Menjadi kota besar ke dua setelah Jakarta, Surabaya tumbuh dengan percaya diri. Berbagai perubahan telah dilakukan sesuai visi menuju Surabaya lebih baik, seperti halnya pengembangan fasilitas umum berbasis edukasi, guna memperluas wawasan generasi muda dan menarik wisatawan.

Fasilitas umum berbasis edukasi tersebut diantaranya adalah museum. Surabaya sudah memiliki banyak museum yang sampai saat ini masih menjadi rujukan para pelajar di Surabaya dan sekitarnya. Diantaranya museum Tugu Pahlawan, museum Jalas Veva Jayamahe, museum Kesehatan, dan masih banyak lagi.

“Seru aja ke museum, selain jalan-jalan juga nambah wawasan. Dulu sempat waktu SD jalan-jalan ke museum Tugu Pahlawan liat diorama 10 Nopember, trus ada cerita mengenai Jendral Mallaby juga. Eh, gak nyangka waktu ujian masuk SMP keluar semua, jadi ya tinggal ingat-ingat aja,” ujar Fitri Apriliawati, pelajar kelas 10 SMAN 7 Surabaya ini mengenang.

Hal itu lah yang menjadi cita-cita Tri Rismaharini. Terhitung 7 hari sejak tanggal 2 Mei lalu, Wali Kota Surabaya ini meresmikan museum baru yakni Museum Surabaya yang berlokasi di lantai satu gedung bersejarah bekas SIOLA.

Seperti yang dikutip dari Tempo.com Risma menjelaskan Museum Surabaya diharapkan menjadi media edukasi bagi masyarakat Surabaya, khususnya bagi generasi muda yang ingin mengetahui sejarah kotanya. “Ini menunjukkan bahwa Surabaya kota yang besar, bahkan sebelum kemerdekaan,” kata Risma di sela-sela peresmian museum.

Museum Surabaya memiliki banyak koleksi diantaranya alat-alat pemadam kebakaran, bajai tua, becak sebagai alat transportasi sejak jaman penjajahan, peta kota Surabaya, foto Wali Kota Surabaya dari masa ke masa, baju dinas, furnitur tua, penghargaan yang telah diterima Surabaya, meriam, sampai mobil pemadam tua yang di letakkan di depan museum.

Sekalipun belum lengkap dengan keterangan kisah dan waktu di setiap benda, Ahmad H selaku guide Museum Surabaya menjelaskan bahwa koleksi pasti akan bertambah dan terus diadakan perbaikan.

Museum yang diresmikan bersamaan dengan hari jadi Kota Surabaya dan Hari Pendidikan ini sepertinya punya daya tarik tersendiri. Sejak dibuka Senin, 4 Mei 2015 lalu pengunjung semakin bertambah, “makin ramai, karena pengunjung bertambah setiap harinya,” aku Henis, Linmas Museum Surabaya.

Museum yang buka setiap hari mulai pukul 09.00 sampai 21.00 ini akan bersebelahan dengan administrasi pemerintahan kota Surabaya, yaitu Dinas Pariwisata dan kantor Balai Pemuda.


naskah : pipit maulidiya | foto : farid rusly