Pameran wisata budaya serta kerajinan dikemas apik dalam sebuah Majapahit Travel Fair(MTF). Pagelaran tersebut merupakan agenda tahunan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur. Pameran tersebut akan berlangsung pada 19 hingga 23 Mei di Grand City Convex, Jalan Gubeng Pojok, Surabaya.

Majapahit  Travel Fair ini di ikuti sekitar 50 buyer dari dan dalam luar Negeri seperti Kalimantan, Singapore, Hongkong serta beberapa Htel yang ada di Indonesia dan Travel agent se- Jawa Timur. Tak hanya pameran saja dalam pagelaran ini juga diadakan berbagai lomba serta workshop.

“Dengan digelarnya MTF ini Jawa Timur sudah menunjukkan sebuah restorasi tempat ini serta dengan ini harapan saya tumbuh masyarakat yang ramah dan itu sebuah sarat mutlak dari akulturasi budaya,” ujar Gubernur Soekarwo kepada sejumlah Wartawan.

Salah satu yang mampu menarik perhatian Gubenur adalah dengan keikutsertaan dari Disparta Kota Denpasar.Kami sangat terima kasih sekali dengan keikusertaan kami di Majapahit Traveler Fair tahun ini,” ujar Yudi Artawan staf Dinas Pariwisata Kota Denpasar.

Majapahit Travel Fair 2010 ini menghadirkan batik terbesar yang berhasil mencetak rekor MURi. Batik tersebut merupakan hasil dari olahan kain dengan ukuran panjang 22, 3 meter dan lebar 15,3 dimana kain tersebut terdapat 50 motif  batik asal Sidoarjo.

” Kami membutuhkan waktu sekitar satu bulan yang lalu dengan 10 orang penjahit, dengan 35 pembatik serta 3 orang yang  pewarnaan dan pelunturan,” ujar Nurul Huda pemilik AL Huda Rumah Batik dan Bordir Sidoarjo.

Selain memiliki tujuan pengenalan potensi wisata serta pengenalan budaya Jawa Timur, MTF juga memamerkan beberapa produk UKM yang ada Propinsi Jawa Timur.

naskah dan foto : dhimas prasaja