Miniatur Perahu Layar Bahrain kini hadir di beberapa kota besar di Jawa Timur. Salah satunya di Surabaya. Karena bentuknya yang unik dan khas, berbahan dasar kayu, dan detail perahu layarnya sangat terlihat jelas meyerupai aslinya. Membuat miniatur ini mungkin dapat Anda jadikan sebagai pajangan rumah yang sangat indah.

Bahrain sendiri berarti pertemuan dua laut di mana ada lautan di situ pasti ada perahu layar. “Karena itu nama kerajinan tangan ini dinamakan Perahu Layar Bahrain,” ungkap Husnul Chotimah, perajin Perahu Layar Bahrain.

Dengan dibantu sang suami Nur Hasan, dirinya memilih untuk bergiat dan berkreasi membuat miniatur ini. “Suami saya ikut membuat kerajinan perahu layar di Mojokerto, setelah bisa kami membuka usaha sendiri,” ujar Husnul Chotimah.
Adapun jenis-jenis perahu layar itu dibuat bak aslinya. Mulai dari jumlah layar perahu layar, posisi bangunan perahu layar, hingga bentuk tali-tali pengikat layar diletakkan persis sama dengan perahu layar sesungguhnya.

Selain miniatur Perahu Layar Bahrain, di galeri milik Husnul Chotimah di Jalan Nginden Kota 1/19, Surabaya, juga tersedia berbagai jenis perahu layar, mulai dari perahu layar tradisional Indonesia sampai perahu layar dari luar negeri yang sangat ternama. Sebut saja Perahu layar Dewa Ruci, Phinisi, James Cook, San Juan dan Bonti tersedia di sini.
Perahu layar Dewa Ruci dan Phinisi paling diminati oleh pembeli, bahkan tidak jarang dari mereka yang mengekspor langsung perahu layar-perahu layar ini sampai ke Kuwait. “Dewa Ruci dan Phinisi disukai orang-orang karena merupakan perahu layar ciri khas Indonesia,” tambahnya.

Perahu layar-perahu layar itu ada yang berukuran panjang 44 cm, tinggi 45 cm dan lebar 15 cm. Sampai ukuran yang paling besar memiliki panjang 175 cm, tinggi 140 cm dan lebar 50 cm.

Selain miniatur perahu layar berbagai ukuran juga terdapat perahu layar dalam botol yang sangat unik bentuknya. Miniatur perahu layar ini berada di dalam botol berbagai ukuran ataupun dalam bola lampu. Untuk proses pembuatannya lebih rumit dan butuh ketrampilan khusus, karena harus merakit perahu layar sedikit demi sedikit langsung di dalam botol ataupun lampu.

Untuk mendapatkan berbagai macam miniatur perahu layar ini Anda hanya perlu mengeluarkan kocek sekitar Rp 50 ribu sampai Rp 3 juta rupiah. Harga ini disesuaikan dengan besar dan tingkat kesulitan pembuatannya. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu perahu layar sekitar 3-4 hari saja, namun untuk siap dijual harus dilakukan proses finishing terlebih dahulu.

“Ciri khas produk saya ini akan terlihat di-finishing-nya karena terlihat lebih halus dan hal inilah yang sangat membedakan produk saya dengan yang lainnya,” urai Husnul Chotimah yang sudah mulai menjalani bisnis seni perahu layar miniatur ini sejak tahun 2001.

naskah dan foto : fransiska