Festival Makanan Jawa Timur kali ini diikuti peserta dari Bakorwil Bojonegoro II dan IV Pamekasan. Pada babak penyisihan yang digelar pada 21 April lalu, para peserta menampilkan beragam kreasi makanan khas Jatim. Seperti rujak cingur, tahu campur, dan nasi boranan.

Kepala Dinas Disbudpar Jatim, Dr Harun MSi dalam sambutan pada acara Babak Penyisihan Festival Makanan Khas Jawa Timur di Hotel The Sun Sidoarjo, yang dibacakan Kepala Bagian Pengembangan Produk Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur, Rudi Prianto Utomo mengatakan, perkembangan kuliner telah merambah di berbagai segmen.

”Sangat menarik melihat perkembangan dunia kuliner sekarang ini, beberapa hotel dan restoran mulai berani menampilkan menu makanan khas Jatim sebagai suguhan utama saat menyambut tamu,” katanya.

Terbukti dari Bakorwil Bojonegoro dan Pamekasan yang ikut festival tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya. Jika pada 2008 ada lima kabupaten/kota dengan jumlah 15 peserta tahun ini menjadi 10 kabupaten/kota. ”Ini bukti jika setiap daerah belakangan ini terus mengembangkan potensi kuliner yang mereka miliki, dan ke depan akan semakin banyak daerah yang ikut serta dalam festival,” imbuh Rudi.

naskah dan foto : wt atmojo