Puluhan karya seni tradisonal dari perupa Jawa Timur menghiasi Galeri House of Sampoerna. Seperti lukisan kaca Tulungagung, Damar Kurung Gresik, Keramik Malo Bojonegoro, serta patung kayu punakawan Lawang. Ini merupakan serangkaian dari Pameran Seni Rupa Biennale Jawa Timur ke 3 yang rencananya akan berlangsung pada 11 hingga 18 Desember 2009.

Pameran ini menghadirkan seni rupa kontemporer.sebagai perhelatan seni rupa yang mengenalkan perkembangan seni rupa di Jawa Timur. Event dua tahunan ini merupakan ketiga kalinya sejak diadakan pada tahun 2005. pihak House Of Sampoerna yang bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur. Dengan mengusung tema ”mengurai akar budaya”.

”Adanya pameran ini dikarenakan Jawa timur memiliki basis potensi sejarah dan budaya lokal yang panjang dan kuat,” ujar Agus Koecink selaku kurator seni biennale Jawa Timur. Menurutnya, kesenian tradisi sebagai akar budaya telah dilupakan, bahkan mungkin terpinggirkan dan tidak dikelola, mari kita urai benang akar tersebut untuk menumbuhkan spirit dalam melahirkan karyaseni rupa kontemporer yang berdasar akar budaya masing masing,” tutur pria berkacamata ini.

Harapannya dengan di gelarnya pameran biennale yang ketiga 2009 ini, akan ada salah satu ikon seni yang menggambarkan tentang seni rupa kontemporer di Jawa Timur,” imbuh Freddy H Istanto yang juga kurator seni biennale Jawa Timur III.

Beberapa rangkaian terkait Biennale Jawa timur III juga di selenggarakan di galeri yang ada di kota surabaya. Seperti galeri orasis Jl. HR. Muhammad 94 dengan menghadirkan benny wicaksono pada tanggal 12 desember, Sozo Art Space jl. Raya Darmo Permai timur 18 BC – 1 Surabaya tanggal 13 desember, galeri surabaya performance art, serta di seni galeri AJBS Jl. Ratna 14 blok D-2 surabaya dan akan di tutup dengan pemberian penghargaan perupa dan penggerak seni rupa.

naskah dan foto : dhimas prasaja