Akibat banjir banjir bandang di penghujung 2002 silam, tempat wisata alam ini sempat dinyatakan tertutup bagi wisatawan.

Namun, setelah Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya setempat bekerjasama dengan Perum Perhutani II Jatim, Padusan kembali berbenah. Makin cantik, dan siap menyapa pengunjungnya.

Seperti yang kini nampak di tempat pemandian air panas alami yang ada di Padusan, Pacet, Mojokerto itu. Beberapa warung penyedia makanan, minuman, sayur mayur, dan souvenir pun ada. Bahkan tempat mandi air panas yang dulu ada di aliran sungai air panas telah dibiarkan alami, lalu dibuatkan kolam pemandian yang baru dengan posisi berada di sebelah selatannya.

Bahkan pihak pengelola tidak tanggung-tanggung dalam membenahi fasilitas itu. Lima petak kolam untuk pemandian air panas, dan dua petak kolam pemandian air dingin telah dibuat sedemikian rupa guna kenyamanan para wisatawan.

Sementara kenyamanan yang dapat kita temukan di wana wisata pemandian air panas Padusan, tidak sekedar merasakan khasiat dari air panas alami mengandung mineral belerang atau Sulfur (S), yang konon dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Seperti menyembuhkan beberapa penyakit kulit.

Pesona lainnya di sekitar kolam pemandian itu juga dikelilingi hutan pinus yang berdiri kokoh menjuntai puluhan meter. Sehingga para wisatawan yang berkunjung dapat merasakan sejuknya gas oksigen yang masih segar.

Melihat potensi alam yang begitu besar yang terdapat di Padusan, pihak pengelola khususnya dalam hal ini Perum Perhutani II Jatim bermaksud membuat beberapa rancangan pengembangan. “Tentu gambaran pola pengembangan itu nantinya dapat membawa kemajuan yang signifikan bagi wana wisata Padusan dan masyarakat setempat,” kata Ir. M. Gunung Hidayat, MM, General Manager KBM WBU Perum Perhutani II Jatim pada EastJava Traveler.

Lebih lanjut Dia menjelaskan, yang mana rencana pengembangan Padusan akan diwujudkan pada pola pembentukan sistem menuju ekowisata. Dan itu mencakup tiga hal, yaitu ekonomi, ekologi, serta pemberdayaan masyarakat.

Pengertiannya, bila pada ekonomi bertujuan untuk mendongkrak perekonomian daerah dan masyarakat setempat. Seperti pengelolaan wana wisata pemandian air panas Padusan menuju yang lebih baik, dan layak dijadikan jujukan bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara.

Untuk sisi ekologi, karena di Padusan terdapat hutan pinus yang sangat luas. Ditambah keberadaannya berada di lereng pegunungan Welirang, dengan berjuta pesona yang indah. Keadaan inilah, sehingga membuat pihak pengelola membuka kesempatan bagi para anggota pramuka, atau para pecinta alam untuk menjadikan lahan yang ada di sana sebagai tempat berkemah. Di samping itu di Padusan dipenuhi warna hijau dedaunan, yang mampu memberikan efek relaksasi terhadap syaraf sehingga menjadi lebih segar.

Sedangkan dari sisi pemberdayaan masyarakat, nantinya akan sangat dibutuhkan peran serta dan upaya kerjasama dengan warga setempat. Dari sini pihak pengelola akan membuka beberapa sentra pengembangan usaha bagi warga Padusan. Sehingga timbal baliknya pun ada, khususnya dari segi kreatifitas yang dimiliki oleh warga di sana.

Potensi Alam
Wana wisata pemandian air panas Padusan terletak pada ketinggian 925 meter dari permukaan laut (dpl), dengan luas kawasan wisata sekitar 99,7 hektare terdiri dari hutan pinus. Untuk air panas yang ada di kolam pemandian Padusan mengalir dari aliran yang terdapat dari gunung Welirang.

Pengelolaan kawasan Padusan berdasarkan pada konsep pariwisata alam, sehingga mengedepankan pelestarian hutan dan lingkungan. Upaya kelola yang dilakukan adalah mengupayakan pengembangan pariwisata tanpa mengganggu kondisi hutannya.

Sebagai bukti dari sumber Perum Perhutani II Jatim sebagai pengelola. Bahwa dengan mengoptimalkan hasil pengelolaan wana wisata pemandian air panas Padusan, pendapatan yang diraup pada tahun 2007 mencapai Rp. 700 juta lebih dalam kurun setahun, di mana sebelumnya hanya berkisar pada angka Rp. 500 juta setahun tanpa penambahan fasilitas yang mengubah kondisi hutan.

Dari hasil itu telah dibangun kolam renang air dingin, khusus untuk anak-anak maupun untuk dewasa. Untuk kolam renang dewasa dibuat dengan ukuran standar kolam renang untuk lomba nasional. Sedangkan kolam renang anak berbentuk setengah lingkaran dengan diameter sebesar 8 meter.

Di samping kolam air dingin, disediakan pula kolam berendam air panas pada dua lokasi yang bersebelahan, masing-masing lokasi dibuat di bagian kolam yang berbeda suhu airnya. Mulai dari yang paling panas dengan suhu sekitar 40 derajat celcius, hingga yang paling hangat dengan suhu sekitar 30 derajat celcius. Mengenai kapasitasnya masing-masing kolam rendam mampu menampung ratusan orang berendam.

Menuju Padusan
Wana wisata air panas Padusan berjarak sekitar 32 kilometer dari Kota Mojokerto. Dengan dapat ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam.

Mencapai lokasi wana wisata pemandian air panas Padusan tidak terlalu sulit. Karena berbagai jenis kendaraan dapat digunakan menuju ke sana. Di samping itu jalur yang dilalui pun tidak terlalu menantang.

Rute menuju Padusan dapat dilalui dari arah pertigaan Krian belok kiri menuju arah Mojosari hingga terus masuk Kecamatan Pacet, dari sini jarak yang akan ditempuh lagi menuju Padusan sekitar 4 kilometer. Begitu pula dari arah Kota Mojokerto, jalur yang dilalui pun sama, namun dapat langsung menuju Pacet. Bahkan para wisatawan tak perlu khawatir lagi karena mencapai Padusan juga telah terpasang petunjuk jalan.

naskah : m.ridlo’i | foto : wt atmojo