Produk tikar lipat anyaman merupakan salah satu barang laris dan banyak ditemui di pasaran. Tikar lipat yang biasa dijual sekitar Rp 60 – 75 ribu di pasaran tersebut bisa meraup untung puluhan juta dalam sebulan. Miftahul Ulum, pengusaha  tikar lipat binaan PT Semen Gresik Tbk asal Kota Lamongan membuktikan. Usaha tikar lipatnya kini beromzet hingga 50 juta perbulan, dan punya puluhan pegawai.

Di rumahnya sendiri, Ulum sapaan akrabnya, menuturkan kalau usahanya terbilang cukup sukses. Dengan perolehan 1000 buah tikar per-bulan, dirinya mengaku bisa mendapatkan keuntungan hingga puluhan juta. Tikar lipat merek King miliknya banyak dipasarkan di Kota-kota Jawa Timur, antara lain Lamongan, Tuban, dan Surabaya. Dia mematok harga tikar lipat buatannya  50 ribu per buah.

“Produk ini terbilang cukup laris di pasaran, tapi disamping itu, harga yang kita patok juga berpengaruh, karena setelah masuk di pasar biasanya harga barang saling bersaing. Maka, saya pasang harga tersebut sedikit lbih murah daripada merek lain”, ungkap Ulum.

Lebih lanjut dia menambahkan, meski harga sedikit miring, untuk kualitas produk yang dia buat tetap sama denga merek lain. Bahan baku berupa benang nilon beraneka warna tersebut sama dengan bahan baku produk merek lain. Bedanya, Ulum sedikit lebih lelusa dengan modal usaha karena Usaha Kecil Menengah (UKM) miliknya ikut dalam program kemitraan PT Semen Gresik. Program peduli UKM tersebut membantu pelaku usaha untuk leluasa dalam masalah permodalan.

naskah/foto:frannoto