Majapahit Travel Fair (MTF) 2009 resmi dibuka, Jum’at sore (22/05) di Convention Hall Gramedia Expo Surabaya. Even yang diselenggarakan ke-10 kalinya ini kembali membawa spirit jadi ajang promo wisata Jawa Timur. Selain itu, MTF yang gaungnya makin didengar dimana-mana ini ternyata juga diminati propinsi lain di Indonesia. Seperti Nusa Tenggara Barat, Bandung, Jakarta, Bali, dan masih banyak lainnya.

MTF tahun ini mengambil tema Partnering for Creative Industry. Dengan harapan melalui MTF Jatim dapat mendongkrak perkembangan industri kreatif. Tema ini diambil sebagaimana telah ditetapkan oleh Presiden RI tahun 2009 sebagai tahun Indonesia Kreatif.

Sementara untuk tujuan MTF sendiri adalah menempatkan Jawa Timur pada peta pariwisata dunia, atau sebagai daerah tujuan wisata di kancah internasional, maupun juga domestik. Seperti yang dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Drs. Djoni Irianto, MMT.

Dalam sambutannya pembukaan acara ini Djoni mengatakan, dengan adanya even MTF diharapkan para turis mancanegara dapat mengenal dan mengetahui perkembangan pariwisata Jawa Timur. “Giatnya promosi pariwisata Jatim secara tidak langsung dapat mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” katanya.

Sedangkan Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf yang memberikan sambutan mewakili Gubernur Jatim Soekarwo menjelaskan, masyrakat Jawa Timur sudah sangat maju dan berkembang dalam menggiatkan potensi daerahnya. Yang mana hasil ini menurut Syaiful dapat menarik minat para turis datang kemari.

“Maka, dari itu saatnya warga Jatim dengan momen MTF dapat mengambil hikmahnya. Seperti kejayaan Kerajaan Majapahit sekitar 600 atau 700 tahun silam,” paparnya.

Setelah acara pembukaan, MTF juga diadakan beberapa agenda penting. Antara lain Travel Exchange (Travex) atau forum pertemuan bisnis buyer dan seller, farmtrip ke beberapa tempat wisata di Pasuruan, pameran pariwisata, seni dan budaya dan masih banyak lainnya. Serta ada Pemecahan rekor MURI Musik Tong-tong dari Kabupaten Sampang, Madura (sebanyak 300 penabuh), dan Jenang Apel dari Kota Batu (Ukuran 2 meter x 2 meter).

naskah dan foto : m.ridlo’i