berumur 40 tahun ini ramah.

Berjualan di antara pedagang lain yang rata-rata berasal dari Madura, Heri yang lahir dari keluarga Tionghoa ini sama sekali tidak rikuh. Begitu juga pedagang lainnya. Sambil menata dagangan dan melayani pembeli, mereka sesekali bertegur sapa dan bercanda.

“Di sini aman-aman saja. Walaupun beda ras, baik-baik semua kok,” ujar Heri. Stan penjualan Heri sangatlah biasa, layaknya penjual yang lain. Ia mengaku, stan yang ia gunakan ini merupakan sudah digunakan keluarganya turun-temurun.

Meski sudah memiliki anak buah, pria ini kerap turun tangan sendiri untuk menata dagangan. Dengan lincah ia menata wadah berisi ikan tongkol, diletakkan di sebelah ikan tuna. Di tempatnya, ikan tuna merupakan produk laut yang paling laris. di luar itu, stan tempat ia berjualan juga kerap jadi jujugan pembeli yang ingin membeli Ikan tengiri, kerapu, bahkan kakap.

Biasanya, Heri dan anak buahnya akan memilah, mana ikan dengan kualitas terbaik dan yang biasa. Yang terbaik langsung diambil ke resto-resto ternama di Surabaya. “Level satu buat restoran, sisanya dari resto ke kaki lima. Kalo agak jelek ke pemanggangan,” jelas Heri.

Meski demikian, selama ini Heri tetap menjaga kualitas ikan dagangannya. Bahkan ia berani mengatakan, kualitas ikan yang dimiliki selalu nomor satu. Meski ia mengaku, di setiap pengiriman ikan tidak semua diterima dalam keadaan sempurna. “Kualitas tetep bagus, tetep nomor dua lah,” candanya.

Pasar Pabean, hingga kini tetap bertahan sebagai pasar terbesar di Surabaya. Keberadaannya yang mengiringi pertumbuhan kota Surabaya, dinilai memiliki kontribusi istimewa bagi pendapatan asli Kota Surabaya.

Di luar itu, sebagai pasar yang berkembang di kawasan lama Surabaya utara, Pasar Pabean juga tumbuh dalam keunikan dan keberagaman. Lihat saja, di sepanjang lorong dan jalan pasar, dengan mudah kita akan bertemu orang Tionghoa, Madura, Jawa, dan Arab. Mereka bertemu, berinteraksi dan bertransaksi, dan berkembang bersama-sama. (amos octa, tutut indriana)