MATA (Mount Arjuna Tourism Area) digagas oleh Kaliandra untuk mengembangkan pariwisata yang bertanggung jawab (responsible tourism) di kawasan Arjuna. Gagasan ini muncul sebagai lanjutan dari aksi konservasi yang dilakukan Kaliandra bersama warga desa penyangga hutan Arjuna, khususnya di wilayah Kabupaten Pasuruan. Tahap awal pengembangan MATA menggandeng dukungan dari IUCN The Netherlands.

“Ide dasarnya ialah bagaimana hasil konservasi bisa digunakan untuk pariwisata yang meningkatkan kesejahteraan bagi warga setempat,” ujar Agus Sugiarto, Koordinator Ekowisata di Kaliandra. Menurut pria yang akrab dipanggil Sugi ini, konservasi kawasan Arjuna memiliki nilai penting bagi sebagian besar warga Jawa Timur dan dunia.

Kawasan Arjuna berperan sebagai daerah tangkapan air. Ratusan mata air bersumber dari lereng kawasan Arjuna. Salah satunya adalah mata air Sungai Brantas di Desa Sumber Brantas, Kota Batu. Sungai terpanjang di Jawa Timur ini mengalir sejauh 320 km; melintasi 12 kabupaten/kota terpadat. Selain itu, tiap hari ratusan mobil pengangkut air lalu-lalang dari kawasan utara Arjuna untuk melayani kebutuhan air minum jutaan warga Surabaya.

Bagi dunia, hutan kawasan Arjuna turut meredam laju perubahan iklim. Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo seluas 27 ribu hektar yang menaungi kawasan Arjuna sangat berpotensi menyerap emisi karbon. Namun, potensi itu akan tetap menjadi potensi bila laju perusakan hutan tidak dicegah dari sekarang. Keberlanjutan hidup sebagian besar warga Jawa Timur juga menjadi taruhannya.

“Konservasi kawasan Arjuna tidak bisa ditawar lagi, dan harus dilakukan sekarang juga oleh banyak pihak secara kolaboratif,” tegas Sugi lagi.
Pengelolaan kolaboratif kawasan Arjuna setidaknya cukup beralasan. Kawasan ini menyimpan segudang keanekaragaman hayati. Pengelolanya pun sangat beragam, sesuai dengan ketinggiannya.

Berbagai jenis satwa masih dapat ditemukan di kawasan Arjuna, antara lain: babi hutan (Sus srofa), rusa (Cervus timorensis), kijang (Muntiacus muncak), kera abu-abu (Macaca fascicularis), budeng (Presbytis cristata). Sayangnya, jumlah satwa di kawasan ini semakin berkurang akibat perburuan liar dan kerusakan habitat.

Kawasan penyangga, pada ketinggian 600 – 1.500 mdpl, memiliki beragam jenis tanaman. Mulai dari tanaman produksi Perum Perhutani sampai tanaman budidaya warga desa, misalnya: durian, alpukat, padi tadah hujan, jagung dan palawija.

Kawasan transisi pada ketinggian 1.500 – 2.400 mdpl mulai didominasi tanaman dataran tinggi, seperti akasia gunung (Acacia decurens), pohon pasang (Quercus lincata) dan alang-alang (Imperata cilindrica). Sebagian kawasan ini masih dikelola oleh Perum Perhutani dan sebagian lagi dikelola oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur di bawah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo.

Mulai ketinggian lebih dari 2.400 mdpl hingga ke puncak Arjuna dan Welirang, hanya sedikit jenis tanaman yang dapat bertahan hidup. Tanaman pada ketinggian ini umumnya berdaun kecil untuk mengurangi kadar penguapan, misalnya: manisrejo (Vaccinium varingiaefolium), kemlandingan gunung (Mycura javabica) dan edelweiss jawa (Anaphalis longifolia).

