Siapa yang tak kenal dengan makanan khas Surabaya ini. Pecel Semanggi sampai kapan pun tak akan lekang tergerus jaman.

Semanggi sendiri tergolong jenis tumbuhan paku air (Hydropterides), yang mudah ditemukan di pematang sawah atau tepi saluran irigasi. Jika pada umumnya daun paku air berbetuk panjang, lain halnya dengan semanggi. Bentuk tumbuhan ini menyerupai payung tersusun atas tiga sampai empat anak daun yang saling bertatap muka. Nah, daun tumbuhan inilah biasanya dijadikan makanan khas kota Surabaya yang dikenal sebagai pecel Semanggi.

Rasa khas pecel Semanggi ada pada bumbu sausnya, bukan cuma terdiri dari kacang tanah, tetapi juga ketela rambat yang direbus. Dan sebagai bumbu penyedap, sedikit dicampur dengan petis udang asli Sidoarjo. Seluruh bahan itu dilumat jadi satu, hingga menjadi saus yang benar-benar kental kecoklat-coklatan.

Untuk sayurannya tak hanya semanggi saja yang tampil sebagai primadona, tetapi juga terdiri dari beberapa jenis sayur seperti daun kecambah, kangkung, kembang turi, dan daun singkong. Setelah itu, kukusan sayuran itu diberi siraman saus kental beserta sambal sesuai dengan permintaan pembeli.

Rasanya, jelas nikmat dan sedap, apalagi kalau piringnya beralas daun pisang. Sentuhan lain semakin terasa ketika gaya menyantapnya bukan dengan sendok, tetapi kerupuk puli yang dijadikan sendok. Tentunya, irama kriuk kerupuk puli ini menambah selera makan kita semakin nikmat.

Seperti yang diutarakan Sumarto, 41 tahun, pecel Semanggi ini terasa nikmat bila dilahap beserta kerupuk pulinya. “Kerenyahan kerupuk dan kenikmatan bumbunya benar-benar enak,” tuturnya.

Merambah Menengah Atas

Penjual Semanggi yang umumnya adalah wanita paruh baya keatas, berangkat dari rumah di daerah Jalan Sawo, Kendhung, dan Beringin yang terletak dalam satu desa yaitu desa Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya dengan menggendong bakul di punggungnya. Untuk kemudian dijajakan ke seluruh pelosok Kota Pahlawan.

Konsumen makanan ini dulunya adalah masyarakat kelas bawah. Tetapi belakangan, pecel semanggi merambah tempat-tempat menengah atas. Di Surabaya, pecel Semanggi dapat ditemukan di Pujasera Sinar Supermarket, Tunjungan Plasa, Food Court, Plasa Surabaya, Kedai By Iwake Food Court, atau di Semanggi Corner Surabaya Plaza Hotel.

Harga semanggi ini relatif terjangkau, dengan rasa yang nikmat. Tak perlu takut merogoh kocek dalam-dalam, Pecel semanggi yang dijual keliling harganya sekitar Rp 2.500 per pincuk.

Meski harga yang dipasang boleh dibilang cukup murah, beberapa penjual pecel Semanggi tidak merasa rugi. “Sudah 27 tahun saya berjualan pecel Semanggi, dengan harga yang relatif murah syukurlah saya bisa menghidupi keluarga,” ujar Tatik, 42 tahun, penjual Semanggi yang berlogat bahasa Madura itu.

naskah: andrian saputri | foto : wt atmodjo