Sepanjang 8 – 26 September 2008, Anda bisa menikmati beberapa film pilihan yang tersaji di program CinéRamadhan 2008. Selasa,23 September ini, film yang disiapkan adalah Inch’Allah Dimanche, sebuah film drama produksi tahun 2001 denan durasi 98 menit. Film ini disutradarai Yamina Benguigui, sempat merebut penharaan PemenangAudience Award dan Golden Wave di Bordeaux International, Festival of Women in Cinema 2001, dan pemenang International Critics’ Award (FIPRESCI) di Toronto International Film Festival 2001.

Film ini berlatar belakang tahun 1974, saat terjadi pengelompokan kembali keluarga. Zouina, perempuan cantik berdarah Arab berusia 30 tahunan, tiba dari Aljazair, asalnya, bersama ketiga anaknya, untuk menetap di Saint-Quentin, Picardie. Ia diawasi secara ketat oleh Aicha, sang mertua. Zouina berkumpul kembali dengan suaminya, Ahmed, yang telah terpisah 10 tahun dan sekarang tak ubahnya seperti orang asing baginya.

Lalu Rabu,24 September, ada film Le Grand Voyage, sebuah film drama produksi tahun 2004, dengan durasi 108 menit. Sutradaranya Ismael Ferroukhi, secara gemilang memabwa film ini berhasil mendapat penghargaan pemenang Luigi De Laurentiis Award di Venice Film Festival 2004, pemenang Best Film dan Best Actor di Mar de Plata Film Festival2005.

Kamis,25 September, ada La vie sans Brahim, sebuah film dokumenter produksi tahun 2002, durasi 90 menit, hasil besutan sutradara Laurent Chevallier. Film ini berkisah tentang Soisy sur Ecole, desa di Essonne yang berpenduduk 2.000 jiwa. Di sanalah Laurent Chevalier mengenal Brahim, satu-satunya orang Arab di desa tersebut, hingga kedatangan Mostafa yang membeli kembali toko kelontong di desa. Di sanalah kedua pria ini bertemu pertamakalinya, jauh dari Maroko, tanah kelahiran mereka. Mostafa tidak pernah berhenti menolong Brahim untuk memompa kembali semangat hidupnya.

Penutup rangkaian CinéRamadhan 2008, Jumat,26 September, Zaïna la cavalière de l’Atlas, film drama produksi tahun 2004. Film garapan sutradara Bourlem Guerlem ini pernah mendapat penghargaan Pemenang Audience Award di International Film Festival Locarno 2005, Swiss. Berkisah tentang Zaina, penunggang kuda dari Atlas adalah cerita kalangan rakyat Maroko pada abad ke-18. Masa para tuan tanah berkuasa, masa kehormatan lelaki dan lomba pacuan kuda.

Film ini berkisah seputar 3tokoh : Omar, penguasa penting, yang benar-benar dibutakan oleh cintanya kepada Selma, hingga menyebabkan kematian perempuan tersebut. Ia kemudian mencoba menjaga Zaina, anak gadis Selma yang menjelang usia remaja dan berkarakter keras, yang akan memilih melarikan diri dengan Mustapha, ayah kandung yang belum pernah dia temui.