Kota Surabaya sebagai kota metropolitan kedua di Indonesia setelah Jakarta selalu ramai dikunjungi oleh turis domestik maupun mancanegara. Begitu banyak aset sejarah Surabaya yang dijadikan sebagai obyek wisata yang menarik pecinta eksotika bangunan bersejarah. Karena peminat wisata sejarah Surabaya yang cukup besar ini menjadikan peluang bisnis bagi Dwita Roesmika dan Hendra Wardhana, untuk membuat sebuah toko Cenderamata berlatar belakang Surabaya.

Dengan berbekal keinginan kuat untuk dapat memberikan sesuatu yang khas dari kota Surabaya selain makanan dan sesuatu yang sifatnya tahan lama, Dwita dan Hendra membangun sebuah toko cenderamata. Bahasa sapaan sehari-hari masyarakat Surabaya akhirnya menginspirasi nama dari toko cenderamata ini,sehingga dinamailah Cak-Cuk Surabaya Kata-kata Kota Kita. Di tengah persaingan tajam antara pengusaha Cenderamata, Cak-Cuk berhasil menempatkan Brandnya ditempat terdepan mayoritas Pecinta kota Surabaya, tentunya dengan melakukan inovasi terus-menerus. Hingga kini Cak-Cuk mempunyai tiga Cabang di Surabaya, yakni di Jl. Darmawangsa, Jl. Gunung Sari dan Jl. A.Yani.

Berbagai cenderamata bertemakan Surabaya telah diproduksi oleh toko yang berdiri sejak 2005 ini, diantaranya Kaos, Pin, Magnet, Patung, Mug, Tas, Remi, dan Monodolly. Harga yang ditawarkan beragam dari mulai Rp 5000,- untuk Pin dan Kaos dihargai mulai Rp 44.000,- untuk anak-anak dan Rp 64.000,- untuk dewasa. Dari semua cenderamata yang dijual Kaos menjadi barang favorit pengunjung untuk dibeli.

Terdapat empat macam tema Sablon Kaos diantaranya Surabaya Kota Pahlawan,Surabaya Kota Meso,Surabaya Kota Makanan dan Surabaya kota Lokalisasi. Seluruh Kaos berbahan Katun dengan berbagai model baik yang berkerah,oblong hingga lengan panjang, produksi Bandung yang kemudian diproduksi sendiri di pabrik Surabaya dan disablon di Sidoarjo .

Cak-Cuk juga menawarkan promo setiap pembelian cenderamata minimal Rp.100.000,- berlaku untuk kelipatannya akan mendapatkan voucher senilai Rp.28.000,- yang bisa ditukarkan sewaktu-waktu. Untuk menjaga keorisinilan Cak-Cuk Surabaya mereka tidak membuka cabang di luar kota ataupun memasarkannya selain di Surabaya. “Kami menerima pesanan tetapi untuk menjaga agar Cak-Cuk menjadi sesuatu yang hanya dapat ditemui jika berkunjung di Surabaya,maka kami tidak memasarkannya ke tempat selain Surabaya” ujar Dita Stocker Cak-Cuk Surabaya.

naskah | foto: nur afni