“Happiness only real when shared,” mengutip kalimat dari Christopher Mc Candless sebagai cermin kegiatan sosial yang marak dilakukan di Bulan Ramadhan. Ada yang berbeda di sore ini, sekelompok mahasiswa dari Unitantri (Unit Aktivitas Karawitan dan Tari) Universitas Brawijaya berkumpul untuk memperkenalkan budaya gamelan dan karawitan kepada anak-anak Panti Asuhan Al-Ikhlas Janti, Malang.

Sekitar pukul empat sore sebuah mobil pick up dengan muatan sembako, makanan, juga berbagai peralatan gamelan seperti gong, boneng, dan gambang diboyong masuk ke halaman Panti Asuhan yang berpenduduk sekitar 70 anak ini. Dengan antusias anak-anak menyambut kakak-kakak yang mulai menata peralatan gamelan di dalam pendopo. Bahkan sebagian dari mereka telah bersiap mengenakan pakaian rapi sejak pukul tiga sore tadi menunggu datangnya kakak-kakak dari Unitantri. Beberapa anak terlihat melompat kegirangan dan berteriak-teriak riang gembira sehingga Pak pembimbing pun menegur supaya tetap berperilaku sopan menghadapi tamu.

Dengan wajah polos berseri, heran, sekaligus penasaran setidaknya 30 anak yang sebagian besar duduk di bangku SD duduk dengan sopan memperhatikan sambutan dan pengarahan dari kakak Unitantri. Tak jarang salah satu dari mereka melirik ke arah gamelan yang telah tertata rapi, rasanya tak sabar ingin menyentuh dan memainkan gamelan bersama.

Setelah beberapa pengarahan dan suguhan performance dari kakak Unitantri, anak-anak dipersilahkan untuk mencoba memainkan berbagai alat musik dengan mendapat bimbingan dari kakak mahasiswa terlebih dahulu. Gerombolan bocah cilik pun segera menyerbu perangkat gamelan yang telah ditunggu sejak kapan hari dikabarkan. Kakak-kakak mahasiswa dari Unitantri pun dengan sabar membimbing supaya terbentuk kerjasama tim dan alunan musik yang merdu.

Hanif, bocah panti asuhan yang sekarang duduk di bangku SD kelas 1 mengaku sangat senang sekali dengan suguhan dan kesempatan yang diberikan oleh mahasiswa Unitantri. Ketika ditanya, ia mempunyai cita-cita menjadi tentara, namun ia juga ingin bermain gamelan. Beberapa siswa lainnya mengaku merasa beruntung dan gembira karena ini kesempatan langka, hampir semua anak-anak disini belum pernah memegang dan memainkan gamelan.

Dalam bakti sosial ini, sekelompok mahasiswa dari Unitantri Brawijaya tak hanya menyumbang secara materi, namun juga membawakan hiburan dan suasana baru bagi anak-anak panti.

Ketua Yayasan Panti Asuhan Al-Ikhlas menganggap bakti sosial kali ini sebagai ide baru yang segar. “Saya mendukung sekali acara seperti ini, selain membantu dalam hal materi rekan-rekan mahasiswa juga membantu menghibur dan memperkenalkan budaya tradisional Indonesia”.

Ia mengaku bahwa sangat penting sekali memperkenalkan budaya asli kita karena selama ini kita, terutama generasi muda sudah mulai terseret oleh budaya barat yang bisa dibilang menjerumuskan ke arah yang tidak baik. Beliau menambahkan “Dengan adanya sosialisasi dan perkenalan budaya terutama kepada generasi penerus bangsa diharapkan dapat menanam benih kecintaan terhadap budaya tradisional kita.”

naskah dan foto : arif furqan