Sejak Sabtu, 15 Agustus 2015, Puncak B-29 sudah ramai dipadati wisatawan. Mereka datang dari berbagai kalangan, baik pecinta alam hingga pegiat konservasi lingkungan.

Waktu itu, pemandangan puncak tertinggi di kawasan lautan pasir Bromo dengan ketinggian 2900 mdpl tak seperti biasa. Banyak wisatawan yang berbondong-bondong mendaki puncak yang terletak disisi tenggara Gunung Bromo ini. Selain menikmati pemandangan yang menawan dan udara dingin hingga hamparan tanaman khas dataran tinggi, kebanyakan dari mereka membawa misi pribadi dengan mengibarkan sang saka merah-putih di puncak.

17 Agustus, yang menjadi hari sakral bangsa ini, Indonesia. Menjadi momentum berharga bagi wisatawan yang ingin melakukan upacara di Hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Seperti yang diungkapkan Wais, wisatawan asal Surabaya, “Saya rela bersusah payah, melewati jalanan berdebu dan berbatu demi mencapai puncak, tak lain agar tujuan saya datang kesini terpenuhi yaitu mengikuti upacara bendera dengan para pendaki lain”, ujarnya dengan raut wajah yang sumringah.

Untuk menuju ke sana, adrenalin memang terus ditantang. Jalan berliku dan terus berkelok sepanjang lereng Gunung Semeru dari arah Kecamatan Senduro, sekitar 25 kilometer dari arah Kota Lumajang. Dari Kecamatan Senduro, harus menempuh rute menuju jalur pedesaan hingga tiba di Jalan Desa Argosari. Di sini kondisi fisik sebenarnya akan diuji, karena harus melewati jalan aspal berlubang, hingga berbatu dan berdebu sampai menuju Puncak B-29.

Kegiatan upacara yang dipelopori oleh kelompok masyarakat sadar wisata negeri di atas awan ini diikuti oleh wisatawan dari berbagai daerah, selain Lumajang, Probolinggo, Pasuruan dan Malang. Ada pendaki yang datang dari luar pulau Jawa, mereka datang jauh-jauh dari Makasar dan Kupang demi mengikuti kegiatan ini.

“Kegiatan tahunan yang terselenggara beberapa tahun terakhir ini, adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia telah diberikan kawasan yang indah dan menjadi obyek wisata”, terang Slamet, kepala desa Argosari yang saat itu menjadi komandan upacara di Puncak B-29.

Menurut Slamet, upacara HUT RI di Puncak B-29 sudah menjadi kegiatan rutin yang dilakukan masyarakat bersama pengunjung. Hal ini dilakukan agar kecintaan akan bangsa dan menghargai jasa pahlawan harus terus tersemat di dalam dada.

Upacara bendera itu sendiri, diselenggarakan di camping ground yang berada di sisi tebing di kawasan Puncak B-29. Sehingga, selain kegiatan digelar dengan sangat khidmat, suasana dan view panorama dengan keindahan lautan pasir dan Gunung Bromo pun menjadi bonus tersendiri.

naskah dan foto : rangga yudhistira