Menurut informasi dari Gimin, petugas keamanan hutan untuk wilayah Batu, kawasan keliling Arjuna dan Welirang masuk dalam kawasan Tahura R. Soerjo dan berada di bawah pengelolaan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur. “Kawasan ini diutamakan untuk kegiatan konservasi,” jelasnya.
Pemerintah bekerja sama dengan warga desa penyangga hutan dalam menjaga kawasan Arjuna. Perhutani membentuk lembaga masyarakat desa hutan (LMDH). Tahura R. Soerjo membentuk kelompok tani tahura (KTT). Meskipun demikian, mekanisme kerjasama ini masih butuh perbaikan terus-menerus.

Destinasi Wisata

Gerbang Tahura R. Soerjo merupakan salah satu destinasi wisata alam di kawasan barat Arjuna. Tempat ini cukup mudah dijangkau dari Surabaya, Mojokerto atau Batu dengan kendaraan pribadi.

Pacet adalah kota terdekat untuk menjelajah kawasan barat Arjuna. Dari kota kecil ini, penjelajahan bisa dilanjutkan ke sumber air panas alami Cangar. Kolam air panas yang berada di kawasan Tahura R. Soerjo ini juga bisa dijangkau dari Batu, melewati Desa Sumber Brantas. Rasa letih setelah mendaki Puncak Arjuna dan Kawah Welirang seketika lenyap saat berendam di kolam air panas alami Cangar.

Di sekitar kolam air panas alami Cangar banyak dijumpai gua-gua buatan. Gua ini merupakan peninggalan dari masa pendudukan Jepang, antara tahun 1942 – 1945. Kondisi hutan di kawasan ini relatif masih asri. Sejuk di mata dan teduh di jiwa.

Tak jauh dari kolam air panas alami terdapat hutan pendidikan (arboretum) Cangar. Beragam koleksi tanaman langka tersimpan di arboretum Cangar. Tempat ini dikelola sepenuhnya oleh Universitas Brawijaya, Malang.

Perjalanan dari Pacet bisa dilanjutkan ke kawasan utara Arjuna, menuju Trawas. Di Desa Kemloko, Kecamatan Trawas, terdapat peninggalan purbakala yang dijuluki Reco Lanang (Arca Lelaki). Arca ini terbuat dari batu andesit. Tingginya mencapai 5,7 meter, sehingga pantas dijuluki Arca Budha Raksasa. Reco Lanang merupakan gambaran dari salah satu Dhani Budha atau Aksobhya yang menguasai arah mata angin sebelah timur.

Bentuk Reco Lanang yang masih kasar dan belum tuntas justru menyisakan misteri. Menurut para ahli, arca ini diperkirakan dibuat sekitar abad ke-13 Masehi. Namun, sampai saat ini belum bisa dipastikan siapa pembuatnya dan untuk siapa arca ini dibuat.

Sekitar 8 kilometer dari Reco Lanang ke arah Pandaan, juga terdapat peninggalan purbakala lainnya: Candi Jawi. Keunikan candi ini terletak pada perpaduan arsitektur Hindu dan Budha; dibangun sekitar abad ke-14 Masehi untuk mengenang kebesaran Raja Kertanegara dari Kerajaan Singosari. Sang Raja dianggap berhasil mengharmoniskan warganya yang menganut keyakinan berbeda-beda. Saat berkunjung ke Candi Jawi, minta juru kuncinya untuk mendampingi perjalanan dan menjelaskan relief candi; sebuah warisan budaya yang nyaris terlupakan.

Kawasan utara Arjuna juga memiliki obyek wisata alami. Seperti Air Terjun Dlundung, Kakek Bodo, dan Putuk Truno. Letaknya yang berdekatan relatif mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi. Penjelajahan interaktif bersama warga Trawas dan sekitarnya bisa diatur dengan rekan-rekan WE HASTA, misalnya perah susu kambing etawa di Koperasi Damarwulan, kunjungan ke Dalang Darto atau program pendidikan lingkungan.

Segala hal terkait informasi dan kunjungan ke MATA (Mount Arjuna Tourism Area), silahkan datang atau hubungi Kaliandra. Alamat Dusun Gamoh, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Propinsi Jawa Timur. Telp: 085549500001.

m. ridloi | foto : dok mata, wt atmojo