Jelang akhir Juni 2018, kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS) dipastikan akan jadi jujugan banyak wisatawan. Karena sepanjang 29-30 Juni nanti, wilayah yang masuk dalam 10 destinasi prioritas ini kembali menggelar upacara ritual tahunan, Yadnya Kasada.

“Ada banyak pengalaman baru yang bisa digali dari sana. Sejak zaman Kerajaan Majapahit, acaranya selalu heboh. Yadnya Kasada Bromo dianggap sebagai tempat suci oleh Suku Tengger,” jelas Bambang S, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo.

Dikatakan, agenda acara istimewa akan digelar di sana. Mulai dari Pelantikan Dukun Tengger, hingga Eksotika Bromo. Untuk itu, kata Bambang, pihaknya telah membuka pendaftaran calon dukun sejak penetapan perayaan Yadnya Kasada. Meski sudah dibuka, masih sedikit yang mendaftar.

Menurut Bambang, hal tersebut karena dukun ditiap daerah masih ada. Sehingga tidak membutuhkan pengganti. “Tahun ini ada pelantikan dukun dan baru satu orang yang mendaftar. Hal itu karena didaerahnya tidak ada dukun yang perlu diganti, jadi tidak memerlukan pendaftaran,” ujarnya.

Pelantikan dukun menjadi atraksi tersendiri saat ritual Yadnya Kasada. Sebab, menjadi dukun harus hafal terhadap sejumlah mantra. Nantinya akan diuji saat pelaksanaan Yadnya Kasada di Pura Luhur Poten.

“Upacara adat ini digelar di Pura Luhur Poten, tepat di kaki Gunung Bromo, pada tengah malam hingga dini hari. Nantinya juga para Suku Tengger, melakukan tradisi melempar sesaji ke Kawah Bromo tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas hasil ternak dan pertanian yang melimpah,” katanya.

Ketua Pelaksana Top 100 Calender of Event Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti menyebut, hajatan tahunan ini bakal didatangi banyak wisatawan mancanegara. Termasuk beberapa media asing dipastikan hadir untuk meliput event ini.

“Orang-orang Tengger melaksanakan ritual Yadnya Kasada yang berlangsung selama satu bulan. Dan pada 29-30 Juni akan menjadi pusat kegiatannya. Kami meyakini event ini akan melampau target wisatawannya dan transaksinya,” kata Esthy.

Esthy mengatakan, Kemenpar siap mendukung penuh ritual sakral tersebut. Yaitu dengan event-event pendukung. “Dalam kegiatan tersebut akan ditampilkan aneka seni tradisional masyarakat Tengger di antaranya Eksotika Bromo, Sendratari Kidung Tengger, Puisi Kidung tengger, Jaranan Wahyu Tunas Budaya dan lain-lain. Media-media asing ini akan memberitakan semua kegiatannya dan diketahui masyarakat dunia,” ujar Esthy.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut ini sebagai budaya dan tradisi yang memiliki kearifan lokal di Bromo. Yang pasti, dia mengingatkan agar atraksi alamnya diperhatikan dengan baik, terutama manajemen sampah, yang sering dikeluhkan banyak pihak di destinasi pegunungan. (sp/hendro | foto : muhammad aknafi)