Banyak cara untuk mengungkapkan sesuatu, salah satunya lewat bunga yang dihias dengan nilai seni yang tinggi.

Itulah yang sedang dijalani David Wijaya, perangkai bunga asal Kota Surabaya ini. Dia mengumpulkan berbagai macam jenis bunga untuk bahan baku, hasil dari para perajin asal Surabaya hingga Bali.

Perajin-perajin ini menciptakan bunga dari biji-bijian, bunga dari jagung, maupun bunga berbahan baku kain. David merangkai bunganya menggunakan berbagai pilihan bunga yang sudah ia dapatkan ini. Kemudian david menjualnya di toko bunga miliknya ataupun dengan mengikuti pameran-pameran kerajinan tangan yang ada. Tidak jarang seperti hotel-hotel berbintang, dan rumah-rumah besar memakai pajangan bunganya untuk mempercantik ruangan.

Bermula dari menghias bunga untuk bermacam kebutuhan itulah. Seperti dekorasi bunga untuk pengantin, ulang tahun sampai bunga duka cita. Namun seiring berjalannya waktu David sekarang lebih sering menciptakan rangkaian bunga untuk pajangan.

Tidak jarang seperti hotel-hotel berbintang, dan rumah-rumah besar memakai pajangan bunganya untuk mempercantik ruangan.

Untuk kalangan pembeli bunga kering maupun bunga kain sangat berbeda tanggapannya satu dengan yang lainnya. David menjelaskan bahwa animo warga Surabaya untuk rangkaian bunga kering atupun bunga kain masih pada kalangan tertentu saja.

Untuk rangkaian bunga kering misalnya, peminatnya yang paling banyak adalah kalangan ibu-ibu pejabat. Kemudian peminatnya juga berkembang sampai ke orang-orang asing asal Amerika, Malaysia, dan Singapura. “Kurang diminatinya bunga kering di Surabaya karena perawatannya yang agak susah. Seperti harus dilap dan dibersihkan apabila sudah kotor,” tambah David saat ditanya oleh EastJava Traveler.

Dua Jenis
Bunga kering yang selama ini kita kenal sebenarnya terdiri dari dua jenis. Yang pertama adalah jenis bunga kering yang berasal dari bunga asli yang sengaja dikeringkan, contohnya rumput-rumputan dari Bromo. Jenis yang kedua adalah bunga kering yang sengaja dibentuk dari bahan alami dan natural seperti dari kelopak jagung.

Sedangkan untuk bunga kain lebih disukai di Surabaya, karena bentuknya lebih menyerupai warna asli dan terlihat lebih segar. Bunga kain juga ada yang berasal dari dalam negeri dan ada juga yang import dari luar negri.

“Yang import lebih bagus bahannya dan orang kebanyakan lebih suka yang import,” tambah David yang sudah pernah meluncurkan berbagai jenis buku tentang bunga ini.

naskah dan foto : fransiska winoto