Dalam rangka memberikan dukungan dan solusi untuk mempertahankan kualitas dan kuantitas air tanah, serta turut berpartisipasi dalam konservasi pelestarian air atas, Singgasana Hotel Surabaya bekerjasama dengan Bafi (Bambusa Forest Indonesia) menyelenggarakan Workshop mengenai pembuatan lubang resapan biopori, pada hari Jumat (11/12) di ruangan Kahuripan VII, Singgasana Hotel Surabaya. Acara workshop ini diikuti kurang lebih 21 tim dari murid-murid SMA – SMK se Jawa Timur. Masing-masing tim terdiri dari tiga peserta dan satu pembina.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengenalkan ilmu biopori dan praktek langsung cara pembuatannya. Workshop diberikan oleh Drs. Antonius P. Wigig R, MM selaku presiden Bafi. Diantaranya adalah manfaat dari lubang biopori yaitu sebagai tempat tabungan air, mengolah sampah organik, menghindari banjir dan genangan air. Lubang biopori bisa dibuat dimana saja meskipun di lahan yang sempit. Dan juga cara membuat nya yang sangat mudah, dengan membuat lubang dengan memasukkan alat bor diameter 10 cm, kemudian diputar searah jarum jam (dapat diberi air dahulu agar tanah lebih gembur).

Setiap mengebor sedalam 10 cm diangkat untuk kemudian dikeluarkan tanahnya. Ulangi hingga kedalaman maksimal 80 cm. Pada bibir lubang di beri potongan pendek pralon (+/- 30 cm), untuk mencegah terjadinya erosi. Setelah itu di bagian atas diberi tutup pengaman, yang bisa dengan mudah dibuka dan ditutup untuk memasukkan sampah organik.

Setiap tim membuat tiga lubang resapan biopori, dengan diawasi oleh Pembina dari masing-masing sekolah. Tiga terbaik dari lomba membuat lubang resapan biopori menerima trophy, uang pembinaan, piagam penghargaan dan voucher dari Singgasana Hotel Surabaya. Budhy Guntur Iriansah, selaku General Manager Singgasana Hotel Surabaya, mengawali pembuatan lubang biopori yang dilanjutkan dengan Vinsensius, SS, selaku anggota komisi C, DPRD Surabaya. Kriteria penilaian dari lomba ini meliputi persiapan kelengkapan peralatan tim, keaktifan mengikuti workshop, cara pembuatan lubang biopori, lubang biopori yang dihasilkan dan kerapian lokasi lubang biopori.

Singgasana Surabaya sangat mendukung program ini, karena bermanfaat untuk generasi yang akan datang. Dengan turut serta melestarikan lingkungan, yakni menjaga kelembaban tanah sehingga cadangan air cukup, ini berarti kita juga akan menyelamatkan anak cucu kita dari kekeringan.