Main Hati dengan Panci


Dari sederet buah tangan yang ada di Jawa Timur, ada satu lagi yang unik. Yakni seperti yang terdapat di Pandaan, di tempat ini ada sebuah kampung yang menyediakan buah tangan panci.

Panci merupakan benda yang pasti sudah tidak asling lagi bagi kita. Perlengkapan masak ini mungkin bagi sebagian orang merupakan benda yang mudah didapatkan di toko-toko dan pasar. Tapi kini Anda dapat memperolehnya di sebuah perkampungan buah tangan saat berwisata.

Ketika berkunjung ke Taman Dayu, Pandaan, Jawa Timur, kita akan menemukan sentra pembuatan panci, dengan bentuk yang sangat cantik. Tepatnya ada di Dusun Sukorejo, Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan itu. Di perkampungan itu sekitar 20 persen warganya bermatapencaharian sebagai perajin panci.

Wisata panci Pandaan ini pada awalnya hanya merupakan usaha keluarga yang diteruskan secara turun temurun dan sudah berjalan selama 23 tahun. Sebagian besar karyawan yang berada di sana merupakan warga desa setempat. Penamaan Wisata Panci itu sendiri merupakan pemberian dari pengelolah wisata Taman Dayu karena kebetulan lokasi desa Sukorejo sendiri berada di kawasan itu.

Kawasan wisata panci yang baru-baru saja mulai terkenal ini, rata-rata masyarakatnya tidak hanya melayani kebutuhan produksi untuk dijual di daerah Pandaan saja. Melainkan ada pula yang melayani sampai luar kota, bahkan luar pulau. Untuk pasar luar kota, biasanya menerima pesanan dari Malang, Blitar, Pasuruan, Jember, dan beberapa daerah lain di Jawa Timur. Sedangkan untuk pesanan dari luar pulau kebanyakan dari Sulawesi dan Kalimantan.

Untuk proses pembuatannya sendiri, ada yang bertugas untuk memperbaiki kembali panci-panci yang merupakan produk gagal keluaran dari pabrik seperti PT Maspion, Kedaung Grup, dan Karangtilang. Ada yang bertugas untuk mengecat ulang panci-panci itu dan ada yang bertugas untuk menggambar motif pada panci-panci.

Mereka sengaja memborong panci-panci gagal produksi dari pabriknya. Lalu dengan telaten para perajin mulai bekerja sesuai dengan bidangnya. Setelah berbagai proses usai, baru yang terakhir adalah mempercantik bentuknya dengan pengecatan atau pemberian motif dengan warna.

Jari-jari lentik para pengrajin panci ini pun sangat licah dalam menggambarkan motif yang indah pada panci-panci yang telah selesai di dempul. Dengan penuh kesabaran dan ketelitian yang tinggi, hingga tergambar motif-motif yang indah seperti bunga, buah-buahan dan sayuran. Dalam satu hari, seorang bisa mengepul dan menggambar motif pada panci sejumlah 100 hingga 150 panci yang siap untuk dipasarkan.
Selain panci, di tempat ini juga di produksi berbagai macam keperluan masak lainnya, seperti panci masak, rantang, dan hot stove.

Semua hasil produksi di sini bahan dasarnya terbuat dari bahan Enamel. Dari semua jenis keperluan masak disini, motif pancilah yang paling banyak diminati oleh banyak orang.

Membludaknya pengunjung biasanya terjadi pada hari sabtu dan minggu, yaitu bisa mencapai 4-5 bus dalam sehari. Pengunjung yang datang biasanya berasal dari Surabaya, Malang, Jember, Blitar dan Pasuruan.

Sedangkan pada hari-hari biasa, pengunjung yang datang biasanya hanya 1 bus saja. Selain berlibur dan menikmati suasana alam yang sejuk, para pengunjung juga dapat berbelanja panci sebagai buah tangan atau untuk keperluan keluarga dengan harga yang relatif murah.

Mengenai harga jual panci ini cukup bervariasi. Seperti yang diutarakan Amin, selaku Kepala Pengelola Wisata Panci Pandaan. Harga jual panci-panci di sini jauh lebih murah 30 persen sampai 50 persen dari panci-panci yang biasa kita beli di toko-toko. Tak heran jika tempat ini kemudian juga jadi tempat kulak bagi beberapa pedagang.

Walaupun panci-panci yang ada disini merupakan panci dengan kualitas nomor 2 dan nomor 3 tetapi kualitasnya sama dengan panci-panci kualitas nomor 1 seperti yang dijual di toko-toko. “Harga panci di tempat ini mulai dari yang paling murah yaitu Rp 3 ribu, dan yang paling mahal adalah Rp 135 ribu,” pungkas Amin.

naskah dan foto: heru kandari

ARTIKEL PILIHAN LAINNYA