Surabaya Fashion Parade 2015 kembali diadakan di Tunjungan Convetion Center, Tunjungan Plaza Surabaya. Acara yang telah memasuki tahun kedelapan penyelenggaraan ini berlangsung pada 29 April – 3 Mei 2015. Dengan mengangkat tema Infinite Voyage, pihak penyelenggara bermaksud mengangkat tema tentang busana dan pernak-pernik tahun 60 hingga 80-an.

Christina Helen, Media Relations Tunjungan Plaza, mengatakan setelah tahun lalu mengangkat tema tentang busana tenun, maka pada Surabaya Fashion Parade 2015 tema 60 hingga 80-an yang ingin diangkat. “Ini kan soalnya gaya berbusana tahun 60, 70, 80-an sedang digemari lagi ya,” ujarnya.

Tujuan dari penyelenggaran Surabaya Fashion Parade 2015 sendiri menurut Helen, adalah untuk membuka kesempatan bagi para desainer muda Surabaya untuk menunjukkan karya – karya terbaik mereka pada publik. Dengan adanya acara semacam ini, ia berharap makin banyak talenta muda Surabaya yang bisa terlihat dan kemudian bersaing di panggung yang lebih besar.

IMG_8849Acara yang selalu diadakan di Tunjungan Plaza Surabaya sejak pertama kali bergulir ini, juga menurut Helen sejalan dengan misi Pemerintah untuk mendukung penuh berkembangnya industri kreatif. “Ya ini kan sesuai dengan program pemerintah kan, jadi kami juga sangat bersemangat,” tutur Helen.

Berbagai lomba dan fashion show pun mewarnai Surabaya Fashion Parade 2015. Surabaya Model Search 2015 menjadi salah satunya. Ajang ini bertujuan untuk mencari bakat – bakat muda Surabaya di dunia modelling. Kemudian ada Accessories Fashion Design 2015, serta Surabaya Fashion Designer Award 2015. Tidak ketinggalan juga lomba untuk anak – anak bertajuk Kid’s Wear Fashion Design Competition.

Selain itu ada pula berbagai fashion show yang menampilkan karya seperti Karren Milen, Marks & Spencer, Next, Lois Jeans, The Executive, Wood, dan Batik Keris. Juga ada fashion show dari Matahari Dept. Store bertajuk Runway, lalu dari Raffles Institute, Zalora, One or Another oleh Embran Nawawi, Le Jardin oleh Gregorius Vici, dan masih banyak lagi.

naskah dan foto: jonif lintang