Jawa Timur makin kaya dengan ajang rafting. Terakhir, Bondowoso Sampeyan Baru (Bosamba) Rafting diresmikan oleh Wakil Gubernur Jatim, Drs H Saifullah Yusuf, Minggu (1/11) lalu. Persemian ini sekaligus membuka acara Gebyar Wisata Rafting 2009.

Ditemui usai mengarungi rute arung jeram sepanjang tujuh kilometer ini Wagub Jatim mengatakan, potensi Bosamba untuk menjadi ikon Jatim khususnya Kabupaten Bondowoso sangat terbuka. Ini mengingat Bosamba didukung kondisi alam yang sangat indah dan arus sungai yang cukup menantang. ”Rafting dengan kondisi alam seperti ini hanya ada di Bosamba, di sini ada goa kelelawar,” kata Gus Ipul sapaan Wagub Jatim.

Ia menambahkan, kondisi goa kelelawar yang belum terjamah ini, menjadi daya tarik yang berpotensi untuk mendatangkan wisatawan luar dan dalam negeri untuk berkunjung ke Bondowoso. ”Saya yakin jika dikelola dengan benar, tempat ini pasti diminati wisatawan,” tuturnya. Menurut gus ipul pengembangan potensi wisata tidak dapat berjalan sendiri harus ada sinergi antara pemerintah dengan masyarakat, agar dapat memberikan manfaat khususnya masyarakat sekitar sungai.

Acara gebyar wisata rafting 2009 ini diikuti 150 peserta dari berbagai daerah di jawa timur. Dalam lomba ini peserta akan mengarungi sungai sampeyan sepanjang tujuh kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih satu setengah jam. Peserta akan dinilai berdasarkan kekompakan, kecepatan, dan kemampuan menyelesaikan tantangan.

Tim Polisi Pariwisata Polda Jatim berhasil menjadi yang terbaik dan berhak memperoleh uang tunai sebesar Rp 2,5 juta, tropy, dan piagam. Peringkat kedua disandang tim dari Disbudpar dan Olah Raga Kabupaten Pasuruan yang berhak membawa pulang uang tunai sebesar Rp 2 juta, tropy, dan piagam. Dan peringkat ketiga diperoleh Biro Adminitrasi Kemasyarakatan Pemrov Jatim dan berhak atas hadiah uang tunai Rp 1,5 juta, tropy, dan piagam.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Provinsi Jatim, Drs Djoni Irianto MMT sangat berharap, Bosamba menjadi objek wisata minat khusus yang diminati wisatawan serta mampu menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat sekitarnya. ”Semakin banyak wisatawan berkunjung ke sini, maka akan memberi dampak signifikan terhadap perekonomian warga,” terangnya.

Caranya, bisa dengan berjualan cindramata, oleh-oleh khas Bondowoso, atau menyediakan homestay (penginapan) untuk wisatawan. ”Banyak cara untuk memanfaatkan sektor wisata menjadi sumber pemasukan, jika serius saya yakin pasti akan cepat terwujud,” kata Djoni.

naskah dan foto : wt atmojo