Di kalangan pegiat seni kerajinan bordir di Bangil, Pasuruan, sosok Yoenati Soewarno seakan sudah tidak asing lagi. Karena sepak terjangnya dalam menjalankan bisnis bordir yang sudah dijalankannya sejak belasan tahum silam, ibu dua anak ini kini juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Bordir (Aspendir) Kabupaten Pasuruan.

Aspendir sendiri merupakan wadah daripada pengusaha bordir di Kabupaten Pasuruan yang bertujuan mewujudkan pengembangan seni kerajinan Bordir yang berkualitas dan bisa menembus pasar nasional dan internasional. Aspendir menaungi pengusaha bordir yang kegiatannya dilaksanakan di beberapa wilayah Kabupaten Pasuruan. Beberapa tujuan Aspendir diantaranya meningkatkan kesejahteraan anggota, mengantisipasi persaingan tidak sehat dan membangun kemitraan saling menguntungkan antara pengusaha bordir.

Yoenati Soewarno menjabat sebagai Ketua Aspendir 2014 yang baru dimulai pada awal Februari ini. Yoenati juga sebagai pemilik Toko Bordir Norrisa Miliarta yang melayani kalangan menengah ke atas, seperti contohnya untuk suvenir pernikahan keluarga pengantin. Setiap hari bisnisnya mampu menghasilkan pesanan 4000 sampai 5000 pcs. Bahkan untuk bulan ini sudah overproduct.

Yoenati Soewarno mulai terjun sebagai pebisnis bordir pada tahun 1997. ”Saya waktu itu berpikir usaha apa yang cocok di Bangil. Yang kira-kira usaha itu juga dapat mempromosikan Pasuruan. Akhirnya dipilihlah bordir,” ujarnya. Pemasarannya pun pernah mencapai Kerajaan Kelantan dan Brunei. Mereka biasanya memesan untuk suvenir tamu undangan seperti mukena dan hiasan.

Berkat ketekunan dan keuletannya, ia pun dikenal sebagai pebisnis bordir yang cukup sukses sampai kemudian akhirnya dipercaya menjabat sebagai Ketua Aspendir Pasuruan.

Dalam bisnis bordir, Yoenati tidak sendirian. Setelah pensiun sebagai PNS, suaminya ikut terjun dalam bisnis yang sama dengan mendirikan bidang usaha bordir sendiri. Hasil kerajinan bordir yang cukup unik adalah kerajinan bordir lukisan. Seperti contohnya bordir lukisan Gunung Bromo dan Kota Singapura.

Menurut Yoenati, Pasuruan memiliki lima tempat yang memiliki potensi bordir yakni Bangil, Rembang, Beji, Sukorejo dan Pandaan. Jenis-jenis kerajinan bordir di Pasuruan pun bermacam-macam. Di antaranya aneka kebaya, jubah, pakaian takwa, mukenah, payet, sulaman, jilbab, bordir lukisan dan lain-lain. Sehingga, potensi bordir di Pasuruan ini layak untuk semakin dilestarikan.

nama|foto : muchson darul fatoni