Mungkin di mana-mana mudah sekali menjumpai sate kelinci. Tapi, terasa beda bila kita memakannya sambil melihat eksotika Telaga Sarangan Magetan.

Kelinci, binatang peliharaan lucu ini juga dapat dijadikan menu pengusir lapar kita. Tekstur dagingnya yang lembut dan berwarna putih, serasa nikmat bila dijadikan sate.

Mengenai rasa daging pada sate kelinci mirip dengan daging ayam. Namun, yang bikin sate kelinci ini berbeda rasa dan lebih nikmat dari sate ayam, adalah pada tekstur lembut daging kelinci.

Sate kelinci tersaji dengan irisan bawang merah mentah pada satu porsinya. Dengan didukung perpaduan bumbu sate yang agak kehitaman karena porsi takaran pemberian kecap yang lebih banyak.

Penjual sate kelinci mudah sekali dijumpai di tepian Telaga Sarangan Magetan. Di obyek wisata berhawa dingin itu, menu kuliner yang satu ini dapat dijadikan alternatif pilihan di antara banyaknya menu makanan yang tersaji di sana.

Bahkan, para wisatawan dapat menikmati sate kelinci dengan duduk lesehan beralaskan tikar sambil memandangi keindahan telaga tersebut. Sedangkan, untuk sajian menu minuman yang sangat cocok adalah ronde. Minuman yang kuahnya menggunakan jahe bikin tubuh kita terasa hangat.

Mengenai khasiat sate kelinci, Joni, salah seorang penjual sate kelinci di Telaga Sarangan mengatakan, dapat menjadikan tubuh terasa hangat, dan kolestrol yang terkandung pada daging kelinci sangat rendah. “Selain itu sate kelinci dipercaya mampu meningkatkan stamina tubuh,” tambah wanita asal Ngancar, Sarangan itu.

Wedang Ronde

Perpaduan kuah minuman yang terdiri dari gula dan jahe, menyajikan rasa tersendiri bagi penikmatnya. Terlebih pada kehangatan yang terselip di dalam wedang ronde.

Desir sapa hawa pegunungan yang mengitari Telaga Sarangan Magetan, terkadang mengundang rasa dingin pada tubuh kita sirna, terutama tatkala kita berkunjung ke obyek wisata itu. Karena itu sajian minuman wedang ronde dirasa tepat sebagai menggugah rasa hangat tubuh kita.

Wedang ronde di Telaga Sarangan disajikan layaknya yang ada di berbagai daerah lain di Jawa Timur. Namun, yang bikin minuman ini serasa ketagihan karena penikmatnya dapat menyeduh kehangatannya dengan dukungan panorama indah telaga.

Selain menyajikan kuah hangat yang nikmat. Pada semangkuk wedang ronde juga terdapat kacang goreng, mutiara, agar-agar, dan cendol. Bahkan adakalanya beberapa penjual di sana juga menawarkan wedang ronde dengan diberi roti.

Dari sini perpaduan antara kuah dan isi yang tersaji di dalam wedang ronde, menimbulkan sensasi kenikmatan rasa dari minuman ini. Bahkan tak pelak membuat kita ketagihan akan kehangatannya.

naskah:m.ridlo’i | foto:wt atmojo