Ditangan orang yang kreatif, batu bisa dirubah menjadi barang yang memiliki nilai seni dan lebih berharga. Tak jarang, eksistensinya jadi rebutan banyak kolektor dalam danluar negeri. Inilah yang dilakoni Bagus Heri Setiaji, perupa yang dua tahun belakangan menekuni seni ukir batu.

Lewat tangan kreatifnya, seonggok batu bisa dijadikan barang yang menarik. Seperti gantungan kunci dengan ukiran zodiac, atau ukiran tulis nama-nama zodiac seperti Aries, Cancer, Libra, dan seterusnya. Batu yang digunakan untuk membuat gantungan kunci tersebut menggunakan batu taman yang berwarna putih. Selain itu juga jam, kalender, dan batu dengan berbagai macam tulisan untuk pajangan di rumah.

Untuk setiap jenis kerajinan batu yang dibuat, memiliki bahan dasar yang berbeda-beda. Ada batu asli yang berasal dari NTT tetapi dibeli dari pemasok orang Surabaya. selain itu juga ada batu palimanan, batu taman, dan batu laut yang diambil langsung dari laut Lumajang.

“Kami tidak menggunakan batu sungai untuk membuat kerajinan batu ukir ini, karena batu sungai memiliki tekstur yang kurang bagus seperti pori-porinya yang besar dan bagian dalamnya kurang padat,” tutur pria yang sempat menekuni usaha kaca pada tahun 1993 ini.

Menariknya, gaya ukiran batu yang diakrabi Bagus masih bhelum ada duanya di Indonesia. “Di Indonesia, masih belum ada ukiran di batu yang timbul seperti milik saya. Biasanya tulisannya masuk ke dalam,” imbuh alumnus jurusan mesin dari sebuah STM di Surabaya ini.

Teknik pembuatan Bagus juga berbeda jika dibanding dengan pemahat batu biasanya. Karena ia tidak menggunakan bahan kimia ataupun cetakan. “Cara pengukiran dengan menggunakan teknik mata pisau khusus,” tambahnya.

Ukiran tulis di batu milik Bagus memiliki berbagai macam bentuk. Mulai dari tulisan China, Jepang, kaligrafi, huruf Palawa, dan tulisan biasa. Selain tulisan ada juga yang berupa gambar, seperti gambar naga dan lambang zodiac. Ukiran-ukiran yang sudah jadi ini juga bisa diberi warna sesuai permintaan dari pembeli. Menurut pengakuan dari istrinya, Indah Winarti, Bagus mempelajari beberapa agama agar bisa menjelaskan kepada pembeli tentang arti dari ukirannya tersebut.

Suami saya belajar tulisan China dari kelenteng di Jalan Pasar Besar Surabaya. Tulisan Jepang belajar dari temannya, dan huruf Palawa belajar dari salah satu kolektor batu di Surabaya,” tutur Indah.

Selain terbuat dari bahan dasar baku, Bagus juga menggunakan fosil kayu untuk diukir dengan berbagai macam tulisan tergantung pesananan. Harga yang dipatok oleh bagus untuk mendapatkan batu ukir ini berkisar dari 200ribu sampai 2 juta rupiah.

Harga yang dipatok juga tergantung dari tingkat kesulitannya. Setiap orang yang membeli batu ukiran milik Bagus ini akan mendapatkan sertifikat kepemilikannya. Hal ini untuk menunjang keaslian dan estetika pahatan karyanya. Proses pembuatan kerajinan tersebut paling cepat tiga hari dan paling lama seminggu, tergantung dari tingkat kesulitannya.

Selain untuk pajangan, batu ukir tersebut juga bisa untuk souvenir pernikahan. Pembeli kerajinan batu ukir ini menurut Bagus paling banyak berasal dari Jakarta. Pembelinya juga pernah ada yang dari Malaysia dan Timur Tengah. Jika anda berminat dengan batu ukir milik Bagus, anda bisa datang ke workshp dan gallerynya di Pasar Wisata Juanda Blok i/16 Surabaya.

naskah dan foto : arista ika