Menyambut datangnya Hari Kartini, Surabaya Plaza Hotel menggelar penghargaan bagi para wanita yang mempunyai dedikasi tinggi dan berjasa terhadap masyarakat. Kartini Award 2011 itu bertema Wanita dan Kesehatan. Even tersebut digelar di Café Taman, pada Selasa (19/04).

Even tersebut di ikuti sebanyak 28 wanita yang mempunyai jiwa solidaritas tinggi terhadap sesama. Sebelumnya, para peserta tersebut di interview dan diseleksi oleh juri dari Pusat Study Wanita Universitas Airlangga untuk kemudian diseleksi menjadi 10 nominator dan diseleksi lagi lebih dalam untuk dipilih menjadi 3 kandidat yang memenuhi kriteria.

Tiga kandidat itu ialah, Elok Subekti, Sri Damiyati, dan Narwatsu Gloria Pakpahan. Ketiganya dipilih karena mempunyai dedikasi yang tinggi untuk membantu sesama. Seperti Elok Subekti, seorang herbalis professional. Wanita yang dulunya seorang apoteker itu lolos dengan nilai tertinggi. Dalam karirnya, Elok mempunyai visi menjadikan wanita sehat, berdaya dan bermartabat. “Saya selalu menanamkan semangat dan kepercayaan untuk sembuh pada pasien saya, dan saya juga punya keinginan untuk mensejajarkan pengotan herbal dengan medis,” Ujarnya. Lebih lanjut dia menambahkan, kalau dirinya juga memberdayakan para petai untuk menanam tumbuhan herbal guna mengobati, jadi tak harus mengeluarkan banyak biaya ke medis.

Begitu juga seperti Narwatsu Gloria Pakpahan, wanita asal Papua ini juga berjasa dalam bidang memotivasi para penderita HIV Aids. “Penderita HIV harus didampingi untuk menyiapkan mental mereka dalam menghadapi kematian, dan saya tulus mengabdikan diri sebagai relawan bagi mereka,” ungkap wanita yang masih belia itu.

Emy Susanti selaku salah satu juri dari Pusat Studi Wanita Unair menjelaskan, penilaian juri tak hanya dari keunikan atau tampilan saja, namun dedidaksinya yang tulus kepada masyarakat juga. “Kami menilai esensi dari perjuangan mereka terhadap sesama yang kurang mampu ataupun yang membutuhkan,’ ujar Emy.

“Dengan adanya Kartini Award seperti ini, sosok – sosok yang bekerja keras di bidang yang mereka tekuni dapat diketahui visinya oleh publik, dan kemudian dapat membantu untuk mewujudkannya, “ pungkasnya.
naskah/foto : frannoto