Untuk kesepuluh kalinya, Batik Bordir & Aksesoris Fair 2015 kembali digelar pada 13-17 Mei 2015 di Grand City Surabaya. Agenda tahunan ini diikuti oleh 198 pelaku bisnis di bidang batik dan aksesoris pelengkapnya, dimana 60 diantaranya berasal dari Dekranasda Kabupaten se-Jawa Timur.

Rudi Santoso, project manager Batik Bordir & Aksesoris Fair 2015, mengatakan tujuan dari diadakannya event ini adalah untuk mempromosikan ukm batik se-Jawa Timur. Tetapi pihaknya pun tidak menutup peluang bagi ukm batik di luar Jawa Timur untuk turut berpartisipasi meramaikan Batik Bordir & Aksesoris Fair 2015. “Kita ingin event ini bukan hanya untuk Jawa Timur saja, tapi juga bisa sampai nasional. Kalau bisa nanti juga internasional,” ujar Rudi.

Ia menambahkan, dalam ajang promosi karya-karya terbaik batik dan aksesoris pelengkapnya ini, pihaknya sangat menekankan pentingnya kualitas yang baik dari produk yang dipamerkan oleh peserta pameran. Maka dari itu Rudi meminta para peserta untuk menghindari batik printing untuk dipamerkan.

Berbagai bentuk acara yang didesain oleh panitia untuk memeriahkan Batik Bordir & Aksesoris Fair 2015, diantaranya ajang pemilihan putra-putri batik Jawa Timur. Pemenang dari ajang ini akan menjadi duta batik Jawa Timur. “Kehormatan yang akan mereka emban seperti misalnya menyambut tamu negara yang hadir,” ujar Rudi menjelaskan.

ejt-batikfairIMG_9050Selain itu ada pula talk show yang dibawakan oleh Paguyuban Batik Sekar Jagad Indonesia dengan tema Etika dan Estetika Batik. Dalam talk show ini dibahas berbagai motif batik sesuai dengan masanya. Juga terdapat lomba fotografi dan lomba fashion kids di dalam Batik Bordir & Aksesoris Fair 2015 ini.

Kendala yang tampak sendiri, menurut Rudi, seperti jumlah pengunjung pameran yang berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu menurut Rudi mungkin desebabkan karena jadwal pameran berbarengan dengan liburan panjang. Selain itu menurutnya, pihak penyelenggara harus mencari jadwal yang tidak bentrok dengan event serupa di Jakarta.
Mimin, staf marketing Avantie; Ready to Wear, mengatakan ia senang bisa berpartisipasi di Batik Bordir & Aksesoris Fair 2015. Menurutnya, banyak sekali pengunjung yang berminat untuk menggunakan busana karya Anne Avantie tersebut.

Hal serupa juga disampaikan oleh M. Ali Muchlison, Dekranasda Kabupaten Ponorogo. Selain sebagai ajang promosi, event ini juga ia gunakan untuk mengevaluasi produk yang sudah ia hasilkan. Selain itu, ia juga ingin melihat selera pasar sekarang seperti apa.

Mince Lulu, pemilik Jula Huba Tenun NTT, pun demikian. Sebagai pedagang, ia sangat menganggap penting keikutsertaan di pameran-pameran seperti Batik Bordir & Aksesoris Fair 2015 ini. Sedangkan untuk jumlah pengunjung yang turun, ia merasa mungkin itu karena daya beli masyarakat yang memang sedang turun. “Saya sudah berdagang keliling Indonesia, memang kensumen sedang turun jumlahnya di berbagai tempat saya ikut pameran itu,” ujar Mince.

naskah dan foto : yonif lintang