Seni Rupa merupakan seni yang mempunyai esensi tinggi dan beraneka ragam ekspresifitasnya. Saat ini, seni rupa tak hanya sebatas lukisan dan patung saja, melainkan sudah merambah ke berbagai ranah seni bernilai tinggi. Adanya keberagaman wajah seni rupa tersebut diwadahi dalam pagelaran pameran Jatim Biennale IV 2011 yang digelar serentak mulai 16 Oktober 2011 di 6 Galeri seni yang ada di Surabaya.

Salah satu Galeri yang tak pernah surut mendukung perjalanan seni di Surabaya yaitu House Of Sampoerna menggelar Jatim Biennale IV dari 16 Oktober hingga 6 Nopember 2011 mendatang. Disana, lima belas seniman dari Jawa Timur memamerkan beberapa karyanya, seperti diantaranya Aji Prasetyo, Malang dengan Komiknya, Armaya, Mojokerto dengan Lukisan, Sarko, Surabaya – Drawing, dan Dardiri, Ponorogo dengan seni Instalasinya dan bentuk karya seni lainnya.

Keberagaman bentuk karya itu tidak lepas dari kerja kuratorial dengan tema Transposisi, oleh Kurator Agus Koechink dan Syariffudin, serta Djuli Djatiprambudi (sebagai penasehat). Tema ini mengacu pada seni rupa kontemporer yang membahas bagaimana media dipahami dan dieksplorasi oleh seniman dengan cara pandang baru. Media dalam era sekarang telah berkembang demikian beragam dan sekaligus memperlihatkan watak media yang memiliki daya jelajah demikian jauh dalam rangka memahami dan menghadirkan realitas baru atas gejala sosial yang sedang berkembang dan berubah. Daya jelajah yang dimaksudkan adalah hadirnya kemungkinan baru, baik dalam dataran konseptual (tematik) hingga visual-estetik.

Dalam press conference Pameran Biennale bertajuk Transposisi pada Rabu kemarin, (12/10), juga disuguhi sebuah performance art dari Malang Performing Arts Community. Jadi, dengan keberagaman seni rupa yang dipamerkan tersebut membuat wajah seni rupa semakin baru, dengan eksplorasinya dari jiwa seniman masing – masing itu sendiri.