Dengan harapan diberi keselamatan dan berkah melimpah oleh Sang Kuasa akan hasil laut, nelayan di Desa Bluru Kidul, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (07/03) pagi kembali menggelar Nyadran.

Nyadran, even tahunan yang telah digelar kesepuluh kalinya ini, merupakan bagian dari wujud syukur masyarakat setempat yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan. “Di sini warganya banyak yang melaut, hasil laut tangkapannya pun bermacam-macam. Namun, paling banyak bagi nelayan di sini adalah kerang laut,” jelas Choirul Anam, salah seorang warga Bluru Kidul pada EastJava Traveler.

Karenanya, lanjut Choirul Anam, setahun sekali warga mengadakan Nyadran atau sedekah bumi nelayan di sini. Sama seperti dengan yang disampaikan Azwar Soegiarto, Ketua Panitia acara ini. Nyadran merupakan ungkapan rasa syukur atas hasil laut nelayan, serta memohon keselamatan pada Sang Kuasa dalam mengarungi lautan.

Tak salah bila dalam setiap pelaksanaan Nyadran, warga di Bluru Kidul, beberapa hari sebelum dimulai acara mulai sibuk dengan persiapan masing-masing. Ada yang membuat dan menghias sesajian yang akan dilabuhkan ke lautan, adapula yang mulai memasang spanduk, bendera, dan sound system, adapula yang mulai menghias perahu miliknya, dan masih banyak lainnya.

Dalam kegiatan Nyadran, setelah prosesi pemberangkatan, sebanyak 30 perahu bergerak menuju ke arah laut, namun sebelum sampai ke laut mereka singgah ke Pulau Kepetingan. Karena di pulau terpisah dan hanya dapat diakses menggunakan perahu itu terdapat makam Dewi Sekardadu. Dewi ini dipercaya masyarakat Sidoarjo sebagai penguasa lautan di kabupaten ini.

Melihat antusiasme warga dan pengunjung, Wakil Bupati Sidoarjo Saiful Ilah yang hadir membuka acara ini mengatakan, acara Nyadran ini merupakan upaya warga di sini dalam memanjatkan segala harapan pada-Nya, sedangkan pada sisi pemerintah, berharap semoga agenda budaya Nyadran ini dapat merangsang minat wisatawan untuk berkunjung ke sini.

“Sehingga kelak dapat mendatangkan upaya atau terobosan warga dalam menggali potensi, berujung pada peningkatan perekonomian kerakyatan,” ujarnya.

naskah : m.ridloi | foto : wt atmojo