Kawasan wisata ini sarat dengan balutan khas oriental. Warna merah, pagoda, lampion, bahkan naga raksasa. Meski demikian, Kenpark membuka dirinya untuk siapa saja. Jadi, tiba di Surabaya, mampir saja di Kenpark.

Pintu gerbang khas China berwarna merah menjulang tinggi di depan pintu masuk taman. Sementara di samping pintu masuk, terdapat beberapa patung naga yang menggeliat megah. Setelah memasuki pintu gerbang, nampak ratusan lampion berwarna merah, berjejer rapi di bawah atap yang terbuat dari seng.

Di bawah lampion-lampion itu, ada beberapa deret kursi ditata sedemikian rupa. Sehingga memudahkan pengunjung agar makin leluasa menikmati pemandangan laut Kenjeran.

Tidak kalah ramainya dari pengunjung, para penjual yang menjajakan berbagai makanan ringan juga sangat banyak. Selain makanan ringan, juga ada yang menjual bermacam-macam souvenir yang terbuat dari kerang. Ada yang berbentuk mainan kecil-kecil untuk hiasan, bingkai cermin, tirai, dan masih banyak lainnya. Suasana itulah yang ada di salah satu sisi taman di kenjeran pada hari minggu.

Taman yang terletak di pinggir pantai ini, tidak hanya dipadati oleh orang dewasa saja. tetapi banyak juga anak-anak yang datang berlibur ke sana bersama keluarganya. Karena di dalam taman ini juga disediakan tempat permainan anak-anak seperti seluncuran, ayunan, dan masih banyak permainan lainnya.

Becak santai
Dari semua fasilitas yang disediakan di taman tersebut, yang paling menarik adalah becak santai. “Becak santai ini disewakan dengan harga Rp 5 ribu per 30 menitnya,” tutur Ngadimar, salah satu penjaga di Kenpark. “Taman Kenjeran ini mulai direnovasi pada tahun 2003 dan pengunjungnya paling ramai pada hari sabtu dan minggu” imbuh Ngadimar, yang juga membuka kios peracangan disekitar taman.

Becak santai ini bisa untuk dua orang penumpang, bisa untuk dewasa maupun anak-anak. Dengan menaiki becak santai ini, kita bisa berkeliling di taman kenjeran dengan menikmati sepoi angin pantai. Beda becak santai ini dengan becak-becak umumnya yang ada di jalanan adalah penumpangnya harus mengayuh sendiri karena memang pedalnya ada di depan.

Makanan dan minuman
Setelah capai mengayuh becak santai, pengunjung bisa menghilangkan rasa dahaga dengan meminum es kelapa muda yang segar. Selain itu, bagi yang lapar juga bisa menikmati hidangan lontong kupang dan sate kerang. Tidak perlu bingung ataupun repot untuk mendapatkan menu-menu tersebut, karena hampir disetiap pinggir jalan banyak sekali warung-warung yang menjualnya.

Selain taman ini, di Kenjeran juga ada patung dewa bermuka empat dengan ukuran yang sangat besar dan berwarna emas. Patung dewa bermuka empat ini, terletak di seberang Sanggar Agung yang biasanya dijadikan tempat beribadah bagi umat beragama Budha. Di sekitar patung dewa bermuka empat ini juga banyak orang yang sembahyang. Maka tidak heran jika bau wangi hio sangat terasa di hidung.

naskah dan foto : arista