Memulai dengan apa adanya dan berasal dari daerah di Indonesia, namun semangat nasionalis yang diusung sangat membumbung. Itulah sekilas gambaran yang dilakukan PT Duniacatfish Kreatif Media dalam membuat sebuah aplikasi jejaring social bercitarasa Indonesia, yaitu Catfiz.

Pengambilan nama dan brand Catfiz pun khas Indonesia. Catfish adalah ikan berkumis atau lele, ikan yang mudah dikenali dan populer di negeri ini karena memiliki “kumis”, badan yang licin dan agak pipih panjang. Lele juga merupakan ikan air tawar yang biasanya dijadikan menu makan dan banyak digemari masyarakat tanah air.

Ketika berdiskusi dan dalam masa proses pembuatannya, para pengembang Catfiz ; Jagat Hariseno, Mochammad Arfan, M. Noor Al-Azam, dan Aryo Nugroho. Terinspirasi menjadikan ikan lele sebagai simbol kebanggan dalam membuat aplikasi yang dapat membanggakan Indonesia di kancah dunia, dan mampu bersaing dengan aplikasi jejaring sosial lainnya.

“Semangat bangga sebagai anak bangsa yang berusaha kami tunjukkan melalui catfiz ini. Syukurlah jika sampai sekarang aplikasi kami di Play Store sudah mencapai 4 juta user,” ujar salah satu Co Founder PT Duniacatfish Kreatif Media (Catfiz) Aryo Nugroho.

Dalam perjalannya mimpi pengelola Catfiz, tak lain adalah masyarakat Indonesia di mana saja dapat dengan bangga menggunakan aplikasi jejaring sosial yang khas dari Indonesia sendiri. “Daripada bangga pakai facebook, twitter dan sebagainya, kalau kita punya sendiri mengapa tidak menjadikan ini sebagai simbol rasa bangga kita pada bangsa,” tegas Dosen Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Narotama Surabaya ini.

Dan, syukurlah jika sampai sekarang aplikasi dapat digunakan sekian banyak user dari Indonesia, bahkan sampai mancanegara, seperti paling banyak adalah dari negara-negara timur tengah.

Namun, dari dalam benak pria berusia 43 tahun ini sangat berharap di Indonesia pemerintah dapat menyediakan jaringan infrastruktur TI (Teknologi Informasi) yang mumpuni. Sehingga terdapat efisiensi biaya operasional pada sistem jaringan. “Berbagai upaya yang telah kami lakukan dan persoalan yang dihadapi pengembang teknologi informasi, pada Juli 2013 dalam sebuah kesempatan juga telah kami sampaikan ke Menteri Perdagangan Gita Wirjawan,” jelasnya.

Pada forum pertemuan tersebut, menurut Aryo mendag sangat mengapresiasi keberhasilan yang telah kami lakukan. Mulai dari per 10 November 2012 yang resmi bisa diunduh di Play Store hingga capaian-capain user.

naskah | foto : m. ridlo’i