Melengkapi rangkaian ‘Bhinneka Satu’ yang digelar sejak 2017, House of Sampoerna (HOS) menggelar berbagai koleksi foto, naskah, arsip kuno, dan karya instalasi dalam event bertajuk Pameran Nuswantara, 5 Oktober hingga 24 November 2019 mendatang.

Dalam pameran yang digelar untuk merayakan Hari Museum Indonesia 2019 ini HOS bekerjasama dengan Asosiasi Museum Indonesia Daerah Jawa Timur (AMIDA Jatim).

Gagasan Bhinneka Satu sendiri berangkat dari keinginan untuk mengangkat sejarah keberagaman dan persatuan bangsa Indonesia, demi mempertahankan keberlangsungan nilai-nilai mulia yang ada di dalamnya.

Sementara tema Nuswantara diangkat selaras dengan Peringatan Hari Museum Indonesia 2019 yang mengangkat tema ‘Museum Menyatukan Keberagaman’.

Dalam pameran ini pengunjung juga diajak menikmati lebih dari 150 koleksi, yang diharap mampu merepresentasi perjalanan sejarah Nusantara. Baik foto-foto yang bercerita tentang sisi unik Nusantara, hingga berbagai koleksi lama.

Seperti sendok dari cangkang Nautilus berhias ukiran ilustrasi kedatangan orang Eropa di Indonesia yang datang dengan kapal uap. Atau Kitab Pararaton koleksi Perpustakaan Nasional Indonesia.

Kitab Pararaton adalah catatan sejarah tertulis yang bercerita tentang raja-raja Singasari dan Majapahit. Dalam kitab ini juga terdapat catatan tentang Sumpah Amukti Palapa yang diucapkan Mahapatih Gajah Mada.

Koleksi lain yang tak kalah unik adalah pring keramik dari China, koleksi Unit Pengelolaan Informasi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Produk keramik merupakan budaya China yang sudah ada sejak tahun 5000 Sebelum Masehi (SM).

Salah satu kawasan yang populer memproduksi keramik adalah Jingdezhen. Kota ini juga dikenal sebagai ‘ibu kota keramik’, karena masyarakatnya sudah membuat keramik secara turun temurun, dari dinasti ke dinasti, hingga masa moderen.

Piring keramik yang kini dikoleksi BPCB Jatim ini sekaligus memperkuat catatan sejarah yang menyebut jika dulu, pedagang China yang datang ke Indonesia tidak hanya menjual sutera.

naskah : hendro d. laksono | foto : tiara aydin sava