Jika di Surabaya pasar buku terdapat di Jalan Semarang. Sementara di Kota Malang, pasar buku dapat dijumpai di Jalan Simpang Wilis. Di saat tertentu kawasan Pasar Buku Wilis banyak diserbu beberapa pelajar dan mahasiswa.

Pasar Buku Wilis, merupakan tempat menyediakan kebutuhan masyarakat akan kebutuhan ilmu pendidikan melalui penjualan buku-buku dan majalah-majalah bekas. Pasar buku bekas atau buku loakan ini dulu terletak di Jalan Majapahit. Lantas kemudian oleh pemerintah setempat direlokasi ke Jalan Simpang Wilis.

Mungkin karena kondisi bedak-bedak yang tidak teratur dan terlihat kotor, ditambah kondisi jalan yang menjadi macet di jam-jam tertentu, pemerintah kemudian merelokasi bedak-bedak ini ke tempat baru di Jalan Simpang Wilis dengan bedak-bedak yang permanen, rapi, dan tentunya lebih nyaman. “Pasar Buku Wilis diresmikan pada tanggal 12 Juni 2003 oleh Walikota Malang yang sedang menjabat pada waktu itu, yaitu Bapak H. Suyitno”, tutur Pak Mat, Ketua Paguyuban Pasar Buku Wilis.

Tiap hari bedak-bedak ini dikunjungi oleh ratusan pelajar, mahasiswa, dan juga masyarakat umum yang berburu buku-buku bekas dengan harga yang tentunya jauh lebih murah dibanding buku asli yang masih baru. Tempat ini menjadi tempat baru bagi masyarakat untuk berburu buku-buku bekas yang mungkin sudah tidak dijual lagi di toko-toko buku.

Selain buku bekas di Wilis sendiri merupakan alternatif, untuk membeli buku dengan harga yang lebih murah dibanding harga toko berkualitas yang lebih rendah, tidak jarang apabila memasuki tahun ajaran baru banyak palajar dan mahasiswa yang datang untuk mencari buku di Wilis dikarenakan harganya lebih murah dan bisa ditawar.

Beberapa buku-buku bekas ini sebenarnya kondisinya bisa terbilang masih layak meski memang sudah terlihat kumal atau bahkan sampulnya sudah berlubang dimakan usia, namun isi dari buku tersebut rata-rata masih dalam kondisi layak. Beberapa majalah luar negeri seperti Time, Newsweek, Reader’s Digest, National Geographic edisi lama juga masih bisa kita jumpai di sini.

naskah/foto : ogie satrya w