Ada banyak cara dilakukan untuk kampanye anti narkoba dan HIV/AIDS. Salah satunya melalui pementasan teater. Seperti yang dipertontonkan Teater Lingkar dari Stikosa-AWS, 21 Mei 2014 di Gedung Cak Durasim, Surabaya.

Malam itu, Teater Lingkar menampilkan dua pementasan untuk menghibur para audien. “Pleidoi Setan” menjadi hiburan pertama yang ditampilkan sedangkan “Malam Botak” menjadi penampilan kedua.

Berceritakan tentang keluh kesah seorang setan yang tugas dan eksistensinya telah diambil oleh manusia. Dalam hidup abadinya, kini setan menganggur dan saat keresahan memuncak, setan pun mengajukan pembelaan diri dalam betuk Pleidoi Setan.

lingkar 2Saat pementasan, seorang setan bertanya kepada manusia  ”saya setan anda siapa?”. Sebuah kalimat tanya yang merupakan sindiran kepada manusia akan kehidupannya semakin hari semakin bringas. Minuman keras, Narkoba, dan seks bebas menjadi hal yang biasa lagi sebagian orang di era moderen ini. Naskah “Pleidoi Setan” ini disutradarai oleh M. Afrizal “Jijay” Akbar.

Pementasan kedua dengan Nakah “Malam Botak” disutradarai oleh Syarif “Tebo” Wadja Bae. Pementasan ini mengisahkan dualisme kehidupan anatara baik buruk, Botak dan gondrong sebagai gelandangan. Botak sebagai tokoh yang ditinggal oleh istrinya pergi dan anaknya meninggal. Botak hidup trauma dan terlena dalam kesedihannya. Kesedihannya secara berulang ulang diceritakan kepada Gondrong. Sementara Gondrong adalah seorang aktivis kesenian yang pernah ditahan karena terlalu kritis. Gondrong menganggap dalam dunia kesenian hanya seperti fatamorgana dan pelangi dengan suramnya suramnya makna kejujuran.

Pementasan ini juga menjadi salah satu kegiatan dalam menyambut hari jadi Teater Lingkar yang ke 17. “17 tahun Teater Lingkar berproses menjadikan keluarga yang berkedok organisasi ini semakin kuat. Karena kami yakin menjalani proses adalah pembelajaran yang tidak harus dari sesuatu yang benar tapi sebaliknya” ujar Enny selaku ketua umum UKM Teater Lingkar.

naskah|foto : moch. johan f