Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR

Jember Jadi Proyek Percontohan UKM Beriorientasi Ekspor


Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan Kabupaten Jember, Jawa Timur akan menjadi proyek percontohan usaha kecil menengah (UKM) yang berorientasi ekspor. Pemerintah juga akan hadir dengan cara membuka pasar di dalam negeri dan di luar negeri untuk menjamin agar hasil produksi para petani dapat terserap.

Penegasan ini disampaikan Mendag Enggar pada kunjungan kerja di Jember yang merupakan rangkaian kunjungan kerja di Jawa Timur, hari ini, Kamis (16/3).

“Pemerintah menaruh perhatian pada Kabupaten Jember karena memiliki hasil-hasil alam yang berpotensi menjadi komoditas unggulan. Berbagai komoditas dari Jember seperti edamame, kopi, kakao, dan beras organik juga sedikit persaingannya di pasar dunia,” ungkap Mendag.

Ia juga menegaskan akan membantu UKM agar dapat memperluas pasarnya di dalam maupun di luar negeri. “Kami menaruh perhatian penting agar UKM dapat berjaya di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” ujarnya.

Menurut Mendag, Kementerian Perdagangan, Bupati Jember, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Timur sepakat untuk membuat daftar dan memilah UKM-UKM yang sudah siap untuk memasuki pasar ekspor dan yang baru siap di pasar domestik. “UKM yang sudah siap ekspor akan dibantu mempersiapkan kemasannya dan akan dibukakan pasar ekspornya,” imbuh Mendag.

Kemendag mengemban perintah Presiden untuk membuka pasar-pasar baru di Afrika, Pakistan, Bangladesh, Srilanka, serta di kawasan Asia Selatan, Amerika Latin dan Timur Tengah. “Produk-produk dari Jember dapat memenuhi kebutuhan negara-negara tersebut,” kata Mendag.
Selanjutnya, kata Mendag, ada dua hal yang harus diperhatikan.

“Pertama, kualitas dan konsistensi kualitas produk tersebut. Kedua, konsistensi produksi dari produk-produk itu sendiri,” jelasnya. Sedangkan untuk UKM yang belum siap ekspor, akan didorong agar dapat tersedia di pasar-pasar modern di Jakarta dan di seluruh Indonesia. “Pada ritel modern, ada ketentuan untuk memasarkan produk lokal sebesar 80 persen. Di kabupaten, penerapan penjualan produk lokal di ritel modern masih 20 persen. Ini akan kita dorong lagi,” kata Mendag.

Naskah : Erwin K
Foto : Dok. Kabupaten Jember

ARTIKEL PILIHAN LAINNYA