Kebun Binatang Surabaya masih jadi tempat wisata favorit di Surabaya. Terbukti di tiap hari libur, jumlah kunjungan di tempat ini masih cukup tinggi. Di libur sekolah pertengahan tahun 2019 lalu, tempat wisata yang kini dikelola Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) ini bahkan berhasil mencatatkan jumlah 185 ribu pengunjung di 12 hari libur.

Strategi pembenahan yang dilakukan PDTS KBS, khususnya di penataan dalam kebun binatang hingga penambahan atraksi, agaknya cukup berhasil memikat banyak wisatawan.

“Sudah lama tidak ke KBS. Sekarang makin bersih dan rapi,” puji Richard Atmadja, 44 tahun, warga Mulyosari, Surabaya. Hari itu, ia kembali datang ke KBS bersama anak dan istrinya, setelah lima tahun lebih tidak berkunjung.

Hal senada juga dikatakan Moh. Arifin, 32 tahun, warga Gedangan, Sidoarjo. Dibanding kunjungannya ke KBS sepuluh tahun silam, kini, kondisi kebin binatang terasa lebih baik. Selain penambahan wahana baru, suasana dalam KBS juga lebih asri.

Dari pantauan eastjavatraveler.com, kondisi di dalam KBS sekarang memang jauh lebih bersih, hijau, dan rapi. Kondisi satwa yang ada juga relatif lebih baik, setidaknya jika dibanding beberapa tahun silam.

Pengelola KBS agaknya ingin menjaga citranya sebagai salah satu kebun binatang terpopuler di Indonesia bahkan Asia Tenggara. Mengutip data Wikipedia, KBS yang selama ini dikenal sebagai kebun binatang terlengkap se-Asia Tenggara, setidaknya memiliki 3000-an satwa yang terdiri dari 351 lebih spesies satwa yang berbeda. Baik mamalia, aves, reptilia, hingga pisces.

KBS berdiri berdasar SK Gubernur Jenderal Belanda tanggal 31 Agustus 1916. Saat itu namanya masih Soerabaiasche Planten-en Dierentuin (Kebun Botani dan Binatang Surabaya). Uniknya, di awal berdiri, lokasi kebun binatang ini masih di Kaliondo.

Hingga 28 September 1917, dipindah ke Jalan Groedo. Lalu tiga tahun, berkat jasa Oost-Java Stoomtram Maatschapij atau Maskapai Kereta Api, berpindah lagi ke kawasan seluas seluas 30.500 meter persegi di Darmo.

naskah : hendro d. laksono | foto : tiara aydin sava