Jika komika Dodit Mulyanto selalu mengenalkan diri dengan kalimat “Saya asli Jawa, namun memegang erat budaya Eropa”, maka, generasi muda hari ini, telah beralih kiblat. Eropa tidak lagi menjadi satu-satunya budaya luar yang identik dengan kesan keren atau gaul. Sebab, kebudayaan lain seperti Jepang dan Korea juga makin lekat di kehidupan anak muda. Utamanya, hasil dari ekspansi film dan musik beberapa tahun terakhir.

Kondisi ini dipahami betul oleh salah satu warga Korea Selatan yang singgah di Indonesia. Tiga tahun lalu, ia mendirikan cafe di Surabaya dengan nama JK. Singkatan dari Jalan Korea. “Maaf, mas. Bapaknya lagi ke luar kota. Saya gak hafal namanya. Susah dieja,” jelas Bella, koki sekaligus barista Kafe JK.

Sekilas, interior kafe yang berada di komplek pertokoan jalan Raya Jemursari 76D ini sama seperti kafe lain. Tidak terlihat suasana korea, selain tersedianya sumpit sekali pakai di masing-masing meja. Seperempat ruangan bagian dalam, digunakan sebagai dapur. Sisanya, ruang untuk pelanggan. Dindingnya bercat putih dengan hiasan wallpaper pohon dan gambar cangkir kopi. Ada enam meja di sana. Jumlah kursi tiap meja beragam. Jenis kursi yang digunakan pun berbeda-beda. Ada kursi kayu, kursi plastik dan sofa.

Kesan korea baru terlihat ketika menuju meja pemesanan. Di sana, pengunjung akan disuguhi daftar menu dengan isi ragam makanan korea seperti Kimbap, Chamchi Kimbap, Bulgogi Deopbap dan Cajangmyeon. Untuk minuman, selain menyediakan ragam olahan kopi seperti Americano, Capuccino dan Latte, tersedia pula minuman korea. Di sini, pengunjung berkesempatan merasakan aneka minuman populer korea seperti Bingsu dan Sapphire Blue Ocean.

Beragam kuliner khas korea tadi, dibanderol dengan harga yang juga beragam. Kimchi misalnya, dihargai Rp 5000 satu porsi. Sedangkan Bulgogi Kimbap Rp 35.000 dan yang paling mahal ada dinharga Rp 50.000 untuk makanan seperti Cheese Teokbokki dan Bulgogi Deopbap. Untuk harga kopi, berada di kisaran harga Rp 15.000 sampai Rp 30.000.

Kafe JK ini akan terasa makin cocok bagi kalian K-Popers, atau pecinta drama korea karena selain menyediakan ragam makanan korea, Kafe JK juga membuka program kursus bahasa korea. Pengampunya pun langsung oleh si pemilik yang asli warga Korea Selatan. “Kelasnya ada yang reguler ada yang prifat. Hanya tinggal mengisi formulir saja. Biayanya, mulai Rp 500.000 sampai Rp 1 juta,” jelas Bella.

Selain itu, buat kalian yang ingin menikmati wajah ganteng oppa-oppa, tersedia berbagai majalah korea dan buku baik dari korea sampai novel Dilan di perpustakaan yang ada di bagian depan kafe, tepat di sisi kanan setelah pintu masuk.

naskah dan foto : fathur rohman