Indonesia, telah lama menjadi penghasil coklat terbesar ke tiga se dunia. Kabar gembira ini dimanfaatkan oleh pasangan muda Suni Akbar bersama sang istri Devi Maisita untuk bergelut memasarkan coklat lokal, melalui usaha cafe.

Bree Chocolaterie, sebuah cafe sekaligus chocolate boutique yang memperkenalkan rasa coklat dari biji asli hasil negeri, Indonesia (khususnya Jawa, Jember), dengan rasa bittersweet, yaitu rasa asli coklat.

“Coklat hasil pertanian lokal memiliki ciri khas dalam rasanya, iklim dan tanah di Indonesia yang sebentar panas, juga sebentar dingin membuat coklat terkadang didominasi rasa asam. Rasa asam itu kadang keluar, kadang juga tidak,” ujar Devi Maisita menjelaskan.

Cafe yang berada di Jalan Ngagel Jaya Utara 08 Surabaya ini, akan menjamu pecinta coklat dengan ragam olahan. Seperti Hot & Ice Chocholate, Praline, Truffle, Cookies, dan berbagai produk olahan lainnya.

Salah satu menu andalan yang ditawarkan adalah Grill Beef Sauce Secreat. Menu Steek ini, disajikan bersama saus coklat yang pas.

“Disini, kita memang menyajikan sesuatu yang beda. Yang belum pernah coba pasti kepikiran akan jadi aneh rasanya. Tapi sebenarnya sensasi yang muncul adalah perpaduan pedas, asin, dan manis, dari coklat itu sendiri. Salah satu menu unik lainnya ada Hot Chocolate, disini kita munculkan rasa spicy (pedas) dari cabai. Tapi pedasnya bukan yang membuat sakit perut, melainkan menghangatkan,” tambah perempuan berkerudung ini.

bree (3)Sebagai sister company dari Suoklat Cafe, cafe dengan 32 menu olahan coklat ini, mengusung tema feels like home, yang memperhatikan detile suasana kenyamanan layaknya rumah sendiri. Sehingga selepas dari Bree Chocolaterie, pengunjung akan rindu untuk kembalu, berjumpa dengan coklat lagi.

naskah dan foto : pipit maulidiya