Mata mereka terus tertuju pada batang-batang rokok. Dengan penuh ketelitian, mereka membuat gambar-gambar cantik dengan menggunakan tusuk gigi dan sisa kopi  dalam gelas. Tradisi yang oleh masyarakat luas dikenal dengan sebutan cethe ini, jadi pemandangan menarik di Malang Coffee Festival 2012.

Di stan bertuliskan Cethe Corner tak diisi properti kafe atau produk kopi. Namun, terlihat beberapa pemuda asik duduk bersila di atas tikar, tertunduk serius seperti sedang bertapa, sementara beberapa orang lain asik menonton pemuda tersebut. Setelah mendekat barulah terlihat bahwa ia sedang menggambar batik. Pemuda yang akrab disapa Bayu itu menggambar batik di sebatang rokok, seni gambar seperti ini biasa disebut cethe.

Beberapa pengunjung menikmati suguhan tontonan unik akhir pekan ini. Di pojokan stand dipajang puluhan batang rokok cantik yang selesai dibatik. Pemuda itu masih tetap berwajah serius ketika salah satu pengunjung bertanya “boleh lihat-lihat mas?”. Dengan senyum ia menengadah, kemudian menyambut dengan ramah, “monggo pak, silahkan dilihat”. Rupanya Bayu sedang sibuk  mengerjakan batik cethe pesanan para pengunjung. Tak seperti stand kopi yang lain, di Festifal kopi ini Bayu diundang untuk memamerkan seni cethe kopi.

Bahan dasar yang dipakai untuk tinta adalah sisa kopi halus yang sudah habis diminum. Kopi halus basah tersebut disaring sedemikian rupa lalu dicampur dengan susu kental manis sebagai perekat. Dengan tusuk gigi yang dilancipkan, tinta kopi tersebut dilukiskan pada sebatang rokok.

Puluhan batang rokok yang telah selesai dibatik dikeringkan terlebih dahulu sebelum dikemas cantik di dalam plastik. Ada beberapa macam motif hasil lukisan Bayu, ada yang bermotif tribal, batik, gambar tengkorak , juga motif bunga yang menawan. Beberapa motif lukisan lainnya juga dikembangkan untuk menambah variasi batik cethe.

Dari seni batik cethe ini tak hanya soal gambar yang cantik dan lebih indah, namun juga rasa khas ketika rokok dihisap dengan cethe yang menempel. Dengan bahan yang diracik khusus untuk tinta, rokok cethe lukisan Bayu memberi sentuhan tersendiri. Rasa dan aroma asap tembakau terasa lebih gurih dan harum. Sebagai penggiat seni cethe, memang sudah biasa menikmati tembakau rokok dengan dilukis terlebih dahulu. Namun bagi orang awam seni lukis ini menjadi tontonan juga seni hiasan yang biasa dipajang.

naskah dan foto: arif furqon