Mengajak warga dan wisatawan agar lebih kenal dengan Surabaya sebagai kota industri, House of Sampoerna (HOS) menggelar program tematik tur Surabaya Heritage Track (SHT) ‘Surabaya Kota Industri’, 14 Agustus hingga 13 September 2018 mendatang.

Dalam program ini trackers diajak untuk menyaksikan kekuatan industri Surabaya di masa lalu dengan berkunjung ke PT Boma Bisma Indra (PTBBI), sebuah perusahaan pengolahan baja untuk kebutuhan industri.

Saat ini, PTBBI memiliki tiga unit usaha. Masing-masing Divisi Mesin dan Peralatan Industri (MPI) di Pasuruan, Unit Foundry di Pasuruan, dan unit Manajemen Proyek dan Jasa (MPJ) di Surabaya. Di luar itu ada juga satu anak perusahaan, PT Bromo Steel Indonesia (PT BOSTO) di Pasuruan. Secara operasional PTBBI didukung oleh sekitar 350 karyawan organik dan 150 karyawan non organik.

Perusahaan ini memiliki sejarah yang cukup panjang. Bermula dari keinginan Pemerintah Belanda untuk mendirikan tiga perusahaan, yaitu NV De Bromo, NV De Industrie, dan NV De Vulkan. Tiga perusahaan ini merupakan pelopor produsen mesin-mesin berat untuk pabrik-pabrik gula di Jawa.

Tahun 1958, tiga perusahaan ini dinasionalisasi dan bermetamorfosa jadi PN Boma, PN Indra, PN Bisma. Lalu 13 tahun kemudian, tiga perusahaan ini digabung menjadi PT Boma Bisma Indra.

Selain jalan-jalan di PTBBI, trackers nantinya juga diajak melihat perjalanan bisnis PT HM Sampoerna dengan berkunjung ke Museum House of Sampoerna.

Menurut Rani Anggraini, Manager Museum dan Marketing HOS, tur tematik SHT diselenggarakan pada periode-periode tertentu guna memperkenalkan sejarah kota Surabaya. “Termasuk berbagai bangunan dan kawasan yang memiliki nilai sejarah tinggi,” katanya.

Tur SHT, lanjutnya, dapat dinikmati oleh wisatawan secara cuma-cuma. Melalui berbagai tur SHT, trackers tak hanya dapat menikmati berbagai bangunan cagar budaya, namun juga mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru. (julia tri sarasdewi | foto : istimewa)