Daerah Brondong di Lamongan, memiliki banyak potensi wisata yang bisa dikunjungi. Selain monumen Vand Der Wijck, TPI Brondong merupakan salah satu tempat yang dapat jadi alternatif untuk dikunjungi. Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brondong, letaknya berjarak 6 km dari lokasi wisata Tanjung Kodok atau Wisata Bahari Lamongan (WBL). Tempat ini merupakan tempat pendaratan ikan para nelayan, baik nelayan lokal maupun nelayan dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu, tempat ini juga dapat dijadikan sebagai tempat rekreasi bagi keluarga sekaligus belanja ikan yang relatif murah dan segar. Untuk menuju TPI ini dapat ditempuh dengan transportasi umum dari Surabaya-Gresik-Panceng melalui jalan Daendeles (ruas jalan Anyer – Panarukan), atau dari arah barat Tuban-Paciran.

Mulai dari matahari masih merah. Nelayan, penjual ikan, warga sebagai pembeli, hingga tengkulak sudah merapat di kawasan pelelangan ikan di Pelabuhan Nusantara Brondong, Kabupaten Lamongan. Pemandangan seperti ini mewarnai keseharian di TPI Brondong.

Kehadiran mereka untuk bertransaksi jual beli ikan hasil buruan. Ramai memang, di sana-sini ratusan manusia saling bersahut untuk tawar menawar. Ada nelayan yang sengaja menawarkan ikan tangkapannya pada pembeli di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), dan ada pula yang menjual dengan cara berbeda. Yaitu dengan berburu agen penjualan atau makelar yang posisinya bisa ada di luar lokasi. ”Ini lebih menguntungkan, laba agak besar daripada dijual di pelelangan. Selain itu saya dapat bersiap untuk melaut berikutnya”, jelas M. Soleh, 40 tahun, nelayan asal Blimbing.

Biasanya Soleh melaut bersama 12 anak buahnya. Selama 8 hari di laut mereka berhasil meraih lima ton ikan. Hasil tangkapan ini berhasil terjual secara borongan dengan harga Rp 13 juta. Padahal untuk modal keberangkatan modal yang dibutuhkannya, hanya sekitar Rp 5 juta. “Modal itu saya gunakan untuk membeli solar, oli, atau beberapa bekal tambahan seperti makanan, minuman, camilan, dan terpenting adalah balok es batu,” ujar bapak tiga anak ini pada EastJava Traveler.

Ditanya sampai dimana beberapa nelayan Brondong biasanya mencari ikan. Soleh menjawab ringan, tentu sampai puluhan mil jauhnya bahkan sampai waktu melautnya seminggu lebih. “Tapi itu sudah biasa kami jalani,” tukas seorang nelayan lain yang duduk bersebelahan dengannya.

Dari upaya melaut, ikan laut segar yang didapat para nelayan di Brondong, seperti ikan kuningan, bambangan, krese, golok sabrang, kapasan, kakap merah, kerapu, layur, cumi-cumi, tongkol, hiu, bawal, dan masih banyak lainnya. “Berbagai jenis ikan seperti itulah yang banyak didapat nelayan,” ujar Mas’udi, salah seorang petugas lapangan dari KUD Minatani, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.

Lebih lanjut, Mas’udi mengatakan potensi perikanan yang diperoleh nelayan di Brondong ini relatif cukup banyak. Maka, tak salah bila TPI Brondong bisa dikategorikan penghasil ikan terbanyak yang ada di Jatim. Dan, pantas bila disejajarkan dengan yang ada di Prigi, Sendang Biru, Madura, dan beberapa tempat lainnya.

Pelelangan Ikan Brondong yang berjarak 6 kilometer dari lokasi Wisata Tanjung Kodok itu, kini telah berkembang pesat bahkan telah menjadi salah satu andalan Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mendulang Pendapatan Anggaran Daerah (PAD). Irianto, Kepala Bagian Tata Usaha PPN Brondong, Lamongan pada EastJava Traveler menjelaskan, seiring dengan berkembangnya area kelolah di Pelabuhan Brondong.

Maka, pihaknya telah membangun beberapa fasilitas penunjang bagi warga, nelayan dan pembeli yang datang kesana. Beberapa fasilitas penunjang itu antara lain kamar mandi, musholla, tempat parkir yang luas, keamanan, tempat makan yang memadai, dan masih banyak fasilitas lainnya. “Ini sebagai upaya memberikan kelayakan pada sisi pengelolahan di TPI Brondong,” tukasnya.

naskah : m.ridlo’i | foto : wt.atmojo