Sesekali, singgahlah di hotel yang sarat dengan kenangan ini. Memanjakan imaji tentang Surabaya di masa lalu, sembari menikmati layanan layanan coffee shop yang lengkap dengan free wifi.

Itulah gambaran sekilas tentang apa yang akan kita rasakan kala menginap di Hotel Olympic. Bila dilihat dari segi bangunan saat kita melintas di Jalan Urip Sumoharjo bagi yang masih awam, sekilas tak akan menyangka kalau di pinggir jalan itu ada sebuah hotel tua yang termasuk salah satu daftar heritage di Kota Surabaya.

Hotel Olympic adalah salah satu bangunan lama yang masih bertahan hingga sekarang, tentu dengan beberapa penyesuaian dan tambal sulam di beberapa bagian bangunan. Namun, membahas apa yang menjadi ciri khas bangunan hotel ini dapat dilihat dari sebuah menara menjulang tinggi, bila dibandingkan dengan beberapa bangunan yang ada di sekitar kawasan di sana. Menara ini terletak di sudut lantai paling atas hotel.

Foto bangunan lama dengan adanya menara itu masih dapat Anda lihat di dinding lobby hotel, terpajang dengan ukuran besar di belakang front desk. Bahkan di bagian itu, kita juga dapat melihat beberapa pemandangan ruas jalan di kawasan sekitar hotel.

Meski seiring berjalannya waktu, pihak pengelola terus mencoba bertahan dengan bentuk aslinya. Akan tetapi juga perlu beberapa pembenahan juga renovasi di beberapa bagian. Seperti banyak elemen yang sudah tidak ada lagi atau justru malah muncul baru, sebut saja awning semen untuk setiap jendela di hotel ini. Justru perpaduan itulah yang membuat suasana hotel makin nyaman kala kita singgah di sana.

Sejurus kemudian hotel ini sejenis seperti berputar karena bangunannya hampir berbentuk silinder. Hiasan pada beberapa bagian dibuat menarik perhatian misalnya pada pintu masuk utamanya terbuat dari kaca dan ditempeli sun blast. Mengenai gaya arsitektur didalamnya sendiri sepertinya masih mempertahankan interior bergaya masa lampau.

Nuansa ini seakan sengaja tetap dipertahankan oleh pihak pengelola hotel, agar tetap memberikan kesan keaslian bangunan masa lampau bagi para tamu yang datang. Seperti yang diutarakan Tusito Osmar, pemilik Hotel Olympic pada EastJava Traveler, hotel ini sejak dibangun oleh orang tuanya memang seperti ini aslinya kendati ada beberapa perubahan dan pembenahan. Namun, itu dilakukan dalam hal perbaikan saja tanpa merubah keindahan bentuk aslinya.

“Hotel ini didirikan oleh ayah saya yang bernama Ong Kie Tjay pada tahun 1956, karenanya saya merasa perlu untuk terus menjaga dan mengembangkan tinggalannya yakni Hotel Olympic ini,” ujar bapak empat anak ini. Selain Hotel Olympic, Ong Kie Tjay juga mendirikan dua hotel yang tak kalah menarik lainnya dari segi bangunan. Yakni Hotel Niagara di Kota Lawang dan Hotel Himalaya di Surabaya.

Mengenai penamaan ketiga hotel tinggalan Sang Ayah yang identik dengan sesuatu hal yang besar di dunia ini. Tusito, hanya berandai jika dulu orang tuanya mempunyai angan-angan atau sumbangsih besar bagi negeri ini, terlebih untuk anak-anaknya.

Lebih lanjut Tusito menjelaskan, biarkan bentuk hotel seperti ini adanya justru pengunjung yang datang akan merasakan sebuah cerita menarik dari atmosfer didalamnya. Karena itu pula nama Olympic begitu dikenal sebagai salah satu bangunan yang punya nilai sejarah di Kota Pahlaawan ini. Disusul dengan beberapa penghargaan dari pemerintah. Sebagai salah satu cagar budaya yang masih eksis bertahan.

Memadai dan Lengkap
Bicara fasilitas yang tersedia di Hotel Olympic bisa dibilang cukup lengkap dan memadai. Mulai dari kamar menginap, restaurant dan coffe shop, hingga beberapa fasilitas penunjang untuk sisi hiburan dan kenyamanan setiap tamu. Semua siap tersedia.

Untuk kamar menginap ada banyak pilihan sesuai dengan keinginan. seperti tipe kamar standart, superior, suite, hingga VIP. Setiap kamar dari masing-masing tipe terdapat beragam fasilitas pendukung kenyamanan istirahat Anda.

Beberapa fasilitas penunjang itu antara lain, fasilitas free Wi-Fi di seluruh ruang hotel, televisi, AC, kipas angin, air panas atau dingin di dalam kamar mandi, mini bar, timung, karaoke, ruang bilyard, tak lupa breakfast buat tamu yang menginap, lahan parkir yang sangat aman dan tak terlalu sempit, restaurant, coffee shop, serta masih banyak beberapa fasilitas menarik lainnya.

Menariknya hotel ini tak hanya mengandalkan kelengkapan fasilitas yang ada, namun ditunjang dengan keramahan pelayanan para petugas hotel. Sesuai dengan moto yang dipakai yakni Kepuasan Anda Kebahagian Kami. “Maka, semaksimal mungkin kami memberikan keramahan dan pelayanan terbaik buat para tamu yang datang kemari,” kata Tusito lagi.

Coffee Shop
Merasakan suasana santai sembari memandang keramaian Kota Surabaya di Jalan Raya Urip Sumoharjo, pasti terasa nikmat bila menghabiskan waktunya di sebuah coffe shop. Apalagi ditemani dengan secangkir kopi dan beberapa makanan ringan, terasa pas dan layak Anda coba di coffe shop Hotel Olympic. Menu makanan dan minumannya pun banyak pilihan plus dengan harga relatif terjangkau. waktu buka adalah pukul 6 pagi hingga pukul 2 malam.

Di ruang coffee shop hotel ini juga didukung dengan fasilitas free Wi-Fi. Selain itu ruangan ini juga dapat digunakan untuk pebisnis dalam menjalankan rutinitas pekerjaannya. Tinggal Anda yang berminat lakukan reservasi, ruang coffee shop pun tak dapat beralih fungsi menjadi meeting room hingga daya tampung maksimal 100 orang. Setelah itu Anda tinggal pilih atau pesan menu sesuai dengan selera.

Ragam menu itu antara lain, sandwich, tahu pong, lumpia, juga beberapa makanan ringan lainnya. Adapula makanan berat seperti nasi goreng Tempo Doeloe terdiri dari irisan cumi-cumi dan udang, nasi goreng kambing, nasi goreng Olympic, chicken steak, chicken terayaki, cap jay, serta beberapa menu andalan lain yang tak kalah menarik. Untuk minuman ada banyak pilihan. Mulai dari kopi hitam, aneka jus, squash, soft drink, dan beberapa minuman lainnya.

m. ridloi | foto : wt atmojo