Setelah sukses bercerita lewat karya visual hasil jepretan ratusan fotografer setahun lalu. Tahun kedua ini, sebuah ruang dan waktu kembali diluncurkan Festival Foto Surabaya untuk menampung kreatifitas masyarakat luas ditengah tumbuhnya beragam gagasan di bidang fotografi.

Mengusung tema “Work, Creative, Future (Kerja, Kreatif & Masa Depan )”, adalah Festival Foto Surabaya (FFS) yang menjadi tonggak medium apresiasi fotografi di timur Indonesia. Sebuah festival fotografi pertama dan terbesar saat ini, karena melibatkan banyak elemen seperti komunitas foto, profesional fotografer, perguruan tinggi hingga industri yang menunjangnya. Fotografi sebagai alat komunikasi, kiranya bisa menjadi kampanye untuk meniupkan semangat kerja, kreatif dan masa depan bagi masyarakat luas. Karena dengan bekerja keras di segala bidang dengan kreatifitas tinggi, menjadi sumbangsi komunitas untuk turut membangun dan memajukan peradaban bangsa dan dunia.

Mengingat, Indonesia dengan sumber daya manusia (SDM) dan semua potensi alamnya menjadi modal besar bagi keberlangsungan bangsa ini untuk maju. SDM yang berlimpah dari desa hingga kota harusnya juga menjadi pilar besar untuk mencapai keberhasilan pembangunan. Dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta jiwa, dimana di dalamnya sekitar 80 juta jiwa adalah remaja dan pemuda yang berpotensi menjadi komunitas masa depan. Kiranya hal ini yang coba diterjemahkan lewat 520 karya foto dari berbagai genre yang dipamerkan dalam Festival Foto Surabaya 2015. Foto-foto terpilih tersebut dibidani oleh 4 kurator Indonesia yaitu Oscar Motuloh, Johnny Hendarta, Agus Leonardus dan Deny Salman.

Seluruh karya foto yang masuk hasil jepretan dari 240 fotografer, baik dari fotografer pemula hingga profesional dari dalam maupun luar negeri yang terbagi menjadi berbagai sub tema, digital imaging, street fotografi, foto stor, pictorial, dan BW portrait. Dari ratusan fotografer tadi, sedikitnya ada empat fotografer luar negeri yang sengaja diundang panita untuk mengikuti pameran foto, yakni Yannick Cormier (Prancis), Jan Banning dan Marjolein Van Pagee (Belanda), Zhuang Wubin (Singapura), serta Ingetje Tadros (Australia).

Selain itu ada tiga karya foto yang cukup menyita perhatian pengunjung, foto lanskap yang menunjukan keindahan perairan Indonesia dari atas. Ketiga karya foto ini dikirim oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. “Tahun ini kita sengaja menundang Ibu Susi untuk turut dalam pameran, ternyata beliau mau dan mengirimkan tiga foto dari udara. Sayangnya, tidak dijelaskan itu diambil dari perairan mana”, tutur Mamuk Ismuntoro, ketua pelaksana FFS 2015.

Semarak event festival foto yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ini, semakin terlihat dari antusias masyarakat yang hilir-mudik mengunjungi area pameran foto yang dipajang di beberapa lantai di Ciputra Word Surabaya. Tahun ini, Festival Foto Surabaya mengusung berbagai aktifitas seperti talkshow, workshop, hunting foto, photobook week hingga pameran foto. Acara ini digelar pada 11-17 Mei 2015 di Ciputra World Surabaya. “Sudah saatnya Surabaya memiliki forum apresiasi bersama bagi penggemar foto hingga profesional. Surabaya punya potensi besar untuk mendorong kemajuan fotografi di tanah air”, ujar pendiri komunitas Matanesia ini.

“Seperti halnya cabang seni lainnya, fotografi dengan berbagai bentuk dan penerapannya harusnya bisa dikenal dan dirasakan manfaatnya oleh warga kota. Maka sebagai salah satu pegiat fotografi di Surabaya, kami merasa harus mengenalkan misi fotografi untuk semua orang”, imbuhnya.

Festival Foto Surabaya akan dihadiri oleh banyak pembicara dari tanah air dan mancanegara. Diantaranya Jerry Aurum, fotografer profesional yang pada sesi kedua talkshow di hari pertama pembukaan FSS 2015 kemarin, berbagai cerita tentang 10 foto terbaik yang sudah ia hasilnya selama 23 tahun lamanya. Dan di hari kedua, 12 Mei akan ada seminar “Merekam Sejarah Alam Indonesia” oleh Riza Marlon (fotografer wildlife), serta talkshow “Documentary Photography” oleh Yannick Cormier, fotografer asal Perancis, 16 Mei 2015. Dan masih banyak lagi pembicara dari tanah air dan mancanegara yang akan berbagi cerita seputar perkembangan dunia fotografi dari berbagai genre. Diantaranya Anton Ismael, Erik Prasetya, Kayus Mulia, Hary Subastian, Johnny Hendarta, Riza Marlon, Lans Brahmanto, Rama Surya, Monica Anantyowati, serta fotografer asal Singapura, Zhuang Wubin. Para profesional fotografer tersebut akan berbagi ilmu fotografi dalam rangkaian acara Festival Foto Surabaya di Ciputra World Surabaya hingga 17 Mei mendatang.

Untuk detail acara, Anda bisa mengunjungi website festival resmi ini di www.festivalfotosurabaya.com, selain media sosial seperti facebook dan twitter.

naskah & foto : rangga yudhistira