Indonesia kaya sekali akan kerajinan batik yang sering kita temui di kota-kota, seperti Solo, Jogja, dan Pekalongan. Namun kini banyak batik-batik dari berbagai daerah di Indonesia. Seperti batik Cirebon, batik Tasik, batik Bali, batik Banten, batik Minangkabau, batik Sidoarjo dan batik Madura.

Beragam motif batik dari tiap-tiap daerah memberikan ciri khas tersendiri yang sebagian besar menggambarkan kebudayaan daerah masing-masing. Hal inilah yang membuat Farid Harja termotivasi untuk menciptakan kreasi motif batik yang mengusung kebudayaan tanah Madura, agar lebih dikenal masyarakat luas.

Keunggulan dari Batik Salerana Dhika daripada Batik Jawa menurut penuturan Farid, jika batik di Jawa kebanyakan hanya memiliki 5 motif unggulan, maka Batik Salerana Dhika memiliki motif yang lebih beragam.

ejtcom_batikSalerana Dhika2“Setiap tahunnya pasti ada motif baru yang tercipta. Karena penggambaran motif merupakan hasil imajinasi dan feeling dari setiap pembatik” ujar Farid di sela acara pameran batik di Atrium Tunjungan Plaza, akhir Nopember 2013 lalu. Motif-motif Batik Salerana Dhika, antara lain motif serat kayu burung, motif sapi, motif burung matahari, motif kembang dan masih banyak lainnya. Semua batik yang dijual diproduksi langsung di Pamekasan Madura, sebuah kampung halaman Farid.

Jika Anda berminat, Batik Salerana Dhika dibandrol mulai dari harga Rp. 75 ribu per potongnya hingga seharga Rp. 4 juta rupiah tergantung motif batiknya. Batik Salerana Dhika juga melayani pemesanan batik dengan motif pribadi sesuai keinginan konsumen.

naskah|foto : delia