Perhelatan Biennale Jatim kembali digelar di Surabaya. Kali ini, pameran besar seni rupa yang berlangsung dua tahunan ini, mengusung tema ‘Art Ecosystem : Now!’. Dengan maksud ingin menggali keragaman pertumbuhan dan dinamika seni rupa yang ada di Jawa Timur.

Sebanyak 82 seniman atau kelompok seniman yang tergabung, bersedia memamerkan buah karyanya di Gedung Balai Pemuda, Surabaya. Mulai dari lukisan, patung, grafis, seni instalasi, vidio art, object art, keramik, seni mural dan masih banyak karya seni lain yang ditata apik, di dinding dan lantai gedung yang bisa dinikmati tanpa dipungut biaya.

Acara yang diselenggarakan mulai tanggal 11 sampai 24 November ini, sudah berlangsung sejak 2005 silam di Balai Pemuda Surabaya, dan tahun ini merupakan tahun keenam pameran digelar.

Tema ‘Art Ecosystem : Now!’ tentunya mengandung harapan besar bagi masa depan seni rupa di Jawa Timur. Sehingga bertebaran karya-karya baru dan terkini dari para perupa, baik sisi substansi dan pengucapan visualnya. Selain untuk memicu para seniman peserta untuk berkompetisi menghindari pengulangan-pengulangan gagasan kreatif yang sudah banyak dikenal masyarakat.

Sebagai info, Biennal Jatim pertama kali diinisiasi oleh para seniman yang disambut baik, dan difasilitasi oleh Dinas Pariwisata dan Budaya Jawa Timur. Selama kurang lebih tujuh tahun, perbaikan selalu dilakukan untuk menampilkan sebuah pameran yang tidak hanya meningkatkan kreaifitas perupa, tapi juga memberikan informasi dan ide kepada masyarakat penikmatnya.

“Biennale Jatim satu sampai lima berjalan dengan baik. Namun belum cukuo bergaung di level nasional. Biennale Jatim enam, mencoba serius dalam presentasi karya (pendisplain dan lain-lain)m plus penerbitan katalog serius diakhir pameran. Kali ini, kami mencoba merevolusi diri untuk mengejar ketertinggalan dengan Biennal lain, seperti di Jakarta dan Yogyakarta,” terang Kuss Indarto, salahsatu Kurator Biennale Jatim.

naskah : pipit maulidiya | foto : istimewa