Ingin menikmati nasi goreng dengan konsep beda? Mampir saja di Cafe Heerlijk Library, Jl Menur Pumpungan 32, Surabaya. Tak lagi menyuguhkan nasi goreng dengan campuran telur dan ayam, nasi goreng sajian cafe yang terletak di Lantai Dua Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur ini justru menggunakan bebek goreng, sambal, dan acar sebagai pelengkap.

“Pas laper banget malam-malam jam 12-an warung kan sudah pada tutup semua. Yang masih ada jam segitu kan nasi goreng,” jelas Didi Cahya, Marketing Manager Heerlijk.

Lantas, mengapa harus dengan bebek goreng? “Jadi kuliner kita sedang ada pergeseran. Surabaya terkenal bebek goreng. Banyak orang datang nyari bebek. Makanya kami bikin Segor Besties, alias Sego Goreng Bebek Istimewa. Jadi gak perlu malam-malam cari nasi goreng, siang hari pun sudah ada,” jelas Didi lagi.

Selain menu Indonesia, beberapa menu asal Cina dan Amerika juga disiapkan untuk pengunjung. Bedanya, menu ini disulap menjadi makanan rasa Suroboyo-an yang halal. Seperti Mie Ngamen Duduh Kare (mie ramen kuah kare) dan Soda Perawan (virgin mary).

Disamping menunya yang unik, cafe yang buka setiap hari pukul 09.00 WIB sampai 22.00 WIB ini punya tempat yang asik dengan sistem bar. Dapur, tempat memesan makanan, dan satu meja pelanggan dengan empat kursi berada di dalam ruangan, sementara kursi dan meja pelanggan secara keseluruhan diletakkan diluar ruangan atau out door. Sekalipun diluar ruangan, cafe dengan dinding berhiaskan mural khas Indonesia ini tidak berhawa panas, malah sebaliknya angin sejuk bisa dirasakan.

Nama Heerlijk, jelas Didi, berasal dari Bahasa Belanda yang artinya sangat lezat atau enak. Sejak kali pertama buka di Jl Darmo 90 (samping Rumah Sakit Darmo) Surabaya, cafe ini sengaja mengusung konsep heritage. Bangunan yang digunakan kebetulan menggunakan gedung tua peninggalan Belanda.

Meski imaji kolonial melekat, Cafe Heerlijk tetap kukuh menawarkan makanan khas Jawa Timur-an. Katanya, ini berhubungan dengan kebenaran bahwa orang Belanda sangat menggemari masakan Indonesia atau Jawa pada khususnya. Tak percaya, dengar saja lagu Geef Mij Maar Nasi Goreng. Lagu ini menjadi bukti kecintaan orang Belanda terhadap nasi goreng.


naskah : pipit maulidya | foto : farid rusly